Istri Yang Hilang

Istri Yang Hilang
#Sisi Kelam Yang Harus Di Alami Hana


__ADS_3

"Ya, dia sedang hamil!" ucap Ardian dengan seseorang di seberang, yang sudah bisa di pastikan itu adalah Dokter Andrew.


"Baiklah, tebakanku ternyata memang benar, dia sudah hamil!"


"Apa tidak berbahaya mengandung saat dalam tubuhnya masih ada sisa racun?" tanya Ardian terlihat cemas di dalam ruang kerjanya.


"Tidak, aku tidak akan membiarkan racun itu juga menyerang anakmu, lagi pula racunnya hanya tersisa sekitar 0,3 persen saja di dalam tubuh Naira, jadi aku jamin tidak akan mampu menyerang anakmu juga!"


"Baguslah, aku percaya denganmu, jadi tolong untuk bantu aku sebisamu!"


"Baiklah, aku harus kembali bekerja! sampai jumpa lagi!"


"Ya!"


Bip!


Sambungan di putus oleh Andrew, dan kini terlihat dengan jelas wajah Ardian yang mulai merasa lega mendengar penjelasan dari Andrew.


"Baguslah, kalau tidak apa-apa," ucap Ardian dengan lirih.


Dia menatapi ponselnya lagi, menarik beranda dan mencoba melihat sebuah notifikasi masuk, dan membaca sebuah berita dari artikel terbaru yang masuk di sana.


Kasus penembakan kembali terjadi! kali ini seorang pria yang menjadi korban, dia di identifikasi adalah seorang Tuan Muda yang berasal dari kota seberang, yang memiliki aset dan kekayaan terbesar ketiga di negara kita! pelaku langsung di ringkus oleh pihak kepolisian, yang menjadi bahan perbincangan dan konsumsi publik yang menarik yaitu, pelaku merupakan seorang wanita!


Di bawah artikel tersebut tergambar dengan jelas sosok Morgan yang di cap sebagai korban penembakan, dan sosok wanita yang kemudian di beri stempel, pelaku.


Jleger!!!!


"Hana!!"


Wanita itu Hana...


Ia terkejut setengah mati saat harus melihat berita mencengangkan ini. Bergegas saja dia mencoba menghubungi seseorang, tapi untungnya, Leon menghubungi dirinya lebih dulu.


Drrrttt Drrrttt


Bip!


"Jelaskan padaku apa yang telah terjadi!" ucap Ardian penuh penekanan.


"Situasi sangat darurat! Tuan Allianz tidak mengangkat panggilan dari kami, bahkan membalas pesan kami pun tidak!"


"Arkh!!!"


Bip!


Dengan cepat Ardian meraih jas hitam di kursi duduknya, dan bergegas keluar dari rumahnya menggunakan mobilnya.


Sang istri yang tengah asik bermain dengan Shi Yuan pun di buat bertanya-tanya perihal kecemasan yang terpasang di wajah suaminya.


"Ardian, ada apa?" tanya Naira langsung menyeka kepergian suaminya.

__ADS_1


"Tidak ada apa-apa, besok aku ceritakan, jangan menunggu aku, aku mungkin akan pulang malam.." Ucap Ardian berusaha tenang di depan sang istri, dia tidak mau membahayakan kandungan istrinya dengan memberinya banyak beban pikiran.


Situasi yang sekarang baginya sudah semakin rumit, apa lagi kalau sampai istrinya tahu soal Hana yang harus berurusan dengan pihak kepolisian.


"Apa ada masalah di kantormu?"


"Tidak ada, hanya sedikit urusan kecil, aku akan cerita besok, ya, jangan sampai tidur larut malam, kau harus menjaga bayi kedua kita.." Sambil mengelus perut istrinya.


"Baiklah, aku akan menurut, tolong jaga diri kamu, ya, jangan sampai anakmu ini menangis karena kau tidak menurut pada ibunya.."


"Iya, iya, baiklah, aku harus segera pergi!"


Cup!


Mengecup kening Naira.


"Bye, sayangku!!"


"Bye!!"


Melambaikan tangan tanda perpisahan.


Blam!


Pintu di tutup dengan sangat sempurna.


Di luar rumah, Ardian memberi tahu pada bodyguard yang berjaga di rumahnya untuk tidak membiarkan Naira melihat pemberitaan di ponsel.


"Jangan sampai Nyonya tahu berita besar mengejutkan ini, dia tidak boleh terguncang sedikitpun."


