Istri Yang Hilang

Istri Yang Hilang
#Malam Pengantin Yang Kacau


__ADS_3

Allianz tersentak. Di lihatlah beberapa notifikasi masuk di ponselnya, salah satunya adalah artikel yang menyebutkan istrinya menjadi pelaku pembunuhan yang menewaskan satu korban bernama Lu Zamorgan.


Sejenak dia memaku di tempat, sebelum akhirnya dia bergegas mengenakan pakaiannya kembali, dan bersiap untuk segera pergi.


Entahlah, bahkan kamar hotel yang di hias untuk malam pengantinnya bersama Visha pun tak mampu membius otaknya untuk melupakan dan mengabaikan Hana yang tengah terkena masalah serius.


Sang istri yang masih tel*njang bulat di atas kasur hanya menatap dirinya dengan bingung. Ya, bagaimana tidak, baru beberapa menit yang lalu mereka usai bercinta, menikmati penyatuan yang memuaskan, lalu mendadak prianya pergi, dan mencoba meninggalkan dirinya.


"Ada apa, sayang?" tanya Visha.


Baru di sadari kalau Visha sudah tidak canggung lagi menggunakan panggilan sayang untuk sang suami.


"Hana berurusan dengan polisi! dia membunuh pria yang menidurinya semalam!" ucap Allianz sambil mengenakan seluruh pakaiannya.


"Apa?" wajah Visha terkejut bukan main.


"Kau nikmati dulu liburan kamu di sini, aku harus kembali untuk mengurus semuanya! aku janji semua biaya akan aku bayar!" ucap Allianz dengan yakin.


"Baiklah," Visha hanya bisa mengalah pasrah, "aku akan pulang sendirian nanti!"


Tanpa berbasa-basi Allianz segera pergi dan berlalu dari kamar hotel yang ia pesan sebagai tempat bulan madu bersama dengan Visha.


Klik!


Blam!


Pintu di tutup dengan keras, laki-laki itu telah pergi, dia bahkan pergi tanpa mengingat istri barunya, tanpa memeluk atau sekedar mengecup kening istri mudanya.


Jujur saja, Visha semakin di buat kesal dengan hal itu. Wanita itu kemudian terlihat memijat tubuhnya yang masih polos, karena rasanya di sana benar-benar sangat pegal.


"Hahh! kau bahkan tidak tanya apa aku baik-baik saja setelah melayani kamu, dasar Hana! bahkan setelah aku mendapat peran sebagai istri kedua pun, kau tidak membiarkan aku untuk bebas dengannya! mungkin dengan menyingkirkan kamu dari hidup Allianz, semuanya akan jauh lebih baik!"


Gerutu Visha sambil terus memijat badannya, dan akhirnya kembali tenggelam dalam selimut hotel yang baginya sekarang lebih terasa dingin.


"Aish! malam pertama kita pun harus di gagalkan karena wanita itu, Allianz, bukannya aku tidak mau berbagi dengan Hana, tapi aku memang tidak ingin berbagi, apa lagi soal suami, sudah cukup bagiku membagi kehidupan selama satu tahun dengan wanita itu, sekarang untuk soal kamu, aku harus mengambil kamu, dan membuat aku jadi orang satu-satunya yang memiliki kamu!"

__ADS_1


Dia berbicara sambil berbaring, dan setelah itu ia harus terpejam di dalam kamar hotel seorang diri.


Hahhh!?


Apalah dayanya, yang memang masih menyandang gelar istri kedua, jadi masih harus sedikit proses untuk bisa merebut posisi Hana di hidup Allianz selamanya.


AHA!


Mendadak dia punya kejutan yang sangat menggembirakan hatinya, dia tahu kejutan ini mungkin bukan untuk menggembirakan orang lain, tapi setidaknya, dia kan tidak pernah memikirkan orang lain, asal dia bahagia saja, baginya sudah cukup.


Segeralah dia bergegas mengenakan pakaian, dan memakai baju pelindung yang hangat. Ya! ia tak mau melalui malam pengantin ini sendirian, pokoknya harus sama Allianz, tidak boleh tidak!!


