
Satu hari lagi adalah hari ulang tahun Sasa. Dania ingin tidak ingin merayakan ulang tahun Sasa di hotel, restaurant atau pun di rumah mewah mereka tetapi Dania ingin merayakanya di panti asuhan di mana ia dan Zillan pertama kali bertemu beserta bersama anak-anak panti asuhan dan rekan-rekan bisnis Zillan.
Bukan tanpa alasan Dania merayakan hari ulang tahun Sasa di panti asuhan mungkin setelah merayakan ulang tahun Sasa di sana nanti akan bertambah banyak donatur untuk panti asuhan ini.
"Sudah deh Sayang,kamu duduk saja ya di sini jangan banyak bergerak biar mereka yang mengurusnya,,lagian sini banyak yang bantu untuk menghias decorasinya.Kamu jangan sampai kecapetan."Ucap Zillan seperti biasanya sangat overprotective sama Dania.
"Ya ampunn Mas,baru juga saya berdiri sini untuk melihat-lihat belum melakukan apa pun juga."Ucap Dania.
"Sudah jangan protes pokoknya kamu harus diam di sini kalau ngak kita adakan di hotel mewah aja biar semuanya di siapin oleh karyawan hotel atau di DZ restaurant."Ancam Zillan.
"Sudah lah Dania ,kamu dengar aja suamimu itu jangan kecapetan.Kasihan anakmu ikutan capek nanti."Ucap Nelson tiba-tiba duduk di sebelah Dania dan membuat Zillan kesal.
"Apakah tidak ada tempat lain untuk kamu duduk , kenapa duduk dekat-dekat sini sich,dekat dengan istriku lagi pula."Ucap Zillan membuat Nelson terkekeh menggelengkan kepalanya.
"Dasar posesif."Ucap Nelson dan membuat Dania tersenyum.
"Kak Nelson,nich minum dulu airnya."Panggil Zillia dan menyerahkan air minum kepada Nelson.
__ADS_1
Zillan yang melihat tingkah adiknya begitu baik dengan Nelson ia pun mengernyitkan keningnya dan berkata "Kok hanya dia saja kamu kasih,terus kakak dan Dania ngak."
"Hehehe..Maaf ,Lia cuma bawa satu saja kak."Ucap Zillia.
"Ya udah sana ambil lagi untuk kakak dan Dania."Ucap Zillan santai.
"Astagaaa Mas, kenapa tidak kamu ambil saja untuk saya kan di sana saja."Ucap Dania dan menunjukkan di mana terletaknya air minum.
"Gak pa-pa Dania,jika Zillan tidak mau ambilkan untukmu,biarkan saya saja yang..."
"Sudah,kamu diam saja saya yang akan ambil kan untuk istriku."Ucap Zillan memotong perkataan Nelson yang belum habis di ucapkan oleh Nelson.
"Bagaimana perkembangan bayimu,Dania."Tanya Nelson kepada Dania.
"Baik-baik saja Nel.Oh ya..Terima kasih ya makanan yang bergizi yang kamu kirimkan untuk bayi ini."Ucap Dania mengelus perutnya yang sudah mulai buncit.
"Sama-sama.Oh ya..Apakah sudah tahu jenis kelaminya."Tanya Nelson lagi .
__ADS_1
"Belum ,mungkin bulan depan baru bisa melihatnya."Ucap Dania lagi.
"Sayang,,ini minum."Ucap Zillan yang sudah kembali dari mengambil air minum untuk Dania.
"Maaf semuanya mengganggu,Hmm..Pak Nelson barang-barang yang Pak Nelson pesan sudah datang,Pak."Ucap Aruna.
"Baiklah kalau begitu saya pergi cek dulu ya,permisi ."Ucap Nelson dan di angguk oleh Dania dan Zillan.
"Zillia, apakah kamu menyukai Nelson."Tanya Zillan tiba-tiba ketika Nelson dan Aruna sudah pergi dari sana.
"Hah.. Kenapa kakak tanya begitu."Tanya Zillia dengan terkejut lalu ia pun menoleh ke arah Dania dan Dania pun mengakat bahunya dengan tersenyum.
"Perasaan kakak saja"Ucap Zillan.
Sebenarnya Zillan bukan tidak tahu jika Zillia dengan diam-diam menyukai Nelson,pernah sekali saat Zillia ke rumahnya bercerita dengan Dania tentang Nelson dan Zillia pun mengaku kepada Dania bahwa ia menyukai Nelson dan pada saat itu Zillan mendengar semua ucapan mereka.
"Kalau Zillia menyukai Nelson apakah kamu akan setuju ,Mas."Tanya Dania tiba-tiba dan membuat Zillia langsung menoleh kearah Zillan.
__ADS_1
Zillia sangat berharap Zillan akan setuju jika Nelson juga menerima cintanya dan tanpa mereka sadari Nelson sedang berdiri di sana mendengar semua perkataan mereka.Nelson kembali ke sana ketika ia sadar ponselnya ketinggalan di sana.