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


"Tapi, Nyonya! tuan harus pulang, dia harus membantu anda menyelesaikan semua yang terjadi di sini!!" ucap Zarren dengan kesal.


"Menyelesaikan apa? sidang akan di selenggarakan besok pagi, dan itu akan langsung merujuk pada sidang vonis akhir, aku tidak bisa melakukan apapun selain menerima semua yang telah aku lakukan!"


"Tidak! kau tidak bisa berakhir di penjara!"


Zarren terlihat pergi meninggalkan Hana sendirian di dalam jeruji besi. Polisi memang sudah menangkapnya, dan memutuskan akan langsung menyelenggarakan sidang vonis akhir besok pagi untuk Hana.


Semua bukti dan saksi mata sudah lengkap, dan Hana telah terbukti bersalah, jadi tidak perlu menunggu lebih lama lagi untuk menjatuhi hukuman untuk Hana.


Tak tak tak tak


Di luar kantor polisi, saat Zarren mencoba untuk mencari Leon, dia kemudian berpapasan dengan Ardian, iya, ia menyuruh Leon untuk segera menghubungi Ardian dan mengatakan semua yang terjadi pada Hana malam ini.


"Di mana dia?" tanya Ardian dengan cemas.


"Tuan, Nyonya Hana akan langsung di sidang besok pagi, karena semua bukti dan saksi mata sudah lengkap!"


"Dasar gila! benar-benar suka merepotkan orang lain saja!!" umpat Ardian dengan kesal.

__ADS_1


Pria itu nampak mencoba menghubungi Allianz dengan ponselnya, tapi sayang sekali, dia pun tidak di hargai oleh Allianz juga di seberang sana, karena Allianz yang menang sedang asik berkeringat dengan istri mudanya.


"Kau juga! tidak bisakah kau mencemaskan istrimu meski hanya sedikit saja?" tanya Ardian dengan kesal. Lebih tepatnya dia tengah menggerutu.


"Tuan, ada yang ingin saya tunjukkan pada Tuan!" ucap Zarren dengan gugup.


"Apa yang ingin kau tunjukkan padaku?" tanya Ardian pada Zarren.


Zarren terlihat mengeluarkan ponselnya dari dalam saku, dan memperlihatkan sebuah video yang berdurasi satu menit dua puluh lima detik yang di kirim oleh Leon sore tadi.


"Astaga!" Ardian menutup mulutnya dengan rapat saat dia melihat sebuah video yang memperlihatkan sosok Allianz yang tengah asik menikmati tubuh wanita cantik di dalam sebuah kamar.


"Brengsek!" umpat Ardian pada kakak iparnya ini dengan kesal.


Dia langsung mengambil inisiatif, mengirim video itu melalui ponselnya, dan membiarkan Allianz sadar kalau dia telah mengetahui semuanya.


"Kau yang gila, tapi aku juga yang kena imbasnya!"


"Sekarang bagaimana tuan? apa yang harus kita lakukan untuk membebaskan Nyonya Hana dari penjara?" tanya Zarren pada Ardian.


"Bukti sudah lengkap, saksi mata juga ada, aku tidak bisa membuat dia tidak di penjara, mungkin hanya sedikit membantu meringankan hukuman dia saja!" ucap Ardian dengan wajah penuh sesal.


Hahh!


🌺🌺🌺🌺🌺🌺


"Ugh...."


Sementara itu, Allianz masih di buat sibuk dengan urusan ranjang bersama istri mudanya.


Dia tengah menikmati ujung permainan yang hampir membuat dirinya gila. Suara keganasan dalam permainan panjang mereka berdua amatlah keras, hingga terdengar dengan jelas di seluruh pojok kamar hotel.


Setelah sekian lama mereka bermain, akhirnya pelepasan itu terjadi. Cairan putih kental membuncah membasahi bibir V milik Visha, dan membuat panas terasa di area sana.


"Nikmat sekali..." Ucap Allianz sambil mengelus wajah istri mudanya.


Beranjaklah dia dari kasur nan empuk dan kini tinggal melihat sebuah kejutan yang akan membelalakkan kedua matanya.


Dia meraih ponsel di atas nakas, dan melihat beberapa pesan serta panggilan tak terjawab.


Ada pula pesan dari Ardian, yang menampilkan sebuah video singkat yang terjadi antara dirinya dan Visha.


"Sial!" namun hanya itu saja umpatnya.


Dia tetap membuka satu demi satu pesan masuk, dari Ardian, Leon, kemudian dari Zarren.


Tuan, Nyonya Hana masuk penjara!


.


.

__ADS_1


.


Deg!


__ADS_2