
"Sasa sudah tidur."Tanya Zillan ketika ia sedang bersandar di atas ranjang sedang main ponselnya dan melihat Dania masuk ke dalam kamar mereka.
"Sudah Mas."Ucap Dania dan naik ke atas tempat tidur.
"Sayang sini,Mas peluk."Ucap Zillan meminta Dania duduk lebih dekat dengannya lalu Dania pun menurutinya dan Zillan pun memeluknya.
"Terima kasih ,Sayang.Kamu sudah merawat Sasa dengan baik.Mas sangat bersyukur pada saat itu Sasa tidak membenci Mas,menerima Mas dan sudi memanggil Mas dengan sebutan Papi."Ucap Zillan.
"Mas harus berterima kasih kepada Nelson,karena sejak Nelson tahu saya hamil ia sangat merawat saya dengan penuh hati-hati dan saat Sasa lahir Nelson juga yang membantu saya merawat Sasa karena saya tidak leluasa bergerak."Ucap Dania merebahkan kepalanya di bidang dada Zillan.
"Mas tahu,jika bukan karena Nelson yang selalu menyemangati saya,mungkin selamanya kita tidak akan pernah bertemu kembali, Nelson selalu berkata kepada saya anak yang di dalam perut saya adalah anugrah dari Tuhan untuk saya,hadiah Tuhan untuk saya,dan Tuhan mempercayakan saya untuk merawat anak yang saya kandung.Bukankah selama ini kita selalu menunggu kehadiran seorang dan kini Tuhan telah memberikan kepada saya seorang anak,Nelson selalu menyemangati saya agar jangan begitu mudah putus asa dengan apa yang sudah saya alami.Demi anak yang saya kandung saya harus berusaha bangkit kembali, Nelson selalu membantu saya agar saya bisa bangkit kembali.Saat Nelson tahu saya hamil ia selalu memberikan susu hamil untuk saya,membelikan makanan yang bergizi untuk janin saya dan setiap bulan membawa saya pergi cek kandungan.Saat Sasa sudah mau lahir dia lah di samping saya yang menemani saya ketika melihat Sasa sudah lahir Nelson sangat senang ,setiap hari jika Nelson tidak sibuk Nelson akan menemani saya merawat Sasa.Nelson sangat menyanyangi Sasa walaupun Sasa bukan anak kandungnya."
"Mas tahu,bahkan saat tengah malam ketika Sasa nangis minta di gendong atau popoknya basah atau Sasa ingin minum susu semua Nelson yang lakukan sendiri.Menggendong Sasa sampai tidur ,menggantikan popok Sasa agar Sasa nyaman dan membuatkan Sasa Susu.Bukan begitu saja Nelson juga merawat saya yang lumpuh,Nelson sangat sabar menghadapi saya yang kadang tidak bisa menahan emosi sendiri, Nelson juga sangat sabar melatih saya agar saya bisa berjalan kembali.5 tahun Nelson selalu merawat saya dan Sasa dengan baik,tidak membiarkan kami kekurangan apa pun ."Ucap Dania meneteskan air matanya ketika mengingat semua yang di lakukan oleh Nelson kepadanya dan Sasa.
"Maaf Sayang,Mas tidak melindungimu dengan baik dan membuatmu menderita."Ucap Zillan menyeka air mata Dania dengan ibu jarinya sebelah kiri dan kanan.
__ADS_1
"Bukan minta maaf dengan saya saja Mas,tapi minta maaf kepada Nelson juga karena selama 5 tahun ini Mas sudah sangat mereportkan Nelson merawat istrimu dan anakkmu."Ucap Dania.
"Iya.. Mas akan cari kesempatan menghubunginya dan meminta maaf kepadanya."Ucap Zillan dan di angguk oleh Dania.
"Sayang.."Panggil Zillan tiba-tiba mengingat sesuatu .
"Hmm."
"Apakah saat Nelson merawat Sasa di malam hari dia...Dia tidur di dalam kamarmu."Tanya Zillan dan di angguk oleh Dania.
"Iya ..Setiap malam Nelson tidur di kamarku karena saya tidak leluasa bergerak jika Sasa membutuhkan sesuatu oleh karena itu Nelson tidur di kamarku ,tetapi tidak seperti yang Mas pikirkan kok."Ucap Dania menahan senyumnya karena ia tahu Zillan sedang cemburu.
"Alasan kali ingin tidur di kamarmu agar bisa membantumu merawat Sasa,padahal kenyataannya ingin satu kamar denganmu deh.Kan boleh minta baby sister yang menemanimu tidur."Ucap Zillan dengan tidak suka.
"Mas, kamu ini ngomong apaan sich.Kan karena Nelson sangat menyanyangi Sasa jadi ia ingin sendiri merawat Sasa."Ucap Dania membela Nelson.
__ADS_1
Zillan yang melihat Dania membela Nelson dan kesal terhadapnya ia pun menyudahi percakapan mereka.
"Baiklah, Mas salah.. Jangan kesal lagi dong."Ucap Zillan dan Dania mengabaikannya lalu merebahkan dirinya dan ingin segera tidur.
"Sayang.."Panggil Zillan.
"Hmm."
"Bikin adek untuk Sasa ,yuk."Bisik Zillan di telingan Dania dan tangannya pun sudah mulai nakal lalu membuat Dania membukakan matanya.
"Mas.."Belum habis Dania berkata Zillan langsung menempelkan bibirnya dengan bibir Dania dan terjadi lah malam yang di inginkan oleh Zillan.
Terima kasih sudah baca Novel Author sampai bab sini,semoga suka terus ya dengan cerita ini .. 🙏🙏🙏
Dan terima kasih sudah dukung Author...🤗🤗🤗
__ADS_1
Jangan lupa klick Like,favorit,hadiah,vote dan comment ya..Terima kasih...🙏🙏🙏