Istri Yang Hilang

Istri Yang Hilang
Ep 43 Azelea bangun dari koma.


__ADS_3

Sudah satu minggu Dania dan Sasa tinggal di Villa bersama Zillan dan hari ini Nelson akan kembali ke Amerika untuk mengurus perusahaannya di sana.


"Daddy...Kenapa Daddy halus pulang ke Amelika sich."Ucap Sasa dengan cemberut.


"Sayang,, perusahaan Daddy ada di sana.Nanti kalau sudah ada yang bantu Daddy mengelola perusahaan di Amerika sana Daddy akan kembali ke sini lagi ,Okey."Ucap Nelson kepada Sasa.


"Daddy...Nanti kalau Sasa kangen Daddy gimana."Tanya Sasa kepada Nelson.


"Sasa bisa video call sama Daddy kok pakai ponsel Mamy."Ucap Nelson.


"Daddy.."Panggil Sasa kepada Nelson dan memeluk erat Nelson tidak ingin Nelson pergi ke Amerika.


"Sasa harus jadi anak yang baik dan patuh ya.Daddy akan kangen sasa di sana."Ucap Nelson juga memeluk erat Sasa.


"Iya Daddy,, Sasa juga akan kangen Daddy di sini."Ucap Sasa.


"Nel.."Panggil Dania lalu Nelson pun berdiri dari jongkoknya dan melepaskan pelukan dari Sasa.


Lalu Dania berjalan mendekati Nelson dan memeluk Nelson.Zillan yang berdiri di dekat sana menatapnya tidak suka dan Nelson tersenyum melihat sikap posesifnya Zillan terhadap Dania lalu ia pun memeluk erat Dania.


"Terima kasih..."Ucap Dania kepada Nelson.

__ADS_1


"Untuk.."Tanya Nelson kepada Dania.


"Untuk semuanya."Ucap Dania.


"Berjanjinlah kepada ku,kamu harus bahagia.Jika suatu hari kamu merasa tidak bahagia datanglah kepada ku,aku akan membahagiakan mu dan Sasa."Ucap Nelson tanpa peduli tatapan Zillan yang menatapnya tidak suka karena memeluk istrinya dengan erat dan juga berbicara seperti itu.


Lalu Zillan pun segera menarik Dania dan melepaskan pelukan Dania dari Nelson.


"Kamu tenang saja,Aku pasti bahagiakan Dania dan Sasa karena mereka adalah keluarga kecil ku."Ucap Zillan kepada Nelson dan merangkul pinggang Dania dengan posesif.


"Aku akan pegang kata mu itu dan jangan lupa apa yang pernah Aku katakan kepada mu."Ucap Nelson kepada Zillan.


Setelah sehari Dania berkata kepada Nelson ia dan Sasa akan kembali ke sisi Zillan lalu keesokan harinya Nelson ke perusahaan ZZ group mencari Zillan.


*Flashback on*


"Baik-baiklah jaga Dania dan Sasa,jika suatu hari kamu menyakitinya lagi aku tidak akan membiarkan Dania kembali kepada mu lagi dan aku akan membawa mereka pergi dari sini."Ucap Nelson memperingati Zillan.


"Tenanglah aku tidak akan menyakitinya lagi dan aku tidak akan memberi mu kesempatan untuk membawa mereka pergi dari ku."Ucap Zillan .


"Baik,aku akan pegang kata-kata mu itu."

__ADS_1


"Tentu."


"Kamu tahu..Jika pada saat itu Dania tidak mengetahui kehadiran Sasa ia benar-benar tidak ingin hidup lagi.ia merasa suami yang ia cintai menyakitinya begitu dalam.Tidak percaya kepadanya,menyakiti hatinya dan juga ingin kematiannya.Syukur saja saat itu Dania tahu ia sedang mengandung Sasa dan berusaha bangkit kembali jika pada saat itu tidak ada kehadiran Sasa mungkin hari ini aku akan tunjukkan nisannya kepada mu."


"Terima kasih..Karena selama ini kamu sudah merawat Dania dan Sasa dengan baik."


"Tidak perlu berterima kasih kepada ku karena aku merawat mereka untuk diriku sendiri."


*Flashback Off*


"Baiklah kalau begitu aku akan pergi dulu." Ucap Nelson saat melirik jam di pergelangan tangannya dan sebentar lagi pesawat yang ia tumpangin akan segera lepas landas.


"Daddy."Panggil Sasa kepada Nelson dan Nelson kembali memeluk dan mencium kepala Sasa sejenak lalu ia pun segera masuk dalam tanpa menoleh ke belakang lagi.


"Ayo..Pulang."Ucap Zillan setelah melihat Nelson sudah cek in dan masuk kedalam dan di angguk oleh Dania.


Sementara di rumah sakit Azelea yang sudah bangun dari komanya berteriak histeri karena ia tidak terima apa yang terjadi padanya.Kakinya lumpuh dan wajahnya mengalami goresan yang dalam dan satu hal yang sangat tidak Azelea terima adalah mendengar ibunya berkata Dania tidak meninggal,Nona Glenn yang mereka kenal itu adalah Dania dan sekarang Zillan dan Dania juga memiliki seorang putri yang sudah berumur 4 tahun.


"Dania Wijaya.Semua karena kamu,aku tidak akan membiarkan kamu bersama Zillan begitu saja.Jika aku tidak bisa bersama Zillan maka kamu juga tidak akan bisa bersamanya.Zillan hanya milikku siapa pun tidak boleh bersamanya.Jika aku tidak bisa bersamanya siapa pun tidak boleh bersamanya."Batin Azelea.


"Apa salahnya aku mencintaimu, Zillan.Kenapa kamu begitu kejam menyakiti ku."Sambungnya lagi.

__ADS_1


__ADS_2