
Keesokan harinya saat Aruna membuka pintu apartementnya ia terkejut karena Nelson yang sudah rapi berdiri di depan pintunya dan sedang bersandar di dinding apartementnnya dengan satu tangan masuk ke dalam saku celananya dan satu tangan lagi menenteng sebuah kantong plastik.
"Selamat pagi."Ucap Nelson dengan tersenyum ketika melihat Aruna membuka pintu apartmentnya.
"Pak Nelson."Panggil Aruna terkejut ketika melihat Nelson sudah berdiri di sana.
"Apakah kamu sudah sarapan."Tanya Nelson kepada Aruna.
"Belum,saya bangun kesiangan ,Pak." Ucap Aruna dengan malu dan membuat Nelson tersenyum.
"Nich....Saya sudah belikan kamu sarapan dan sekarang kamu temani saya sarapan di dalam."Ucap Nelson menunjukkan kantong klesek yang tadi ia pegang lalu membukakan pintu apartermentnya dan masuk ke dalam.
Aruna yang masih bingun dengan tingkah Nelson pun masih berdiri diam di depan pintunya lalu Nelson yang sudah masuk tadi tidak mendapati Aruna mengikutinya di belakangnya pun kembali keluar dari apartmentnya lagi.
"Kenapa kamu masih berdiri di sini,,Ayo cepat masuk."Ucap Nelson kepada Aruna yang masih berdiri di sana.
Lalu Aruna pun dengan patuh masuk ke dalam apartement Nelson.
"Duduk lah "Ucap Nelson ketika Aruna sudah berdiri di depan meja makan.
"Nich...Di makan dulu...Saya gak mau nanti karyawan saya pingsan gara-gara belum sarapan."Ucap Nelson.
"Gak gitu kali,,, Walaupun belum sarapan saya masih kuat kok."Ucap Aruna menerima sarapan dari Nelson.
"Sudah.. Cepat makan."Ucap Nelson lalu Aruna dan Nelson pun sama-sama sarapan dalam diam.
Semalam setelah Aruna mencium pipi sebelah Nelson entah kenapa Nelson merasa sangat senang,ia merasa hatinya sedang berbunga-bunga dan akhirnya Nelson sadar bahwa sebenarnya ia telah jatuh cinta sama Aruna.
Oleh karena itu hari ini ia sengaja bangun lebih pagi dari biasanya dan membelikan Aruna sarapan lalu mengajaknya sarapan bersama.
"Kenapa hari ini bangun kesiangan,apakah semalam kamu bergandang."Tanya Nelson memecahkan keheningan mereka ,tetapi...
Uhuk..uhuk... Tiba-tiba Aruna tersedak dan dengan cepat Nelson beranjak dari tempat duduknya dan menyerahkan minuman kepada Aruna lalu mengelus punggungnya.
"Apakah kamu baik-baik saja."Tanya Nelson kepada Aruna.
Setelah minum air putih yang tadi di belikan oleh Nelson Aruna pun sudah merasa baik-baik saja.
__ADS_1
"Terima kasih ,,saya sudah baik-baik saja ,Pak."Ucap Aruna.
"Makanya makan tuh yang benar tak ada yang merebut makananmu kok."Ngomel Nelson kepada Aruna.
"Maaf."Ucap Aruna.
"Terus kenapa hari ini bangun kesiangan, apakah semalam memang bergandang."Tanya Nelson lagi dan Aruna pun mengangguk kepalanya.
"Kenapa... Apakah tidak bisa tidur semalam."Tanya Nelson lagi.
"Hmmm..Bukan sich...Karena ...Nton drakor sampai lupa waktu " Bohong Aruna , padahal gara-gara semalam dia tiba-tiba mencium pipi Nelson membuat dirinya stress karena gak tahu besok paginya harus gimana berhadapan dengan Nelson.
"Sudah tahu hari ini ada kerja masih nonton drakor sampai lupa waktu,memangnya semalam kamu nton sampai jam berapa."Tanya Nelson lagi.
"Waduhhh ni Pak Nelson kenapa pula pagi ini gitu banyak pertanyaan sich."Batin Aruna kesal.
"Tak tahu ,Pak.Semalam saya nanton sampai ketiduran."Ucap Aruna dengan bohongnya lagi.
"Makanya lain jangan ulangi lagi,nanti kalau gak fokus kerja gimana,jangan lupa kamu itu sekretaris saya."Ngomel Nelson lagi.
"Iya Pak."Ucap Aruna.
