Istri Yang Hilang

Istri Yang Hilang
#Mulut Pedas Si Buaya Betina


__ADS_3

Pria itu tengah berdiri di jendela kamar Visha, dan menatap butiran-butiran air yang menimpa balkon lantai dua rumah Visha.


Dia termenung, ditemani air hujan yang mengguyur tempat itu dengan deras meskipun masih pagi begini, bahkan waktu masih menunjukkan pukul sepuluh pagi.


Allianz tidak masuk kerja, karena sebelumnya dia memang mengambil cuti untuk satu Minggu ke depan, juga Visha, pada mulanya mereka memang ingin berbulan madu di luar kota, hanya saja keadaan Hana yang sempat bermasalah dengan polisi memaksa mereka untuk membatalkan semua rencana bulan madunya.


Meskipun dia tidak pergi ke luar kota, tapi dia tidak punya keniatan untuk berkunjung ke lapas, untuk menemui istrinya.


Dia masih di buat mabuk oleh pesona istri mudanya, meski wanita itu masih belum mampu membuat dia jatuh cinta.


Namun godaan tubuh Visha membuat dia tidak mampu menolak, bahkan berpikir untuk menceraikan Visha pun tidak, lumayan, meski pada awalnya dia berniat menikahi Visha untuk membalas dendam, tapi sekarang, baginya Visha pemuas nafsu yang jauh lebih baik di banding Hana.


Dia tergerak, terkejut saat tangan mungil nan hangat mencoba meraba perutnya, dan kemudian memeluk pinggangnya dari belakang.


"Kau masih mencemaskan Hana?" tanya Visha dengan lembut.


Allianz masih saja bersikap agak dingin, karena biar bagaimanapun, dia masih saja mencintai istri pertamanya, dan belum mampu mencintai Visha untuk saat ini, tidak tahu untuk hari esok.


"Jangan terlalu memikirkan dia, ingatlah, kau masih punya aku, sebisa mungkin, aku akan berusaha jadi yang terbaik untukmu.."


Sayangnya Hana tak bisa tergantikan...


Benaknya, seolah menolak keras wanita itu menyentuh tubuhnya, hanya saja, dia tak semampu itu untuk menahan godaan.


Apa lagi wanita buaya itu sungguh sangat menggoda, membuat hasrat dia selalu bergairah, bak di bangkitkan oleh pesona lekuk tubuh Visha yang berliuk-liuk..


Allianz tak berbalik, wanita itu yang memposisikan diri untuk berhadapan dengan Allianz, mencoba membuat pria itu bergeming dan memandang tubuhnya.


"All, aku juga istri kamu, meski kamu masih belum mencintai aku, tapi aku yakin, kau akan mencintai aku suatu hari nanti, aku tahu hal itu akan terjadi.."


Visha meraba dada Allianz, dan mencoba menggodanya, memberi sentuhan nakal di ujung kecil dada Allianz, dan memelintirnya.


Sentuhan nakal Visha membuat seluruh bulu roma Allianz meremang, terasa amat menggoda, dan membuat libidonya mulai terasa liar.


Dia memejamkan mata, baginya tidak ada salahnya pula kalau menikmati istri mudanya di saat istri tua sedang mendapat masalah, toh, dia tidak ada hubungannya dengan pembunuhan yang di lakukan Hana pada Morgan.


Ya, tidak ada..


Jadi sekarang, menikmati istri mudanya, tidak ada yang salah..


Allianz semakin panas, di raihlah tubuh kecil Visha dan di rengkuhnya. Tak cukup sampai di situ, dia mulai ******* bibir Visha, dan memainkannya cukup dalam.


Tangannya mulai bergerak liar, menyingkap rok mini yang di kenakan Visha, dan memainkan bagian bawah wanita itu hingga menciptakan suara des*han yang terdengar amat nikmat.


"Uhm... oh, All..."

__ADS_1


Wanita itu mulai melenguh, tak mampu menahan sentuhan nakal tangan Allianz, di sekujur tubuhnya.


Srekkk!


Tirai di tutup, dan tenggelam saja dua orang itu di dalam kamar, membuka dan melucuti semua yang mereka kenakan.


