Istri Yang Hilang

Istri Yang Hilang
#Berjumpa Hana


__ADS_3

Naira dan Ardian di buat terkejut saat seorang wanita yang asing terlihat muncul dari dalam rumah Allianz, dan langsung menggandeng tangan Allianz tanpa ragu.


Sikap aneh yang di tunjukkan wanita asing di depan Naira membuat wanita itu terasa risih, dan tidak nyaman sama sekali.


Dia menunjukkan ekspresi yang bingung dan tidak senang di depan Visha..


"Dia siapa, kak? Kok ada di rumah kakak?"


Dengan wajah yang sangat bingung, Allianz mencoba untuk menjelaskan sebisa dia.


"Dia, dia..."


"Katakan, kak! dia itu siapa?" tanya Naira mulai menaruh curiga.


"Dia..."


Sementara itu terlihat dengan jelas Visha dan Ardian yang hanya bisa saling diam, tak mau ikut menimbrung antara urusan adik dan kakak itu.


"Kak!? dia itu siapa? jangan-jangan kamu sudah...."


"Nai, aku bisa jelasin! dia, dia..."


"Dia, dia istri kamu?" tanya Naira penuh tanda tanya.


Tubuh Naira gemetar hebat pada saat dia menanyakan hal itu pada kakak kandungnya, yang masih saja tidak mampu berkata-kata apapun tentang wanita itu.


"Kak, jawab aku, kak!?" ucap Naira memaksa kakak kandungnya, terus memegang lengan sang Kakak, terus mencoba mencari tahu apa yang dia pikirkan itu benar atau salah.


"Dia, Nai, dia..."


Melihat ekspresi Allianz, Naira akhirnya tahu, tanpa harus kakaknya bicara, dari raut wajahnya saja, Naira sudah bisa menebak apa yang terjadi antara Kak Allianz dengan wanita itu.


Naira terlihat berkaca-kaca, matanya tak mampu memendam kesedihan, di tabrak saja barisan Allianz dan Visha yang tepat berada di pintu masuk, dan langsung sjaa mencari keberadaan Hana.


"Kak, aku mau ketemu Hana!!"


Naira menerobos masuk ke dalam rumah Allianz, dan mencari keberadaan kakak ipar yang sekaligus jadi sahabat terbaiknya.


Dia berteriak dengan keras, memanggil terus nama kakak iparnya, namun dia tak mendapati apapun di sana..


"Hana!!!!! Hana!!!!!!!!" teriak Naira dengan sekuat tenaga, namun hasilnya tetap nihil, kakaknya tidak ada di sana, dan suasana rumah terasa senyap.


"Di mana Kak Hana?" tanya Naira sekali lagi pada Allianz dan Ardian.

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺


"Jadi kau di penjara karena membunuh pria itu?" tanya Naira pada Hana usai mereka di pertemukan di kantor polisi.


Hana mengangguk saja, sambil menyimpulkan senyuman manis di bibirnya yang ranum, berpikir semoga saja Naira tidak cemas dengan kabar mengejutkan ini.


"Hahh!!" Naira terlihat berkeluh kesah, namun Ardian tetap saja ingin terus menenangkan istrinya itu.


"Apa dia pernah datang mengunjungi kamu?" tanya Naira pada Hana.


Namun Hana hanya menggeleng perlahan, "selain suami kamu dan Zarren juga Leon, tidak ada lagi yang datang mengunjungi aku..."


Naira terlihat berkaca-kaca, merasa sedih dengan semua ini, dan sedihnya lagi, karena sang suami bahkan menyembunyikan kejadian sebesar ini darinya.


"Kau bahkan tidak mengizinkan aku untuk tahu semua ini!" ucap Naira pada suaminya.


"Jangan salahkan suami kamu, aku yang meminta dia untuk tidak membicarakan semuanya padamu, lagi pula aku dengar kau sedang hamil, jadi kau tidak boleh terlalu banyak pikiran!" ucap Hana sambil terus memegang tangan Naira.


"Tapi Kak Allianz," ia berhenti...


