
"Sasa."Panggil Zillia ketika melihat Sasa sedang duduk di ruang tamu nonton film kartun kesukaannya.
Dari tadi pagi Zillia masih berada di rumah Dania dan belum pulang dari rumah Dania.
"Mamy mana"Tanya Zillia kepada Sasa.
"Mamy lagi di dapul buat jelly kesukaan Sasa"Ucap Sasa tanpa menoleh ke arah Zillia yang duduk di sampingnya.
"Sa,, Sasa kangen Daddy Nelson Gak."Bisik Zillia di telingan Sasa.
"Kangen dong Tante ."Ucap Sasa dan kali ini ia menoleh ke arah Zillia.
"Kalau begitu mau Tante telephone Daddy Nelson."Tanya Zillia.
"Mau,,,tapiii... Jam segini di Amelika kayaknya lagi malam hali tante."Ucap Sasa dan membuat Zillia menepuk keningnya sendiri.
"Aduhh.. Tante lupa."Ucap Zillia dengan malu.
"Lia...Lia sedang apain sich kamu,macam buru-buru nak jumpa Nelson saja."Batin Zillia dan menggelengkan kepalanya.
"Tante kenapa."Tanya Sasa melihat Zillia menggelengkan kepalanya.
"Hm...Gak pa-pa kok."Ucap Zillia .
"Hmm..Sasa.Sasa tahu Daddy Nelson suka makan apa."Tanya Zillia ke Sasa dengan berbisik agar tidak di dengar oleh siapa pun termasuk Dania.
"Kenapa tante tanya begitu."Tanya Sasa kepada Zillia.
__ADS_1
"Sial,,benaran tak anak tak ibu , langsung jawab aja kenapa ,kenapa pula harus tanya balik lagi."Batin Zillia dengan kesal melihat dua ibu anak ini.
Barusan Zillia tanya ke Dania , Nelson suka wanita seperti apa dan jawabannya seperti yang barusa Sasa tanyakan juga kepada Zillia kenapa Zillia tanya begitu.
"Gak ada kok,mana tau nanti Daddy Nelson Sasa kembali ke Jakarta tante bisa buatkan makanan kesukaan Daddy Nelson,biar Daddy Nelson gak pulang lagi ke Amerika jadi Sasa kan bisa tiap hari jumpa sama Daddy Nelson,ya kan."Ucap Zillia panjang lebar dan Sasa mengangguk kepalanya menandakan apa yang di ucapkan Zillia memang benar.
"Benal tante dan tante juga bisa tiap hali jumpa Daddy kalo tante kangen Daddy,ya kan."Ucap Sasa polos dan membuat Zillia semakin malu.
"Astagaaa ni anak,kenapa bikin saya malu terus sich."Batin Zillia.
Pffff...Dania yang dari tadi berdiri tidak jauh dari Zillia dan Sasa mendengarkan ucapan mereka membuat Dania tidak bisa menahan senyumnya lagi.Ternyata adik iparnya ini menyukai Nelson.
"Semangat berjuang mendapati hati Nelson , Zillia.Saya yakin suatu hari Nelson akan menerimamu ,jangan mudah menyerah karena Nelson memang sangat sulit untuk di dekati."Batin Dania.
Dania masih ingat waktu kuliah anak dari teman sosialita ibunya Nelson menyukai Nelson dan wanita itu selalu melakukan apa pun untuk Nelson bahkan demi mendapatkan Nelson wanita itu meminta Dania membantunya agar Nelson mau menerimanya.Tetapi walaupun Dania sudah berusaha membantu wanita itu,selalu mengatakan hal yang baik-baik tentang wanita itu Nelson tetap tidak menyukai wanita itu apalagi mendekati wanita itu dan lebih parahnya Nelson menyebut wanita itu dengan sebutan 'j****g' dan akhirnya wanita itu menyerah mendekati Nelson.
