Istri Yang Hilang

Istri Yang Hilang
Ep 59 Zillan dan Sasa


__ADS_3

Setelah makan Nelson pun membawa Dania ke ruangan tempat Sasa terbaring di sana menggunakan kursi roda.Saat sampai di sana Dania melihat Ayah mertuanya dan Kenzy berdiri di luar ruangan Sasa dengan panik lalu Zillia pun segera berlari ke sana mendekati ayahnya dan Kenzy.


"Ayah , apa terjadi sesuatu dengan Sasa."Tanya Zillia kepada ayahnya dan ayahnya pun mengangguk kepalanya.


Dania melihat ayah mertuanya mengangguk kepalanya pun ikut panik.


"Apa yang terjadi dengan Sasa ,ayah."Tanya Dania dengan khawatir dan langsung beranjak dari tempat duduk kursi rodanya dan berjalan dengan pelan mendekati ayahnya mertuanya.


"Dania."Ucap Estu dan Kenzy dengan terkejut karena Dania sudah sadar.


"Akhirnya kamu sadar, Nak."Ucap Estu dengan senang lalu ia pun memeluk Dania dengan kasih sayang.


"Apa yang terjadi dengan Sasa, Ayah."Tanya Dania lagi dan masih dalam pelukan ayah mertuanya.


"Ayah tidak tahu apa yang terjadi dengan Sasa,saat tadi baru ke sini Ayah melihat beberapa Dokter berlari masuk ke dalam dengan panik."Ucap Estu setelah melepaskan pelukan dengan Dania.


"Sasa,,Hiks.."Ucap Dania berjalan mendekati kaca jendera yang sudah di tutupi oleh perawat dan tidak bisa melihat keadaan Sasa.


"Sasa..Hisk..Kuatkanlah dirimu dan berjuanglah untuk Mamy, Sasa..Hisk.."Ucap Dania dengan sangat khawatir.


"Mamy mohon Kuatkanlah dirimu..Hisk..Dan berjuang untuk Mamy, Sasa.. Hisk... Hisk."Ucap Dania lagi.


"Tenanglah Dania, Sasa tidak akan terjadi apa-apa dia akan kuat dan akan berjuang untukmu."Ucap Nelson menenangkan Dania dan memeluk Dania dengan kepala Dania di bidang dada Nelson.

__ADS_1


Bukan Nelson ingin bersikap tidak sopan di depan Estu memeluk menantunya tetapi Nelson hanya ingin menenangkan sahabatnya ini dan Estu pun akan mengerti hal ini, mungkin Dania juga memerluka orang yang paling dekat dengannya menenangkannya, seperti saudara kandung sendiri dan Nelson lah yang selalu ada untuk Dania.


"Nelson..Hisk..Hisk..Nel...Hisk."Panggil Dania kepada Nelson dan juga memeluk Nelson dengan erat.


Sebenarnya walaupun tahu yang Dania cintai adalah kakaknya tetapi melihat Nelson memeluk Dania begitu erat dan menenangkan Dania dengan sikap lembutnya, Zillia masih tetap merasa sedikit cemburu karena Zillia tahu Nelson masih mencintai Dania.


Begitu juga dengan Aruna yang berdiri di sana pun merasa cemburu melihat Nelson memeluk wanita lain.


Lalu tak berselang lama dokter pun keluar dari ruangan Sasa.


"Bagaimana dengan cucu saya ,Dokter."Tanya Estu tidak sabaran dengan rasa khawatir.


"Tenanglah, pasien sudah tidak apa-apa dan ia sudah melewati masa kritisnya.Sebentar lagi akan di pindahkan ke ruang perawatan."Ucap Dokter yang menangani Sasa tadi.


"Apakah kamu sudah dengar Dania, Sasa sudah melewati masa kritisnya dan ia baik-baik saja."Ucap Nelson yang masih memeluk Dania.


"Terima kasih dokter, terima kasih."Ucap Estu dengan sangat senang dan memegang kedua lengan dokter.


"Sudah tugas saya sebagai dokter,Tuan...Baiklah kalau begitu saya permisi dulu."Ucap Dokter dan berlalu pergi dari sana.


Lalu kain jendera kaca itu sudah di buka oleh perawat yang di dalam sana dan beberapa perawat yang ada di dalam sana merapikan semua alat medis dan akan memindahkan Sasa ke ruangan perawatan.


Dania melepaskan pelukannya dari Nelson dan tangannya memegang kaca jendera itu.

__ADS_1


"Sasa,,My Princes..Terima kasih sudah berjuang untuk Mamy..Hisk..Terima kasih, Sasa.. Hisk...Hisk."Ucap Dania dan membuat Nelson kembali memeluknya dan menenangkannya lagi.


"Sudahlah Dania, jangan nangis lagi ya,hm."Ucap Nelson dengan satu tangannya memeluk Dania dan satu tangannya lagi menyeka air mata Dania dengan lembut, seperti pasangan yang sangat menyanyangi orang di cintainya.


"Lan,jika kamu di sini saya rasa kamu pasti tidak bisa menahan dirimu melihat istrimu jatuh ke pelukan pria lain yang begitu menyanyangi istrimu."Batin Kenzy.


"Karena bukan kamu saja yang akan merasa cemburu,saya yang lihat saja sangat tersentuh dengan kelembutan Nelson terhadap istrimu."Sambungnya lagi .


Setelah Sasa sudah di pindahkan ke ruanganya perawatan, Zillia menjaganya di sana dan yang lainnya ke keruangan Zillan.


Saat masuk ke dalam ruangan Zillan mereka semua terkejut karena Zillan pun sudah sadar dan seorang perawat di sana sedang menggantikan infus Zillan.


"Zillan."Teriak Estu dan Kenzy.


"Ayah, Kenzy."Ucap Zillan dengan pelan.


"Mas."Panggil Dania dan membuat Zillan langsung menoleh ke arah Dania.


"Dania."Ucap Zillan dengan pelan.


Jangan lupa klick like,favorit,hadiah, vote dan kommen ya ..🙏🙏🙏


Terima kasih juga sudah dukung Author dengan terus baca Novel Author ini..🤗🤗🤗

__ADS_1


Dan maaf ya jika terdapat banyak typo yang Salah 🙏🙏🙏


__ADS_2