Istri Yang Hilang

Istri Yang Hilang
Ep 54 Rumah sakit


__ADS_3

Keesokan harinya saat bangun pagi Nelson masih terasa tidak nyaman di dadanya, Nelson masih terasa sesak di dadanya tetapi ia berusaha untuk menenangkan hatinya agar tidak berpikir hal-hal negatif.


"Semuanya pasti baik-baik saja."Gumam Nelson saat sudah bersiap-siap mau berangkat ke kantornya.


Tak berselang lama Nelson pun sudah sampai di kantor dan sekretarisnya Si Aruna yang melihatnya baru keluar dari dalam lift dan melangkahi kakinya hendak masuk ke kantornya ia pun segera berjalan mendekati Nelson.


"Selamat pagi,Pak Nelson."Ucap Aruna saat sudah mendekati Nelson.


"Pagi,apakah semuanya baik-baik saja."Tanya Nelson sambil melangkahi kakinya masuk ke dalam kantornya.


"Semuanya baik-baik saja,Pak "Ucap Aruna.


"Apalagi hatiku sangat baik Pak ketika melihatmu hari ini ."Batin Aruna dengan senyum-senyum.


Nelson yang melihat Aruna senyum-senyum sendiri pun menghentikan langkahnya dan mengernyitkan keningnya ketika sudah di depan pintu kantornya.


"Kamu... Baik-baik saja kan."Tanya Nelson kepada Aruna dan tiba-tiba wajah Aruna menjadi merah karena ia tidak menyangka Nelson juga menanyakan dirinya.


"Saya baik-baik saja ,Pak."Ucap Aruna dengan senyum yang merekah.Tetapi tiba-tiba senyumnya itu memudar ketika Nelson menanyakan Aruna suatu hal yang membuat Aruna kesal.


"Kamu...Tidak lagi kesurupan atau salah makan obat kan."Tanya Nelson dengan santainya.


"Hah..Ke.. Kenapa bapak berkata begitu ?"Tanya Aruna mulai kesal,tetapi Nelson mengakat bahunya dan langsung membukakan pintu kantornya dan masuk ke dalam dengan tersenyum ketika melihat Aruna mulai kesal.


Entah kenapa sejak pertama kali bertemu dengan Aruna, Nelson suka membuat Aruna kesal dan itu sangat menghiburnya.


Setelah masuk dalam ruanganya Aruna pun membelikan Nelson dokumen untuk di tanda tangani,tetapi sebelum menanda tangani dokumen itu tentu saja Nelson harus memeriksa dan saat lagi sedang memeriksa dokumen itu dengan serius ,Aruna yang sedang menunggunya membumbukan tanda tangannya di dalam dokumen itu menatap Nelson tanpa berkedip.

__ADS_1


"Kenapa Pak Nelson begitu ganteng ya."Batin Aruna dengan tersenyum.


Lalu tiba-tiba ponsel Nelson bunyi dan Nelson melihat nama di layarnya mengernyitkan keningnya.


"Zillia."Gumam Nelson dan hatinya tiba-tiba merasa tidak enak lagi ketika melihat Zillia menghubunginya.


"Kenapa hati ini merasa tidak nyaman tidak seperti biasanya,semoga semua baik-baik saja ."Batin Nelson.Lalu ia pun segera mengakat teleponnya.


"Hallo."Jawab Nelson.


"APA..."Teriak Nelson langsung beranjak dari tempat duduknya dan membuat Aruna terkejut.


"Apa yang terjadi, kenapa Pak Nelson begitu panik."Batin Aruna menatap Nelson dengan khawatir.


"Dania,, Bagaimana dengan keadaan Dania."Tanya Nelson kepada Zillia di seberang sana dan tiba-tiba ponsel yang di pegang tadi jatuh ke bawa mejanya dan Nelson terduduk lemas di kursi kebesarannya dengan mengeluarkan air matanya.


"Apa yang terjadi,siapa yang meneleponnya dan Dania,siapa dia. "Batin Aruna.


"Pak Nelson."Panggil Aruna kepada Nelson dengan suara yang pelan tetapi masih bisa di dengar oleh Nelson.


Lalu dengan segera Nelson mengambil ponselnya lagi dan berkata kepada Zillia ia akan segera ke Jakarta.Lalu Nelson pun segera menghubungi asistennya agar segera menyiapkan Jet pribadinya karena ia akan segera ke Jakarta.