Pernah sekali kakak senior Dania di kampus mengerjain Dania di toilet wanita karena kakak senior itu sangat iri dengan Dania yang selalu dan begitu mudah mendekati Nelson.Saat Dania sudah mau keluar dari toilet wanita yang ada di kampus tiba-tiba ada tiga wanita menghadangnya lalu menyiram air kotor kepada Dania dan pada saat itu Nelson yang kebetulan keluar toilet pria yang memang dekat toilet wanita mendengar suara teriakan Dania dari dalam toilet wanita dan ia langsung masuk ke dalam toilet wanita lalu melihat salah satu dari mereka menarik rambut Dania ,wanita itu langsung terkejut dan tanpa pikir panjang Nelson pun menarik rambut wanita itu yang tadi menarik rambut Dania dengan keras.Lalu Nelson memperingati kepada mereka bertiga jika masih berani menyentuh Dania maka jangan salahkan dia jika bersikap kejam kepada mereka dan tiga wanita itu segera keluar dari toilet dengan ketakutan.
Pada saat itu sebenarnya Nelson sudah mulai mencintai Dania hanya saja sebelum Zillan mendekati Dania, Nelson tidak sadar perasaan itu dan ketika melihat kedekatan Dania dan Zillan,Nelson baru sadar jika dia sudah lama mencintai Dania.Mungkin karena mereka sering bersama dan tidak melihat pria lain mendekati Dania seperti Zillan,Nelson pun tidak mempunyai rasa takut kehilangan Dania walaupun di kampus juga ada beberapa pria yang ingin mendekati Dania juga dan semakin sering Dania bersama Zillan,Nelson merasa ia menjadi semakin takut kehilangan Dania tetapi semua itu sudah terlambat karena Dania sudah mulai menyukai Zillan.
Sementara di perusahaan Zillan, Kenzy mendapat berita baik tentang penangkapan dua pria yang melukai Dania saat pembukaan DZ restaurant.
"Pak,dua pria yang melukai Nyonya itu sudah di tangkap oleh anak buah kita dan sekarang mereka di bawa ke gudang kosong itu."Ucap Kenzy dan pada saat masih jam kerja atau berada di kantor Kenzy akan memanggil Zillan dengan sebutan 'Pak'.
"Benarkah, bukankah pada saat itu kamera dekat toilet sana mati."Tanya Zillan kepada Kenzy.
"Benar,tetapi yang mati hanya beberapa dari bagian sana saja dan bagian lain tidak mati jadi saat melihat kamera pada bagian lain ada dua pria yang bukan tamu undangan kita sangat mencurigakan dari arah lain masuk ke dalam DZ restaurant dan akhirnya bisa melihat dua pria itu dengan jelas."ucap Kenzy.
__ADS_1
"Dan ternyata dugaanmu benar dalangnya sama yaitu Azelea."Sambungnya lagi.
"CK..Wanita gila itu sungguh tidak tahu malu."Ucap Zillan.
"Tentang dua pria itu kamu urus saja sampai bersih."Ucap Zillan lagi.
"Okey..Dan satu hal lagi.Azelea di temukan oleh seseorang dan membawanya ke rumah sakit, sekarang ia di rawat di rumah sakit dengan kondisi yang tidak baik."Ucap Kenzy.
"Kakinya dan wajahnya..."
"Iya benar sesuai yang yang kamu harapkan."Ucap Kenzy dan Zillan hanya mengangguk kepalanya.
"Tetapi menurut saya jika Azelea masih hidup dengan kondisi seperti ini dan dari sifatnya saya rasa kemungkinan Nyonya akan dalam bahaya."Ucap Kenzy dan membuat Zillan menjadi khawatir.
"Panggil beberapa bodyguard untuk melindungi Dania dan Sasa dengan ketat."Ucap Zillan dan di angguk oleh Kenzy.
"Baik."Ucap Kenzy
Kembali lagi ke kediaman Dania.
"Zillia, Sasa,, sini coba jelly yang saya buat."Ucap Dania dan membawa jelly yang tadi dia buat ke ruang tamu.
"Yeeee....."Ucap Sasa dengan senang.
"Sasa masih ingat gak kalau ini adalah rasa jelly kesukaan Daddy Nelson juga."Tanya Dania dengan sengaja kepada Sasa agar Zillia tahu kesukaan Nelson apa saja.
"Ingat Mamy."Ucap Sasa dan Zillia hanya mengangguk kepalanya tanda ia sudah tahu kalau rasa mangga jelly yang di buat oleh Dania itu adalah rasa kesukaan Nelson dan Dania yang melihatnya pun diam-diam tersenyum melihat tingkah adik iparnya ini yang agak bra bra.
__ADS_1