Istri Yang Hilang

Istri Yang Hilang
#Dokumen Palsu Pembawa Masalah


__ADS_3

Ardian telah tiba di kantornya, hendak mengurus semua yang terjadi sepeninggal dirinya.


"Selamat sore, Pak!"


Semua orang yang dia lalui terlihat membungkuk, dan memberinya hormat. Iya, tahu sendiri, kan, bagaimana seorang CEO itu.


Atasan kantor yang banyak di hormati oleh semua orang, tapi tentu saja julukan itu bahkan tidak membuat dirinya merasa angkuh.


Dia tetap saja menjadi seorang pria yang rendah hati, dengan sejuta wibawa yang ada pada dirinya.


"Di mana semua formulirnya? aku sendiri yang akan mengeceknya!" tanya Ardian pada Allianz di bagian pendaftaran.


Sementara itu, seorang wanita terlihat tengah di buat gusar. Dia sendiri bahkan tidak pernah menyangka kalau formulir itu akan di periksa langsung oleh atasan mereka.


Lalu bagaimana kalau kecurangan yang dia lakukan ketahuan oleh Ardian?


Keringat di tubuhnya bercucuran, dan dia menjadi sangat gugup pada saat itu. Apalah daya, dia sudah terlanjur mendaftar menggunakan semua dokumen palsu.


Lalu bagaimana dia akan mengatasi masalah rumit ini?


Sementara Allianz memberikan semua formulir pendaftaran yang ada di mejanya, untuk kemudian di urus oleh Ardian.


"Ini," dia memberikan semuanya pada Ardian, "tidak ada yang kurang sedikitpun!"


"Baiklah, aku akan periksa sendiri di ruanganku!" ucap Ardian sambil berlalu ke ruangannya.


Sementara itu, Allianz masih belum menyadari, ada seorang wanita yang sedari tadi terus memperhatikan gerak-gerik nya.


Wanita itu nampak terkesima dengan pesona Allianz, meskipun lelaki itu sendiri, bahkan masih duduk di bangku karyawan.


Tidak ada pengecualian yang membuat dia tidak bisa mengagumi sosok Allianz. Baginya semua yang ada pada diri Allianz, adalah kesempurnaan.


Tapi sekarang wajah yang di penuhi kekaguman akan pria tampan di depannya itu, perlahan mulai berubah menjadi ekspresi wajah penuh kecemasan.


Bagaimanapun juga, dokumen palsu miliknya ada pada Ardian, dan itu sungguh hal yang sangat berbahaya, yang bisa membuat dirinya masuk dalam jurang kegagalan.


Lalu bagaimana dia akan mengatasi masalah rumit ini? sedangkan saat ini, mau bergerak saja rasanya begitu sulit.

__ADS_1


Dia berpikir keras, mencoba mencari jalan keluar, untuk segera pergi dari tempat itu, dan menyelamatkan dokumen miliknya di ruangan Ardian.


"Em, pak!" dia terlihat mendekati salah satu staf di kantor tersebut.


"Ya?!'' dan pria itu menyahut saja, "ada apa ya?"


"Saya mau pergi ke toilet, tapi saya tidak tahu letaknya di mana.." tanya Visha pada pria tersebut.


"Lurus saja, nanti tinggal belok saja ke kiri."


"Oh, baiklah, terima kasih banyak." Wanita itu tersenyum, dan berjalan menuju arah yang di tunjukkan oleh pria tadi.


Tapi saat dia sudah berbelok, dia kemudian terlihat menyusup, dan berjalan ke lain arah, mencoba mengikuti kemana arah Ardian pergi tadi.


Secepat kilat Visha menghilang, hingga akhirnya, dia berhasil menemukan ruangan Ardian.


Tapi rencana kali ini baginya benar-benar mulus. Entah Tuhan memberi dia sebuah berkah, atau memang takdir yang telah mendukungnya untuk membuat petaka, mendadak saja ada panggilan untuk Ardian, yang mengharuskan Ardian untuk keluar dari ruangannya.


Dan kesempatan ini sangatlah bagus.


Visha terlihat bersembunyi di balik tembok yang kokoh, dan terus saja di sana sampai Ardian terlihat keluar dari ruangannya, sambil berbicara di ponselnya.


