Istri Yang Hilang

Istri Yang Hilang
Ep 61 Aura dingin Zillan


__ADS_3

"Pak Nelson,Ada email dari Sam untuk bapak dan Sam minta bapak untuk melihatnya."Ucap Aruna ketika bersama Nelson sudah keluar dari kamar pasien Zillan dan menyerahkan iPad kepada Nelson.


Lalu Nelson mengambil ipad dari tangan Aruna tanpa menoleh ke arah Aruna.Setelah melihat email yang di kirim oleh asistennya yang ada di Amerika Nelson pun menyerahkan kembali ipad nya kepada Aruna dan tanpa banyak berkata Nelson menuju keruangan Sasa yang tadi baru di pindahkan oleh perawat di ikuti oleh Aruna.


"Kamu tunggulah di sini."Ucap Nelson kepada Aruna lalu Nelson sendiri masuk ke ruangan Sasa.


Saat berada di dalam kamar Sasa hati Nelson terasa sakit melihat Sasa terbaring di sana.


"My princess, Cepat bangun ya sayang.Apakah Sasa tidak ingin bersama Mamy rawat dedek.Sasa sudah mau jadi kakak loh.. Kalau Sasa sudah jadi kakak Sasa tidak boleh jadi anak manja lagi ya."Ucap Nelson kepada Sasa yang masih terbaring di sana dengan satu tangan mengelus kepala Sasa dan satu tangan lagi memegang tangan Sasa.


"Kali ini Sasa sama Papi yang rawat Mamy ya,Daddy sudah tidak bisa sama Sasa rawat Mamy lagi,kan Sasa sudah punya Papi.Janji sama Daddy,Sasa pasti bisa rawat Mamy dan dedek yang masih ada di perut Mamy dengan baik,Okey."Sambungnya lagi lalu mencium tangan kecil Sasa.


Zillia yang juga hendak mau ke kamar Sasa merawat Sasa mendapati Aruna sedang duduk di depan kamar rawat Sasa sedang memeriksa pekerjaan yang ada di dalam iPad .


"Aruna."Panggil Zillia.


"Eh.. Nona Zillia."Panggil Aruna juga.


"Sudah saya bilang jangan Panggil saya dengan sebutan Nona, Panggil saya Zillia saja."Ucap Zillia.


"Hehehe..Maaf lupa"Ucap Aruna.


"Kamu sedang apa di sini."Tanya Zillia.

__ADS_1


"Oh..Saya sedang tunggu Pak Nelson.Pak Nelson ada di dalam sana."Ucap Aruna.


"Ohh.. Baiklah kalau begitu saya juga masuk dulu.Hmm...Apakah kamu mau ikut saya masuk ?"


"Ohh ..Ngak..Gak pa-pa saya tunggu di sini saja "Ucap Aruna dengan tersenyum .


"Baiklah kalau begitu saya masuk dulu ya ."Ucap Zillia dan di angguk oleh Aruna dengan tersenyum.


"Kak Nelson."Panggil Zillia saat sudah masuk ke dalam kamar Sasa.


"Zillia."Panggil Nelson kepada Zillia juga.


"Saya kirain Kak Nelson sudah pergi dari rumah sakit."Ucap Zillia dengan tersenyum dan Nelson pun ikut tersenyum.


"Oh ya, Zillia.Apakah kamu tahu kenapa Zillan bisa mengalami Kecelakaan mobil."Tanya Nelson dan di angguk oleh Zillia.


"Apakah Kenzy sudah tahu siapa yang melakukannya."Tanya Nelson lagi.


"Kak Kenzy sudah menangkap orang yang merusak lem mobil kakak dan sepertinya sedang menunggu perintah dari kakak."Ucap Zillia dan di angguk oleh Nelson.


"Apakah dalangnya sama."Tanya Nelson lagi.


"Maaf ,saya tidak tahu Kak Nelson."Ucap Zillia.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu saya tinggalkan Sasa dulu ya."Ucap Nelson dan di angguk oleh Zillia.


"Iya Kak.. Hati-hati."Ucap Zillia dan di angguk oleh Nelson lalu Nelson pun meninggalkan kamar Sasa dan pergi bersama Aruna ke perusahaan pusat NS group yang ada di Jakarta yang di kelola oleh ibunya Nelson.


Sebenarnya 5 tahun yang lalu Nelson memang sengaja ke Amerika untuk mengurus cabang perusahaannya yang ada di sana ,Karena pada saat itu ia ingin merawat Dania dan Sasa di sana jadi Nelson meminta ibunya membantunya untuk mengurus perusahaan yang ada di sini sementara.


Setelah ayah Nelson meninggal ibu Nelson lah yang selalu mengelolah pusat perusahaan yang ada di Jakarta sampai suatu hari ibunya menyerahkan perusahaan itu kepada Nelson,tetapi 5 tahun yang lalu karena Dania mengalami Kecelakaan Nelson meminta kepada ibunya untuk membantunya mengurus perusahaan itu dan Nelson mengurus cabang yang ada di Amerika.


Dan selama 5 tahun Nelson hanya beberapa kali saja pulang ke Jakarta karena ia tidak tega meninggalkan Dania dan Sasa di sana apalagi pada saat itu kaki Dania mengalami lumpuh.


Sementara di kamar Zillan setelah Dania kembali ke kamarnya istirahat dan ayahnya juga pulang ke rumahnya Zillan menanyakan kepada Kenzy apakah pelakunya sudah di tangkap dan Kenzy pun menjawab sudah menangkap pelakunya dan menunggu perintah Zillan mau di apakah pelaku itu .


"Apakah sudah tahu siapa yang memerintah mereka."Tanya lagi Zillan kepada Kenzy.


"Alezea."Ucap Kenzy dengan singkat.


"Baiklah kalau begitu patahkan tangan pelaku itu dan siksa mereka sampai tidak bernyawa.Berani sekali menyentuh saya."Ucap Zillan dengan aura yang dingin.


"Tentang Azelea biar dia hidup beberapa saat dulu setelah saya sembuh saya akan buat perhitungan dengannya."Ucap Zillan lagi.


"Okey."Ucap Kenzy.


Jangan lupa klick like,favorit,hadiah, vote dan kommen ya ..🙏🙏🙏

__ADS_1


Terima kasih juga sudah dukung Author dengan terus baca Novel Author ini..🤗🤗🤗


Dan maaf ya jika terdapat banyak typo yang Salah 🙏🙏🙏


__ADS_2