Dia ingat betul sebelum dia tiba di sini, Ardian mengatakan padanya untuk tidak berbicara apapun tentang wanita itu pada Hana.


"Allianz kenapa?" tanya Hana pada adik iparnya..


"Tidak ada!!" ucap Naira mengalihkan pembicaraan..


Dia tidak tahu saja kalau Ardian lah yang berusaha membujuk Lu Lau'er dan mengancam pria tua itu dengan segala bukti yang ada di tangannya.


"Jadi begitu, ya? syukurlah kau masih punya keberuntungan.." Ucap Naira pada Hana.


"Sekarang kau pulanglah, tidak baik orang hamil terus berada di sini, lagi pula kau harus banyak beristirahat, kan..."


"Hana benar, Nai, kau harus sering beristirahat, kasihan bayi kecil kita.." Ucap Ardian menyambung.


Mendengar perkataan dua orang di sampingnya yang mencemaskan dia dan kandungannya, membuat Naira harus bersikap mengalah, dan memilih untuk kembali pulang bersama sang suami.


"Baiklah, kami akan pulang, kau jaga diri kamu baik-baik, ya.."


"Iya, aku mengerti, kau tak perlu cemas, kau tak perlu merisaukan aku di sini, lebih baik gunakan waktu kamu untuk lebih banyak beristirahat, ya..." Pesan Hana untuk Naira.


"Baiklah, kami akan pergi, hati-hati di sini, ya, Hana..."


"Ya.."

__ADS_1


"Sampai jumpa lagi.."


"Bye!"


Dua orang itu akhirnya beranjak dari tempat Hana dan meninggalkan wanita itu sendirian di sana.


Mereka berdua keluar dari tempat penahanan para penjahat itu, dan segera bergegas menuju mobil mereka.


Dua orang itu terlihat masuk ke dalam mobil, dan kemudian menutup pintu.


Blam!


"Kau sudah tenang sekarang?" tanya Ardian pada istrinya.


Istrinya hanya bisa mengangguk, meski ada sedikit rasa sesak di hatinya perihal pernikahan sang kakak dengan wanita bernama Visha itu.


"Jadi, Visha itu teman dekat Hana?"


Ardian mengangguk saja, sekarang tidak ada lagi yang harus dia sembunyikan pada istrinya, semuanya harus dia beritahu pada Naira..


"Aku tidak pernah menyangka, kalau Kak Allianz akan melakukan hal menjijikan seperti ini pada Kak Hana..." ucap Naira dengan penuh kekecewaan.


"Sudahlah," membelai rambut istrinya dengan lembut, "jangan terlalu di buat pusing, itu kan urusan mereka, sekarang yang terpenting adalah, kau jaga kandungan kamu, dan jangan buat anak kita kelelahan karena otak kamu itu.."


"Baiklah, aku mengerti, yang penting, untuk sementara waktu, biarlah rahasia pernikahan Kaka Allianz dan Visha tidak di ketahui oleh Hana dulu, begitu, kan, maksud kamu?"


Tanya Naira pada sang suami..


"Istriku yang pintar.." Sambil mengelus rambut Naira dan tersenyum padanya, "baiklah, sekarang kau harus makan! ini sudah hampir malam, janji kamu, kau akan makan setelah mengunjungi Hana, jadi sekarang tepati janji kamu itu!"


"Aku tidak menolak, lagi pula aku juga lapar!! ayo kita makan yang banyak!!"


Keduanya tersenyum dan kemudian melajulah mobil Ardian keluar dari sana, dan menuju ke arah jalan raya.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Jadi dia itu adik kamu?" tanya Visha pada Allianz.


"Iya, dan yang laki-laki itu, suaminya," ucap Allianz pada Visha di sofa ruang tengah.


"Jadi Ardian yang menjadi CEO di perusahaan itu, ternyata adik ipar kamu?"


"Iya, memangnya kenapa si?" tanya Allianz pada Visha.

__ADS_1


Wah, padahal jabatan dia dan kekayaan dia sudah tersohor di seluruh penjuru kota, tapi bisa-bisanya dia tidak menolong Allianz yang masih rendahan ini!


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2