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Tak Tak Tak tak tak


Langkah kaki pria itu terdengar buru-buru, dan amat cemas. Dia kini telah kembali ke bandara, padahal baru siang tadi dia menginjakkan kakinya di sini, tapi kelakuan Hana sudah menuntutnya untuk segera kembali.


Dia menaiki pesawat yang telah ia pesan sekitar satu jam yang lalu sebelum dia bergegas datang ke bandara.


Dan kini dia harus mematikan ponselnya, dan fokus untuk kembali terbang ke rumahnya dengan Hana.


Aish! pikiran Allianz sungguh amat kacau, lebih baik baginya untuk diam, mungkin dengan diam dapat membuat suasana hatinya sedikit lebih membaik.


Namun kedatangan seseorang mengejutkan dirinya. Seorang wanita yang telah sah dia nikahi di altar sore tadi.


Wanita itu terduduk di sampingnya, dan tersenyum manis padanya.


"Visha?" dia benar-benar menatap dengan penuh kekhawatiran.


"Hallo, sayang! aku tidak bisa membiarkan kamu dalam kesusahan, aku harus menemani kamu mengurus istri tua kamu itu!" ucap Visha sambil memasang sabuk pengamannya.


"Apa kau benar-benar sudah gila?" tanya Allianz dengan kesal.


"Tidak! menurut aku, aku tidak gila!" jawab Visha dengan polos.

__ADS_1


"Vish, Ardian sudah melihat kita berdua, dia mengirim aku video saat kita bermain di kamarmu tadi pagi, kau ingat?"


"Lalu?" wajah datar tanpa ekspresi.


"Bagaimana aku akan menjelaskan semuanya pada mereka kalau kamu ikut bersama denganku?" tanya Allianz lagi.


"Jangan cemas, aku punya perlindungan diri yang cukup ketat, mereka tidak akan mengenali aku kecuali Hana!"


"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Allianz dengan cemas, takut saja kalau-kalau wanita ini berpikir lebih jauh untuk melakukan hal gila yang jauh lebih mengerikan lagi.


"Aku hanya datang memberinya kejutan, bukankah kita sudah bermusuhan sejak lama? jika aku telah menjadi istri muda dari suaminya, maka aku harus akur dengan dia, atau kami akan jadi musuh selama sisa hidup kami!" jawab Visha dengan datar.


"Kau tidak berniat membicarakan soal pernikahan kita bukan?" tanya Allianz dengan tatapan curiga.


"Sayang, aku tahu ini belum waktunya, jadi aku memang sedang menunggu waktu yang tepat untuk bicara semuanya padanya, kau tahu? aku ini memang perebut suami orang, tapi aku punya hati yang baik untuk soal kawan!"


Perbincangan mereka berhenti saat Visha menjelaskan semuanya pada Allianz soal maksud kedatangan dia pada Hana nanti.


Ya!


Jika dia akan bersembunyi dari semua orang, dan hanya akan menampakkan wajahnya di depan Hana sebagai sahabat, maka artinya rahasia ini masih akan tetap aman.


Syukurlah!


Perjalanan di dalam pesawat rasanya lama sekali, berbanding terbalik seperti siang tadi saat dia baru meluncur dengan Visha, entah kenapa cepat sekali sampainya.


Kini Allianz masih saja duduk dengan gusar di dalam pesawat, sambil terus memikirkan nasib apa yang akan terjadi pada istrinya nanti.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Hingga pada pukul sepuluh malam, pesawat telah tiba di bandara kota S, tanpa berpikir panjang, atau pun memikirkan istri barunya, Allianz bergegas mencari taksi seorang diri, dan cepat-cepat menuju kantor polisi.


"Eh?! kau meninggalkan aku, All!?" teriak Visha mencoba mengejar sang suami.


Namun begitu di sayangkan, karena suaminya kini telah berlalu, meninggalkan dirinya di bandara seorang diri.

__ADS_1


"Apa? apa dia benar-benar tidak ingat padaku?"


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2