Sekilas terdengar suara orang yang sedang berbicara dengannya di seberang, mengatakan sesuatu, namun sayang sekali tidak terlalu jelas di telinga Visha.


"Oh, jadi begitu, baiklah, aku akan menemui dia sekarang, dan tolong carikan seseorang untuk melanjutkan pekerjaan saya barusan.." ucap Ardian pada orang di dalam sambungannya itu.


Melanjutkan pekerjaan barusan? apa maksudnya, formulir pendaftaran itu? baiklah! jadi sekarang aku yang harus bergegas.


Benak Visha berbicara. Dengan cepat dan gesit, Visha terlihat memasuki ruangan Ardian, dan memulai aksinya.


Dia melihat dua tumpukan formulir di sebelah kiri dan sebelah kanan, yang di sebelah kanan sudah terlihat di cap, mungkin ini artinya sudah di setujui, hanya ada beberapa, dan sisanya, masih sekitar tujuh formulir di sebelah kiri yang belum tersentuh sedikitpun.


Dia memeriksa semua formulir di sebelah kiri, dan memang mendapati miliknya yang belum tersentuh oleh Ardian. Ini kesempatan bagus.


Dengan cepat, Visha membuat cap yang sama seperti yang dia temukan di beberapa formulir yang di tumpuk di sebelah kanan, dan menumpuk formulir miliknya di tumpukan sebelah kanan.


Hahh!

__ADS_1


Dan akhirnya, misi dia sudah selesai. Kini dia harus kembali ke depan, dan bersikap biasa saja pada mereka semua, bertindak seolah memang tidak terjadi apapun padanya.


Iya, dengan wajah percaya diri, tanpa sedikitpun menampilkan masalah di sana, Visha terlihat berjalan menuju keluar, dan kembali duduk di tempat yang sama seperti sebelumnya.


Huhh! sudah selesai!


Dia menunggu beberapa saat, mungkin dia menghabiskan sekitar dua jam untuk menunggu hasil akhirnya.


Semoga saja penantian selama itu membuahkan hasil maksimal. Demi menumpahkan kekesalannya pada Hana, dan juga mewujudkan keinginannya untuk merebut Allianz, dia bahkan berani melakukan hal serendah itu di dalam perusahaan Ardian.


Baiklah, kita lihat saja hasil akhirnya.


Allianz nampak beranjak dari kursinya, dan pergi menuju ruangan Ardian. Dia terlihat pergi ke sana agak lama, sampai akhirnya pria itu terlihat membawa beberapa formulir yang berhasil di terima.


Dan kali ini, adalah saat yang paling menentukan, apakah semua rencana yang di lakukan oleh Visha, akan berubah manis, atau dia hanya akan mendapat kerugian saja dari sana.


Formulir di bagikan, setelah penantian panjang yang mereka lakukan, akhirnya hanya ada lima di antara dua belas orang yang di terima.


Visha terlihat menatapi formulir miliknya, yang akhirnya, tertulis kalau dia di terima di perusahaan besar ini.


Huhh!


Nafasnya di hembuskan dengan panjang, merasa sangat lega dengan hasil maksimal ini.


Setidaknya di masa depan, dia akan mendapat gaji yang lumayan tinggi, meskipun itu hanya bonus, karena yang sebenarnya tengah dia perjuangkan adalah, Allianz.


Syukurlah! aku bisa semakin dekat denganmu, Allianz.


Benak wanita itu.


"Baiklah, untuk yang di terima, silahkan menunggu informasi selanjutnya dari kami, terima kasih atas partisipasinya," ucap Allianz sebagai penutup pertemuan mereka.


Wanita itu terlihat keluar dari kantor milik Ardian, dan kembali menggunakan mobil miliknya, dan melaju saja meninggalkan perusahaan besar itu dengan segera.


"Huhh! setidaknya aku tidak terlalu bodoh di tempat itu, lihat, betapa jengkelnya aku saat harus berurusan dengan dokumen palsu, aku menyesal dulu hanya bisa lulus SMA, aku harus mendalami peran sebagai karyawan, supaya mereka tidak curiga padaku."


Iya, setidaknya kali ini dia selamat, dan masa depan yang lebih baik tengah menantinya.

__ADS_1


Asal tidak bertemu saja dengan Hana, maka semua identitasnya tidak akan terbongkar di muka umum.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2