
Sudah seminggu Azelea keluar dari rumah sakit dan semenjak keluar dari rumah sakit ia selalu menghabiskan waktunya di dalam kamarnya.
Dan sekarang di dalam kamarnya Azelea sedang melihat media sosial instagram milik Zillan.Baru saja Zillan memposting kebahagianya bersama keluarga kecilnya dengan captions [Terima kasih Tuhan,karena engkau telah mengembalikan kebahagian ku.]
Azelea yang melihat postingan dan captions dari Zillan ia mengenggam ponselnya dengan erat.
"Dania Wijaya,kenapa pada saat itu kamu tidak mati."Ucap Azelea dengan penuh kebencian terhadap Dania.
"Jika pada saat itu kamu mati, Zillan tidak akan memperlakukan saya seperti ini.Gara-gara kamu,semua gara-gara kamu wanita j****g."Sambungnya lagi dengan semakin emosi.
Lalu Azelea menutup aplikasi Instagramnya dan menelepon seseorang di seberang sana.
"Bagaimana,apakah kamu sudah menemukan orang yang mau melakukannya."Tanya Azelea kepada seseorang di seberang sana.
"Bagus,saya akan menghubungi orang itu dan kirimkan saya nomor ponselnya."Ucap Azelea dengan hati yang senang lalu ia pun segera menutup panggillan teleponnya.
"Bersenang-senanglah dulu ,Dania Wijaya.Karena kematianmu sudah mendekati mu."Ucap Azelea dengan senyum jahatnya.
Sementara di belahan dunia lain, Nelson juga sedang melihat postingan instagram milik Zillan yang lewat di berandaran instagramnya.Hatinya terasa sesak melihat kebahagian keluarga kecil Zillan.
__ADS_1
Dania dan Sasa selama 5 tahun ini hidup bersamanya dan berbahagia bersamanya,tetapi sekarang tinggal ia sendirian di Amerika.
"Berbahagialah selalu,Dania.Jika kamu bahagia saya juga akan bahagia."Ucap Nelson dengan tersenyum.
Lalu ia membuka salah satu laci di mejanya mengambil sebuah kotak berwarna merah dan dalam kotak itu berisi sebuah cincin.Sebenarnya Nelson sudah lama memberi cincin untuk Dania dan cincin itu ia berencana ingin melamar Dania ketika Dania pulang dari Jakarta bersamanya ke Amerika lagi.Tetapi kenyataannya semuanya tidak sesuai dengan rencananya.
"Jika pada saat itu saya tetap tidak mengizinkanmu kembali ke sana,apakah kamu sekarang akan menerima lamaranku,Dania."Ucap Nelson menatap cincin yang ada di tangannya.
"Kalau bilang nyesal,saya memang menyesal telah mengizinkanmu kembali ke sana karena pada akhirnya kamu kembali ke sisi Zillan,tetapi mungkin saya akan lebih menyesal jika tidak mengizinkanmu kembali ke sana.Karena jika pada saat itu kamu tidak kembali ke sana kamu tidak akan pernah tahu kebenaran yang sebenarnya dan hatimu akan selalu menyalahkan atau membenci orang yang tidak bersalah selamanya dan suatu hari juga akan membuat mu menyesal."Sambungnya lagi.
"Aku merindukanku ,Dania.Sangat."Ucap Nelson mengelus cincin itu dengan ibu jarinya.
Keesokan harinya setelah sampai Di perusahaannya di lobby Nelson bertemu dengan Aruna sedang menunggu lift bersama karyawan lain lalu ia pun meminta Aruna naik ke dalam lift khusus para petinggi bersamanya.Sudah seminggu juga Aruna menjadi sekretarisnya dan kakak sepupunya ,Siska.Sudah mengambil cuti.
"Iya Pak."Jawab Aruna.
"Apalagi menghadapi boss seperti mu ,Pak Nelson."Batin Aruna.
"Kamu tidak lagi umpat saya di hatimu kan."Tanya Nelson tiba-tiba.
__ADS_1
"Hah..Ke.. Kenapa Pak Nelson bertanya begitu."Ucap Aruna dengan terbata-bata dan membuat Nelson menolehnya dengan menyepitkan matanya lalu mendekatkan badan ke Aruna dan dengan reflesk Aruna pun melangkah mundur jika Nelson semakin dekat dengannya.
"Kamu begitu gugup, jangan-jangan kamu benar-benar memgumpatku di dalam hatimu ."Tanya Nelson dengan dingin dan kedua tangannya masuk ke dalam saku celananya ketika badan Aruna sudah menyentuh dinding lift.
"Ngak kok.. Saya hanya..Hanya tiba-tiba terkejut saja ketika bapak merasa saya mengumpat bapak."Ucap Aruna berusaha bersikap tenang.
Ting....Pintu lift terbuka dan Nelson pun berjalan keluar tetapi sebelum benar-benar berjalan keluar dari dalam lift Nelson berkata kepada Aruna "Bekerjalah dengan baik-baik."Lalu Nelson pun melangkahi kakinya masuk ke dalam ruanganya.
Aruna yang juga sudah keluar dari dalam lift mengelus dadanya dan berkata "Dasar boss mesum."
"Apakah boss bisa melihat pikiran orang ya,kok tahu kalau saya mengumpatnya."Batin Aruna.
Sementara di dalam ruangan CEO.Nelson tersenyum-senyum sendiri ketika mengingat tingkah Aruna di dalam lift tadi.
"Sungguh menyenangkan pagi-pagi gini bisa mengerjain wanita itu."Batin Nelson dengan tersenyum.
"Sungguh bisa menghiburku."Sambungnya lagi dengan tersenyum.
Jangan lupa klick like,favorit,hadiah, vote dan kommen ya ..🙏🙏🙏
__ADS_1
Terima kasih juga sudah dukung Author dengan terus baca Novel Author ini..🤗🤗🤗
Dan maaf ya jika terdapat banyak typo yang Salah 🙏🙏🙏