Istri Yang Hilang

Istri Yang Hilang
#Jangan Tersenyum Seperti Itu


__ADS_3

Aku merasa ada yang tidak beres dengan semua ini! apa yang sebenarnya terjadi?


"Kau akan ikut aku pulang, kan?" laki-laki itu kembali membuat Hana kesal.


"Dengar Morgan! aku tidak pernah menulis surat itu! lagi pula aku sudah kembali dengan suami aku, mana mungkin aku akan menikah dengan kamu!" ucap Hana terdengar sangat menohok.


"Apa maksud ucapan kamu? apa yang sedang kamu bicarakan? kau akan membiarkan aku pulang tanpa kamu? tidak akan Hana! kau harus pulang dan menikah denganku! aku tidak akan pernah melepaskan kamu!" dia sangat memaksa.


"Morgan, jangan gila! kau bahkan tidak tahu kalau aku ini sudah punya suami! diamlah, dan jangan banyak berulah! pulang saja ke kota kamu, dan jangan ganggu hidup aku lagi!"


Masih banyak teka-teki tentang kepergian Visha, laki-laki ini malah justru menambah beban pikirannya.


Huhh!


Sebenarnya ada masalah apa yang terjadi pada Visha?


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Berita terkini!


Pencurian terjadi di bank nasional Kota S baru saja terjadi, dan kami mendapat kabar kalau jumlah uang yang di perkirakan telah berhasil di bawa lari oleh pencuri tersebut, sekitar 3,3 milyar!


Jumlah yang sangat fantastis! bahkan para anggota polisi sendiri merasa heran, kenapa bisa terjadi pencurian besar-besaran seperti ini di bank tersebut!


Di ketahui pencuri ini bukanlah pencuri biasa, dia sangat handal dan licik, sehingga kamera pengawas dan para anggota penjagaan pun bisa dia kelabui..


Sekian berita terkini dari kami.......


"Hem, ini cukup bagus! juga sangat mewah! bagaimana dengan harganya?" wanita itu sedang asik memilih mobil di dealer mahal yang letaknya berada di dekat pusat kota.


"Yang ini hanya sekitar 1,5 milyar! tapi ini sudah cukup bagus untuk bergaya pada saat liburan," ucap sang penjual.


"Kau benar," ucap Visha sambil mengangguk.


Di sakunya, dia masih mengantongi uang 3,3 milyar, bisa untuk membayar mobil ini, dan sisanya untuk mencari rumah kecil, rasanya sudah cukup bagus, apa lagi, dia masih punya sisa uang lima ratus juta sisa penjualan baju yang di berikan oleh Hana padanya.


Huhh!


Mendadak dia jadi orang yang sangat kaya. Tapi sebelum dia melancarkan aksinya, seharusnya dia juga punya pekerjaan yang bagus untuk menyambung hidup. Uang ini tidak boleh dia hambur-hamburkan hanya untuk membeli hal seperti ini saja, lebih baik, kalau dia punya pekerjaan yang bagus.


Tapi sayang seribu sayang, dia tidak punya pendidikan apapun kecuali SMA, dan itu cukup menyulitkan Visha untuk mencari pekerjaan yang bagus.

__ADS_1


Setelah lama dia berperang dengan hatinya, akhirnya dia mengangguk tanda dia telah setuju untuk mobil tersebut.


"Baiklah, 1,5 milyar, untuk mobil ini," ucapnya pada pria di depan matanya.


"Deal?" mengulurkan tangan.


"Deal!!" membalas uluran tangan sang pria, menjabatnya dengan wajah penuh kepuasan.


Dan akhirnya mobil seharga 1,5 milyar itu berhasil dia kantongi, dan hal itu cukup membuat senyuman di bibirnya mengembang puas. Setidaknya dia tidak harus selalu mengeluarkan uang hanya untuk pergi kesana kemari.


Vroooooommmmmmm..


"Wohowwwwwww!!!!"


Kini hidupnya berubah sangat drastis, menjadi wanita yang tampil dengan gaya yang cukup elegan dan mewah.


"Setidaknya aku tidak lebih buruk darimu, Hana!! hahahaha...."


Tawanya selepas burung merpati yang terbang bebas di langit yang tinggi. Dia merasakan indahnya kehidupan dari uang hasil pencurian di bank yang berhasil dia lakukan tadi pagi.