Meski ini tidak di hotel, hanya berada di dalam kamar Visha, dan berada di kota tempat tinggal mereka, namun mereka masih tetap menikmatinya, menikmati setiap alunan nada yang tercipta dari sentuhan tubuh mereka.


Dan semakin lama, Allianz pun semakin tidak lagi memikirkan Hana, dia lupakan saja wanita itu, dan lebih memilih menemani istri mudanya yang jauh lebih muda sembilan tahun dari Hana.


Dia baru merasakan betapa nikmatnya kembali bercinta dengan seorang wanita yang masih belum tersentuh oleh siapapun. Ia bahkan tidak lagi memikirkan bagaimana nasib Hana dan putra angkatnya, Zhoulin, yang telah ia tinggal selama dua Minggu lebih.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Cittttt!!


Mobil di rem, dan berhentilah Allianz di depan rumahnya. Dia membuka pintu mobil, dan keluar dari mobilnya bersama Visha.


Hubungan Allianz dengan istri mudanya sudah jauh lebih baik, dan tentunya jauh lebih dekat.


Kehangatan setelah menjadi pengantin selama dua Minggu semakin membuat senyum berbinar merekah di wajah Allianz.


Pria itu menjadi semakin tampan, pun semakin terurus. Mungkin karena istri mudanya melayani dia dengan sangat baik, karena itulah dia terlihat lebih segar di banding saat bersama Hana.


Kini kedua orang itu tak lagi sungkan memamerkan kemesraan mereka berdua. Allianz yang terus menggandeng Visha untuk masuk ke dalam rumahnya dan Hana, lalu setelah itu, menikmati kamar mereka di sana. Menyakitkan..


Apa lagi sekarang Allianz sudah lebih maju dalam perkembangan pekerjaannya, Ardian yang pada mulanya sudah bertekad ingin memecat Allianz dari perusahaannya, kini pun harus mengubur jauh-jauh keinginan itu, karena memang urusan pribadi Allianz tidak bisa dia sangkut pautkan, apa lagi di jadikan alasan untuk memecat Allianz dari perusahaannya, baginya hal seperti itu tidak masuk akal untuk di lakukan.


"Kau menempati kamar ini dengan Hana?" tanya Visha sesaat setelah dia masuk ke dalam kamar itu, dan melihat di sekelilingnya.


Allianz menganggukkan kepalanya, dan mengiyakan pertanyaan Visha.


Kamar mereka tiga kali lipat lebih nyaman di banding kamar di rumahku..


Benak Visha berbicara.


"Aku tahu, mungkin ini alasan kenapa kamu mencintai dia, karena dia memang begitu terampil mengurus pekerjaan rumahnya, sedangkan aku, apa yang bisa aku lakukan.." Mencari muka, supaya di kasihani oleh Allianz.


"Dia memang sangat terampil, dia juga punya wawasan yang luas.."


Cih! apa dia sedang memuji wanita itu? kenapa aku sungguh sangat kesal? tunggu saja sampai aku merebut semua posisi kamu dari Allianz!


"Dia juga pandai menyiapkan sarapan pagi untukku, dan juga makan malam lezat di setiap malam," terus memuji, padahal dia sedang di depan istri mudanya, "tapi satu pengkhianatan yang dia lakukan di malam itu padaku, tidak bisa aku maafkan dengan semua sikap sempurnanya!"


Setidaknya dia masih punya kelemahan, mungkin sedikit membumbui drama pada malam itu, akan lebih mudah bagiku mendapatkan Allianz sepenuhnya!

__ADS_1


Visha bergeming dari tempat dia berdiri, dan mulai mengusap kasur empuk tempat tidur Allianz dan Hana, lalu mendudukinya..


"Kau tahu?"


Allianz menoleh ke arah Visha dan menatap mata wanita itu.


"Aku benci dia!"


"Kenapa kau membencinya?"


"Karena dia sosok wanita yang munafik, senang di cintai pria, tapi sukar menerima pria yang mencintainya!"


"Apa maksud ucapan kamu?" dia mulai terfokus pada setiap perkataan yang keluar dari mulut Visha.


