Istri Yang Hilang

Istri Yang Hilang
Ep 49 Bertemu Aruna


__ADS_3

"Bagaimana, apakah kalian sudah bertindak."Tanya Azelea kepada seseorang di seberang telephone sana.


"Sial,,kenapa kamu tidak mengatakan bahwa wanita yang kamu katakan itu adalah istrinya Zillan Donzello.Apakah kamu tidak tahu akibatnya jika berani menyentuh keluarga Donzello."Tanya pria itu di seberang sana kepada Azelea dengan kesal.


"Memangnya kenapa kalau wanita sialan itu istrinya Zillan.Dia tidak layak jadi istrinya."Ucap Azelea.


"Layak atau tidak layak itu urusannya keluarga Donzello.Apakah kamu tidak tahu,dua anak buah saya yang sudah melukai istrinya di DZ Restaurant itu sudah di tangkap olehnya dan sekarang saya harus segera keluar dari kota ini jika tidak nyawa saya pun tidak akan terjamin,saya yakin dua anak buah saya tidak akan selamat jika sudah di tangannya anak buah Tuan Zillan. apalagi anak buah saya sudah melukai istrinya."Ucap pria itu lagi.


"Dan pekerjaan ini saya tidak mau terima."Sambungnya lagi lalu langsung matikan ponselnya secara sepihak.


Tut...tut.. tut...


"Sialan."Ucap Azelea dengan kesal.


"Dania Wijaya,kamu tetap harus mati.Walaupun kamu tidak mati kamu harus seperti aku harus seperti apa yang aku alami sekarang."Ucap Azelea dengan penuh kebencian kepada Dania.


Sedangkan di belahan dunia lain ,di Amerika Nelson yang hendak berangkat ke kantornya ,di tengah jalan ia tidak sengaja menabrak sebuah motor yang ada di depannya dan orang yang mengedara motor itu jatuh ke jalan lantai.Lalu Nelson segera turun dari mobilnya dan melihat orang itu ternyata adalah seorang wanita ketika Nelson melihat wanita itu melepaskan helmnya.


"Apakah anda baik-baik saja,Nona"Tanya Nelson kepada wanita itu dalam bahasa inggris.


"Saya baik-baik saja,Terima kasih."Ucap wanita itu dalam bahasa inggris juga.


Tetapi Nelson melihat wanita itu menahan rasa sakit di kakinya dan tangannya pun sedikit luka.


"Biar saya bawa anda ke rumah rumah sakit yang dekat di sini,Nona."Ucap Nelson lagi.


"Tidak perlu saya baik-baik saja."Ucap wanita itu lalu berdiri dan mengakat motornya .


Sebenarnya yang salah itu adalah wanita itu karena ia mendadak berhenti di depan mobil Nelson dan karena wanita itu tahu mobil Nelson pasti tergores oleh motornya dan takut Nelson meminta ia ganti rugi wanita itu pun hendak cepat-cepat pergi dari sana.


"Benarkah kamu baik-baik saja "Tanya Nelson lagi dan wanita itu segera memakai helmnya dan mengangguk kepalanya lalu segera pergi dari sana tanpa peduli Nelson yang sedang menatapnya.


"Dasar keras kepala sudah terluka masih mengatakan baik-baik saja ."Ucap Nelson kesal.Lalu Nelson pun tiba-tiba mengingat Dania yang juga keras kepala.


"Bagaimana kabarmu di sana ,Dania.Apakah kamu sedang berbahagia bersama keluarga kecilmu sekarang."Ucap Nelson dengan sedih.Lalu matanya tidak sengaja melihat mobil depannya sudah tergores dan ia baru sadar sebenarnya ia tidak salah ketika menabrak wanita itu karena wanita itu tiba-tiba berhenti di depannya tadi.


"Sial,ternyata dia ingin cepat-cepat kabur."umpat Nelson.Lalu ia pun segera menuju ke kantornya.


Sesampai di lobby kantornya mata Nelson tiba-tiba melihat sesosok wanita yang baru dia lihat tadi berjalan sedikit pincang masuk ke dalam lift bersama karyawan lain.


"Dia...Bukankah dia wanita itu."Batin Nelson.

__ADS_1


"Apakah dia karyawan sini juga."Sambungnya lagi.


Lalu Nelson pun berjalan menuju lift khusus untuknya dan menuju ke ruangnya.


Tak berselang lama pintu ruangan kantornya di ketuk oleh sekretarisnya dan Nelson pun mempersilakan ia masuk.


"Selamat pagi ,Pak.Ini dokumen sekretaris baru yang akan sementara menggantikan posisi saya,Pak."Ucap sekretaris Nelson yang akan mengambil cuti melahirkan dan mencari sekretaris baru menggantikanya sementara.


"Baik."Ucap Nelson lalu mengambil dokumen itu dan membukanya.