Sejujurnya bukan karena dia ahli dalam melakukannya, tapi memang nasib sedang berkata baik padanya.


Lama tidak melakukan pencurian semacam itu, membuat dia awalnya merasa takut saat hendak memulainya.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


"Bagaimana hasilnya?" tanya Ardian pada dokter Andrew selepas memeriksa kondisi dan perkembangan Naira.


"Cukup bagus, kita bisa melanjutkan untuk memberikan penawar ini," ucap Dokter Andrew setelah dia terduduk di hadapan Ardian.


"Aku bahkan sudah tidak merasakan sakit di kepalaku lagi sejak tiga hari lalu, aku pikir, itu pertanda yang bagus." Ucap Naira sambil membersitkan senyum manisnya.


"Jangan senyum semanis itu," bisik Ardian di telinga istrinya.


"Ah? memangnya kenapa?" bingung, "kenapa aku tidak boleh tersenyum?"


"Nanti dokter Andrew bisa jatuh cinta sama kamu.."


"Cih! yang benar saja! apa gunanya untukku?"


"Mungkin aku harus menyuntikkannya selama tiga bulan berturut-turut, tidak harus selalu di rawat, kau hanya akan mendapatkan suntikan saja, lalu setelah itu, kembali pulang!" ucap Dokter Andrew membuat hati Naira lega.

__ADS_1


"Baguslah, kalau begitu," ucap Ardian juga lega.


"Nyonya Naira ini bisa melawan racun itu dengan baik, dan kalau dia bisa menunjukkan perkembangan yang lebih lagi, mungkin hanya membutuhkan waktu dua bulanan untuk membuat Nyonya pulih seperti semula, apa anda sudah mulai mengingat hal-hal yang besar dan paling berkesan dalam hidup anda? mungkin seperti, saat menikah, atau melahirkan putra anda?" tanya Dokter Andrew pada Naira.


"Um, aku hanya mengingat, mungkin saat aku berada di rumah sakit, dan ada seorang pria yang tertidur di ranjang, tapi aku sungguh tidak tahu apa yang membuat aku berada di sana.." mencoba mengingat lagi.


"Itu menunjukkan sudah terjadi perkembangan yang bagus, dan kalau masih belum terlalu mengingat, maka jangan terlalu di paksakan, karena ingatan itu akan kembali dengan sendirinya nanti," ucap Dokter Andrew.


"Baiklah, jadi intinya kondisi istri saya sudah mulai membaik, kan, Dok?!" tanya Ardian nampak tidak sabar untuk segera keluar dari sana.


"Sejauh ini perkembangannya cukup bagus, kembali lagi kesini dua Minggu lagi, mari kita suntikkan lagi penawarnya setelah dua Minggu," ucap Dokter Andrew pada pada Ardian.


"Baiklah, kalau begitu, terima kasih, atas waktunya.." ucap Ardian sambil berdiri dari kursinya.


Berjabat tangan..


"Sama-sama," jawab Dokter Andrew dengan ramah.


"Terima kasih Dokter, terima kasih atas waktunya," Naira pun terlihat tersenyum ramah.


Setelah itu, keduanya terlihat beranjak pergi dari ruangan Dokter Andrew, menuju ruang persalinan tempat Luzia akan melahirkan.


"Sudah aku katakan, jangan menebar senyum kamu sembarangan, nanti dia bisa tergoda olehmu!" ucap Ardian dengan nada datar.


"Kau cemburu? kau marah padaku? apa kau sungguh tidak ingin aku tersenyum pada siapapun selain kamu?"


Pak!


Menepuk jidat Ardian, "aw?!" tapi malah tangannya yang sakit akibat memukul jidat pria itu.


"Sakit kah?" tanya sang suami sambil melihat tangan Naira.


"Kau cemas padaku!?" dia malah masih sempat meledek suaminya.


"Ah?" menatap sang istri.


"Aku tahu kau cemas, jangan malu mengatakannya, kau tidak akan bisa berbohong di depanku," ucap Naira sambil tersenyum.


"Aish! tentu saja aku cemburu, kau tersenyum seperti itu pada Dokter Andrew," dia nampak marah.


"Jadi.... kau sedang merasa cemburu?"

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2