"Pada mulanya aku kesal, karena dia tidak mengabari aku soal kedatangan kamu, dia bahkan hanya pamit saat aku tengah menangis akibat malam panjang yang aku lalui bersamamu, tapi sekarang, saat aku melihat dia dan kamu yang seperti ini, aku jadi benci dengan dia!"


Wanita itu meraba kasur berwarna abu-abu yang di padu padankan dengan putih bersih, membuat rasa hangat mulai menusuk tubuhnya.


"Dia mengacuhkan kamu, dan malah berkhianat dari kamu, apa menurut kamu hal itu tidak kebetulan dia lakukan?" tanya Visha pada suaminya.


Sang suami hanya bisa menggeleng perlahan, karena dia memang tidak bisa memastikan apakah semua yang terjadi pada malam itu memang sebuah kebetulan atau memang karena sudah di rencanakan oleh Hana dan mendiang Morgan.


"Mereka saling menyukai sejak lama, Allianz, hanya saja, Hana masih terikat oleh hubungan pernikahan denganmu, dia bahkan pernah memberi kesempatan untuk Morgan, menanti hingga enam bulan, dan jika dalam enam bulan kau masih belum datang juga, dia akan menceraikan kamu, menurut kamu, pantaskah sikap seorang istri yang seperti itu pada suaminya?"


Mulai membuat perasaan Allianz kacau dan memanas.


"Dia pernah berciuman dengan Morgan di toko kuenya, dan hampir berhubungan di sana, tapi sayang sekali, cerita itu harus berakhir dengan kekecewaan yang kau tanam untuknya, karena dia yang malah melakukannya setelah berjumpa denganmu!"


Allianz mengepalkan kedua tangannya, mengeratkan gigi-giginya, dan menatap segala benda di depannya dengan tatapan amarah, membayangkan betapa besar pengkhianatan yang di lakukan istrinya selama satu tahun terakhir dia tidak bersamanya.


"Kau tahu Allianz? dia hanya menyembunyikan wajah aslinya di belakang kamu, karena sebenarnya, dia tidak lebih dari seorang pengkhianat kelas kakap, yang mampu menipu setiap pria dengan wajahnya yang lugu, termasuk kamu juga!" menoleh ke arah Allianz, "kau adalah salah satu pria yang berhasil dia tipu, dia menipumu, dia membuat kamu merasa seolah-olah dia sangat mencintai kamu, dan hanya kamu laki-laki satu-satunya yang dia cintai, tapi yang aku lihat, bahkan tidak seperti itu, dia mencintai Morgan juga di sana, dia memberi hatinya untuk pria itu, dan di malam itu pun, aku begitu yakin kalau Morgan mendapat panggilan darinya, dia tahu kau akan pulang larut malam, dan kesempatan itu, ia gunakan untuk memberi Morgan rasa tubuhnya!!"


Brakkk!


Meja di banting, dan dengan kesal, Allianz mengobrak-abrik seisi kamarnya, melampiaskan kekesalan dia yang teramat dalam setelah mendengar penjelasan Visha yang begitu panjang.


Cinta yang dia tanam setulus hati untuk sosok Hana, nyatanya kini telah berubah menjadi rasa sakit akibat pengkhianatan yang dia pikir sengaja di lakukan oleh Hana padanya.


Padahal, dia hanya sedang terbuai dalam omongan maut si buaya betina, yang mungkin saja akan menghancurkan masa depan dia dengan istri pertamanya, Hana.


Kini pria itu terdiam, mematung berdiri dan tidak bergerak sama sekali. Hatinya yang kacau, di selimuti rasa kesal bercampur amarah dan kecewa, semua yang ada pada diri Hana, kini dia dengan perlahan membencinya, menyesalinya, namun juga masih takut kehilangan wanita itu.


Entahlah, mungkin ini bukan waktu yang tepat baginya untuk berkata soal perceraian, lebih baik, dia balas dendam lebih dulu, untuk melampiaskan semua amarah di hatinya, barulah setelah itu, dia akan melepas Hana dengan tawa puasnya.


Begitulah pikir Allianz!

__ADS_1


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


💜💜💜💜💜💜💜💜💜


__ADS_2