Dan saat ingin beranjak dari tempat duduknya dan hendak keluar dari kantornya Nelson seperti kehilangan tenaganya ,ia jatuh ke lantai.Aruna yang melihatnya pun terkejut.


"Pak,,Pak Nelson.Apakah anda baik-baik saja."Tanya Aruna kepada Nelson dan memegang lengannya mendudukkan Nelson ke kursi kebesarannya lagi.


"Apa yang terjadi ,Pak.Apakah anda baik-baik saja."Tanya Aruna dengan khawatir.

__ADS_1


Nelson menggelengkan kepalanya dan mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Saya baik-baik saja, terima kasih."Ucap Nelson lalu hendak beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan ruanganya, tetapi Aruna menahannya.


"Apakah bapak akan segera ke Jakarta."Tanya Aruna dan di angguk oleh Nelson.


"Izinkan saya temani bapak ke sana ya, karena saya melihat bapak sedang tidak baik-baik dan itu membuat saya khawatir ,Pak.Dan mungkin nanti sampai di sana saya bisa membantu bapak memantau pekerjaan dari sana."Ucap Aruna lagi dan Nelson menganggukkan kepalanya setelah berpikir sejenak.


Nelson mengizinkan Aruna mengikutinya bukan karena ia membutuhkan Aruna di sampingnya tetapi memang ada baiknya Aruna mengikutinya ke Jakarta.Karena nanti di sana Aruna bisa membantunya memantau pekerjaannya dari jauh dan tentu saja masih ada asistennya akan mengurus perusahaan NS group nya yang ada di Amerika.


Sementara di sebuah rumah mewah di Jakarta Azelea terkejut ketika Papa nya,Crish.Mengatakan keluarga kecil Zillan mengalami Kecelakaan mobil.


Yang Azelea terkejut ialah kenapa Zillan juga mengalami Kecelakaan mobil.Bukankah di dalam mobil itu seharusnya hanya ada Dania dan Sasa dua oranh saja.Tetapi kenapa juga ada zillan.Dan di antara Dania dan Sasa,Zillan mengalami luka yang lebih parah, tetapi luka Sasa juga tak beda jauh dengan Zillan hanya sama-sama sedang mengalami kritis.


"Tidak..Tidak mungkin Zillan juga berada di dalam mobilnya.Tidak mungkin."Batin Azelea saat ia sudah berada di dalam kamarnya setelah makan bersama dengan ke dua orang tuanya.


Sementara di rumah sakit di ruangan ICU Zillan sedang terbaring di dalam sana karena Zillan mengalami luka yang cukup parah dan dokter mengatakan jika Zillan bisa melewati masa kritisnya ada kemungkinan Zillan bisa mengalami Amnesia karena kecelakaan itu mencelakai otaknya dan mungkin bisa mengalami kehilangan ingatan dalam jangka panjang atau jangka pendek.


Sedangkan di ruangan PICU tersier ( Ruang PICU (Pediatric Intensive Care Unit) adalah ruang perawatan intensif di rumah sakit, bagi anak-anak ) Sasa juga terbaring di dalam sana karena Sasa mengalami perdarahan yang hebat di kepalanya dan juga sedang kritis.


Begitu juga dengan Dania,Dania mengalami luka goresan yang parah di salah satu lengan tangannya setelah lukanya di jahit, Dania di pindahkan ke dalam ruangan VIP room.Tetapi dokter sarankan agar kelak lebih berhati-hati karena saat Kecelakaan Dania mengalami pendarahan dan sangat bersyukur janin yang di dalam kandungannya masih bisa di selamatkan.Ya...Dania sedang hamil anak Zillan yang ke dua dan sudah hamil 5 minggu.


Estu yang mendengar kehamilan Dania yang ke dua kali ia sangat senang dan tentu saja kali ini ia akan lebih berhati-hati merawat Dania.Tetapi ia juga berharap Zillan tidak melewati moment merawat Dania yang hamil anak keduanya karena Zillan sudah melewati moment pertama merawat Dania ,saat Dania sedang hamil Sasa.


Jangan lupa klick like,favorit,hadiah, vote dan kommen ya ..🙏🙏🙏


Terima kasih juga sudah dukung Author dengan terus baca Novel Author ini..🤗🤗🤗

__ADS_1


Dan maaf ya jika terdapat banyak typo yang Salah 🙏🙏🙏


__ADS_2