Sementara di kediaman Zillan.Zillia hari ini pagi-pagi sudah berada di sana mencari Dania.Seperti biasa Zillia akan bertukar cerita dengan Dania hari ini.
"Kakak sudah berangkat kerja "Tanya Zillia kepada Dania.Sekarang mereka berdua sudah duduk di halaman belakang rumah Dania melihat Sasa sedang main di sana .
"Iya,, Barusan berangkat kerja ."Ucap Dania.
"Mbak.. Apakah menurut mu Nelson menyukai Aruna ."Tanya Zillia kepada Dania tanpa basa basi .
"Kenapa kamu tanya begitu."Tanya balik Dania kepada Zillia dan agak khawatir dengan perasaan Zillia.
"Entah lah,,,setiap kali saya merasa Nelson terhadap Aruna sangat berbeda dengan saya."Ucap Zillia.
"Sebenarnya...Saya juga merasa begitu bahwa sebenarnya Nelson menyukai Aruna hanya saja Nelson sepertinya masih tidak sadar dengan perasaannya sendiri .Ucap Dania dengan jujur.
"Benarkah kamu juga merasa Nelson mencintai Aruna,Mbak."Tanya Zillia kepada Dania dan Dania pun menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Bagaimana Kalau saya bersaing dengan Aruna,Mbak."Tanya Zillia dan membuat Dania terkejut.
"Hah.."
"Kan Mbak bilang sepertinya Nelson masih tidak sadar dengan perasaannya terhadap Aruna.Jika begitu saya bersaing dengan Aruna dengan terang-terangan saja gimana."Ucap Zillia.
"Astagaaa.. Zillia...Jangan begitu...Nanti kamu akan semakin terluka."Ucap Dania.
"Lagian kamu sendiri juga merasakan bahwa Nelson menyukai Aruna,terus kenapa kamu masih mau bersaing dengan Aruna."Ucap Dania lagi dengan nada kesal terhadap adik iparnya ini.
"Tenanglah Mbak,saya hanya ingin menyadari Nelson saja .Saya tidak berharap Nelson nanti menyesal terlambat sadar dengan perasaannya sendiri terhadap Aruna."Ucap Zillia dengan jujur.
Semalam Zillia memikirkan banyak hal dan ia sadar bahwa Nelson tidak mencintainya dan kemungkinan yang Nelson cintai itu Aruna, oleh karena itu ia pun memilih menyerah sebelum hatinya semakin terluka atau semakin dalam mencintai Nelson.
"Apakah kamu baik-baik saja, Zillia."Tanya Dania .
"Tentu saja saya baik-baik saja , Mbak.Apakah Mbak lupa dalam kamus Zillia itu tidak akan membiarkan dirinya terluka terlalu lama."Ucap Zillia dengan gayanya dan membuat Dania tersenyum.
"Bagus lah jika begitu."Ucap Dania lagi.
"Percaya lah Mbak,Lia benar-benar baik-baik saja...Cuma memang agak sedih sich...Belum maju sudah kalah perang."Ucap Zillia lagi dan membuat Dania tersenyum lagi.
"Semoga kamu nanti akan mendapat pria yang sama baiknnya dengan Nelson."Ucap Dania.
"Waduhhh Mbak ,Gak mau deh dapat pria yang sama baiknnya dengan Nelson.Maunya lebih baik dari Nelson dong ."Ucap Zillia.
"Iya..Iya..Semoga nanti kamu ketemu dengan pria yang lebih baik,lebih tampan dan lebih mapan dari Nelson."Ucap Dania dan membuat Zillia tersenyum senang.
"Makasih Mbak,doanya."Ucap Zillia dengan tersenyum.
Melihat Zillia benar-benar baik-baik saja Dania pun menjadi senang.
"Tetapi.... Apakah Aruna juga mencintai Nelson ya,Mbak."Tanya Zillia tiba-tiba.
"Hmmm.. Semoga saja Aruna akan menerima Nelson."Ucap Dania.
"Ya.. Semoga saja Aruna menerima Nelson." Ucap Zillia.
__ADS_1
Sayangnya..Tanpa Dania dan Zillia tahu Aruna sudah berani main cium pipi Nelson begitu juga dengan Nelson lagi berusaha mau mengungkapkan perasaannya terhadap Aruna.Mungkin dengan kehadiran Zillia nanti yang mau bersaing dengan Aruna, Nelson akan cepat mengungkapkan perasaannya terhadap Arun.
Hai...Jangan lupa novel baru Author ya..'Dendam Menjadi Cinta' ..Semoga suka dengan novel baru Author ya 😁🙏