
Allianz menghujamkan pedang tumpulnya, dan mulai bermain dengan gua kenikmatan milik Visha.
Pria itu bahkan tidak segan-segan menghujani ciuman dan tanda merah di sekujur tubuh Visha. Semakin lama, permainan menjadi semakin panas..
Visha yang mulanya berpura-pura untuk menolak, kini mulai terlihat beraksi dengan gahar. Sesekali wanita itu memilih untuk memimpin, bergantian dengan Allianz di atas ranjang.
Keduanya berkeringat, dan dari keringat itu menciptakan bunyi penyatuan yang luar biasa menggiurkan. Tak henti-hentinya Allianz bermain di dua gunung kembar milik Visha, mer*masnya, dan memainkannya dengan lidah.
Huhh!
Nikmat sekali, apa lagi saat ***** ***** yang kedua, seolah ranjang Visha hampir saja di buat roboh oleh mereka berdua.
Permainan yang amat panas, di iringi dengan suara hujan yang amat deras di luar, di tambah suasana panas yang membuat sekujur tubuh mereka berkeringat, meskipun tak tertutup satu helai benang pun.
"Ugh.. Akh... ugh.. All...."
Wanita itu melenguh, menikmati setiap ritme yang dia berikan pada si tumpul milik Allianz. Dia yang rindu seperti malam lalu, saat di dalam klub malam, akhirnya pada malam ini dia mampu melampiaskan semuanya.
Aku cinta kamu, All!
Kedua matanya terpejam, sementara itu, dua gundukan kenyal di dadanya terlihat bergerak, terguncang bersamaan dengan aksinya di atas tubuh Allianz.
Sesekali dia menggigit bibir bawahnya, lalu terengah saat pelepasan yang ke sekian kalinya dia rasakan. Area sensitifnya sudah terasa sangat basah. Benda tegak milik Allianz, sungguh membuat dirinya tak mampu menahan pelepasannya.
"Ugh..."
Sama hal nya seperti Visha, yang terus menikmati si Otong miliknya, Allianz pun terlihat memejamkan mata, menikmati setiap ritme yang di berikan oleh Visha padanya.
Tangan yang terus meraba dua ujung benda kecil di dadanya, memelintir, lalu mengulum, Arkh, entah mengapa dia tak lagi ingat permasalahan dengan istrinya. Dia bahkan sadar saat ini tengah mengkhianati Hana, hanya saja, dia benar-benar tak lagi peduli.
Flashback off!
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Pada mulanya aku sangat menyesal, namun saat aku lihat kau berbuat hina di depanku, kini aku tak lagi peduli, bagiku, kau hanya seorang wanita menjijikan!
Dia membangkitkan tubuhnya, dan beranjak dari ranjang yang di penuhi oleh warna putih bersih itu.
Wajahnya tak lagi terlihat muram, dia malah lebih tampan dan segar usai permainan ganas yang dia lakukan dengan Visha malam tadi.
Meski dia tahu semua ini karena nafsu, tapi tidak ada salahnya merasa berkesan pada kejadian nikmat semalam.
__ADS_1
Dia berdiri di muka jendela, padahal kondisinya masih tidak mengenakan apapun, bahkan sekedar pelindung pusakanya pun tidak.
Namun dia tak lagi peduli, toh, dia tak lagi punya malu, mungkin jika sekarang ada Hana di sini pun, Allianz akan menunjukkan kebrutalan dia dan Visha tadi malam.
Arkh! yang benar saja!
Kriettt!
Mendadak seseorang membuka pintu kamar, membuat Allianz menoleh, dan melihat siapa yang datang.
Oh, tentu saja, pasti wanita itu, memangnya siapa lagi kalau bukan dia?
"Hei! kau berdiri di jendela dengan tubuh kamu yang terbuka seperti itu!?" tanya Visha pada Allianz dengan raut wajah aneh.
"Memangnya kenapa?" dia terlihat amat polos.
"Allianz, yang benar saja, apa kau sudah tidak waras?" tanya Visha sambil membalikkan selimut di tubuh Allianz yang polos.