"Aruna Sanjaya."Gumam Nelson melihat dokumen itu beserta photo seorang wanita yang tadi pagi mereka bertemu.


"Iya Pak,Aruna adalah adik sepupu saya dia sudah bekerja di sini selama satu tahun bagian keuangan dan dulu dia juga pernah bekerja sebagai sekretaris di perusahaan lain."Ucap Siska, sekretaris Nelson.


"Baik,kalau begitu saya serahkan kepadamu."Ucap Nelson dan sekretarisnya pun mengangguk kepalanya.


"Baik Pak,kalau begitu saya memintanya untuk bertemu dengan bapak terlebih dahulu."Ucap Siska dan di angguk oleh Nelson.


Karena Aruna adalah sekretaris sementara Nelson yang akan menggantikan posisi Siska sementara jadi Siska pun harus memperkenalkannya kepada Nelson terlebih dahulu.


Tak berselang lama pintu ruangan Nelson pun di ketuk kembali oleh sekretarisnya dan kali ini sekretarisnya membawa Aruna masuk bersamanya.


Setelah mempersilakan Siska masuk Nelson pun menatap ke arah mereka yang berjalan mendekati di depan mejanya dan Nelson melihat Aruna berjalan dengan sedikit pincang.


Lalu Aruna mendongakkan kepalanya dan menatap Nelson yang juga sedang menatapnya dengan terkejut.


"Pria ini."Batin Aruna dengan sedikit ketakutan.


"Mampus gw."Sambungnya lagi.


"Aruna."Panggil Siska menyadarkan kesadaran Aruna.


"Ah..Iya..Pak.Saya Aruna Sanjaya yang akan menggantika posisi Bu Siska sementara waktu"Ucap Aruna dengan sedikit gugup.


"Siska,kamu keluarlah dulu."Ucap Nelson dan membuat Aruna semakin gugup.


"Baik Pak,permisi."Ucap Siska lalu menepuk pelan bahu Aruna untuk menyemangatinya.


"Bagaimana,apakah kamu masih ingat saya,Nona."Tanya Nelson kepada Aruna dan Aruna pun menganggukkan kepalanya dengan pelan.


"Ingat Pak.Maaf Pak,tadi saya tidak sengaja mendadak berhenti di jalan Pak karena tadi Tiba-tiba ada seekor kucing melewati di depan motor saya."Ucap Aruna dan menggunakan bahasa Indonesia ketika ia tahu Nelson bisa berbahasa Indonesia.

__ADS_1


"Terus.."Tanya Nelson dan masih menatap Aruna.


"Baiklah..Karena bagaimana pun saya yang salah karena mendadak berhenti di tengah jalan jadi saya mohon bapak Maafkan kesalahan saya."Ucap Aruna dan Nelson pun menganggukkan kepalanya.


"Bagus kalau kamu tahu jika kamu yang salah dan..."


"Dan apa ,Pak."Tanya Aruna sedikit was-was karena ia tahu mobil Nelson tergores.


"Apakah kamu tidak tahu karena kamu mendadak berhenti depan mobil saya.."Jeda Nelson.


"Akhirnya."Batin Aruna tak berdaya.


"Baiklah saya akan menggantikan untuk di perbaiki ,Pak."Ucap Aruna yang sudah mengerti maksud dari Nelson.


"Bagus ,kalau begitu sekarang kamu ikuti saya ke bengkel mobil."Ucap Nelson dan beranjak dari tempat duduknya.


"Tunggu Pak."Ucap Aruna.


"Kenapa."


"Itu.. Sekarang saya tidak bawa banyak uang.. Jadi..."


"Jadi saya yang bayar duluan gitu."Ucap Nelson dan di angguk oleh Aruna.


"Bagaimana saya bisa percaya kepadamu jika nanti kamu akan bayar kembali kepada saya."Tanya Nelson kepada Aruna.


"Kan saya akan jadi sekretaris sementara bapak,jadi saya tidak akan kabur kok.Atau...Atau bapak boleh langsung potong gaji saya nanti "Ucap Aruna.


"Wanita ini..."Batin Nelson.


"Saya masih belum menyatakan mau menerima mu sebagai sekretaris sementara waktu saya atau belum,jadi bagaimana kalau saya tidak menerima mu sebagai sekretaris sementara waktu saya ."


"Itu...Itu..."


"Baiklah,jika kamu sekarang belum punya uang bagaimana saya memberimu sebuah syarat jika kamu bisa membuat saya senang mungkin saya tidak akan memintamu untuk menggantikan uangnya."Ucap Nelson lalu duduk kembali ke kursi kebesarannya.


"Bisa membuatnya senang."Batin Aruna dengan sedikit takut.


"Sya,,syarat apa,Pak."


"Melayani saya."Ucap Nelson dengan santai.

__ADS_1


"What."Ucap Aruna terkejut.


__ADS_2