Namun, mata Allianz malah terpana dengan kecantikan Visha yang dia lihat dari atas. Wanita yang anggun, dan tentunya telah berani melepas kesuciannya hanya untuknya, tanpa sadar Allianz menaruh rasa senang untuk wanita ini.
"Tutupi tubuhmu!" ucap Visha masih terlihat membalutkan selimut di tubuh Allianz.
Grep!
"Memangnya kenapa kalau kau melihat tubuhku? bukankah aku amat menarik di matamu?" tanya Allianz, entah kesurupan setan dari mana.
"Ah?!" tangan Visha gemetar hebat.
Meski dia memang senang sekali menjebak Allianz dalam posisi yang dia inginkan, tapi tetap saja, saat pria ini menatap kedua matanya seperti ini, dia tak mampu menahan rasa gugupnya.
"All!" dia terlihat malu, dan sesekali mencoba melepas pegangan tangan Allianz.
"Aku ingat semua kejadian semalam, tapi aku bahkan tidak lagi menyesalinya, aku hanya ingin kau tahu tentang itu.." Ucap Allianz, seketika membuat Visha tersenyum senang.
"Kau benar tidak menyesalinya? meskipun kamu melakukannya dengan sahabat wanitamu sendiri?" tanya Visha menjebak lagi.
"Masih adakah tawaran menikah denganku hari ini?" tanya Allianz, kali ini dia benar-benar tidak lagi waras.
"Benarkah? kau tidak akan menyesal suatu hari nanti?" tanya Visha sambil meraba dada berbulu milik Allianz.
Makin lama di pegang dan di raba, makin membuat sang adik nakal itu tak bisa dia kendalikan. Berdiri lagi, dan bahkan terasa ingin mengulang kenikmatan semalam lagi.
__ADS_1
Namun, Allianz, menyeka tangan nakal Visha di dadanya, karena bukan itu inti yang ingin dia dengar.
Grep!
Menangkap tangan Visha, dan menahan tangan itu di pipinya.
"Kau belum menjawab pertanyaan dariku, jadi jangan mencoba menggodaku lagi," ucap Allianz, sambil sesekali mengecup jemari Visha.
Wanita itu tersenyum memperlihatkan gigi-giginya yang tersusun dengan rapi. Tentu saja wanita itu mengangguk, dan memberi jawaban iya pada Allianz.
"Iya, masih ada sisa waktu untuk kamu!" ucap Visha dengan lirih.
"Baiklah, kalau begitu, aku mau! mari kita menikah!"
Cup!?
"Umh... ah...."
Dan kejadian itu terulang lagi. Tubuh yang mulanya sedikit tertutup selimut, kini kembali terlihat polos, usai Allianz membuka sepenuhnya, dan memperlihatkan pada dunia akan ketangguhannya menarik gairah seorang wanita.
Dia bahkan membiarkan tirai jendela terbuka lebar, tak menutupi permukaan kaca sedikitpun.
Laki-laki itu membopong sang kekasih, oh, lebih tepatnya, calon istri kedua, dan membaringkannya kembali di atas ranjang.
Dia mulai lagi menjelajah seluruh tubuh Visha, bahkan tanpa melewatkan satu inci pun.
Di mulai dari pipi Visha, lalu beralih ke bibir, di sana Allianz bermain cukup lama, dan menikmati goyangan lidah Visha yang terus memutar dan membuat lidahnya semakin nikmat dalam bermain.
"Emh...."
Merasa puas dari bibir Visha, kembali dia gunakan tangan nakalnya untuk membuka tali baju tidur Visha yang tipis, bahkan dari luar pun, terlihat begitu jelas dua ujung menonjol imut di dadanya yang seolah menembus keluar.
"Akh, Vish, kau sungguh memukau..." Ucap Allianz begitu tidak tahannya dengan godaan lekuk tubuh Visha.
Iya, baru kali ini dia bermain dengan. benar-benar jelas, tak buram karena gelapnya malam, atau karena otak yang tak kunjung usai dari masalah.
Dia sungguh menikmati setiap inci tubuh Visha, hingga seolah bayangan Hana mulai meredup dari matanya..
Aku lupa aku punya istri!
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1