Istri Yang Hilang

Istri Yang Hilang
Ep 71 Aruna mencium pipi Nelson


__ADS_3

"Jika Zillia dan Aruna menyukaimu,,Kamu akan memilih siapa."Tanya Dania dan kebetulan Zillia dan Aruna hendak berjalan mendekati mereka pun tiba-tiba menghentikan langkahnya dan mereka berdua saling pandang sejenak.


Zillia dan Aruna berdiri di belakang punggung Nelson dan Dania,mereka berdua juga ingin tahu Nelson menyukai siapa di antara mereka berdua jika mereka berdua menyukai Nelson.


"Hahahaha... Pertanyaan macam apa itu,Dania.Mana mungkin Zillia dan Aruna menyukai ku."Ucap Nelson, padahal ia sudah tahu jika Zillia menyukainya..Hanya saja entah kenapa setelah ia tahu Zillia menyukainya ia merasa sedikit bersalah terhadap Zillia entah kenapa itu Nelson sendiri tidak mengerti juga.


"Kan saya bilang jika."Ucap Dania.


"Sudahlah.. Jangan berandai tentang itu, mereka berdua tidak mungkin menyukaiku,kamu sendiri tahu saya itu bukan pria yang romantik,,Jika saya pria yang romantik kamu sudah jatuh ke dalam pelukan saya.."Ucap Nelson dengan ketawa.


Plakk....


"Jangan bercanda kayak gitu,nanti ayah dari bayi ini dengar kamu tahu akibatnya."Ucap Dania memukul bahu Nelson.


"Hahahaha..Iya..iya..paling-paling saya di usir dari dia dan tidak bisa mendekati mu lagi."Ucap Nelson dengan ketawa dan Dania pun tersenyum dengan menggelengkan kepalanya melihat sahabatnya ini.


"Nel,,,Saya harap kamu bisa bahagia dengan orang yang kamu cintai,jika kamu sudah memiliki perasaan terhadap seseorang cepatlah menggapainya jangan sampai nanti kamu menyesal."Ucap Dania dengan serius dan Nelson hanya diam saja lalu tanpa sengaja Dania menoleh ke belakang dan mendapati Zillia dan Aruna sedang berdiri di belakang mereka.


"Zillia,Aruna."Panggil Dania dan beranjak dari tempat duduknya.


"Kapan mereka berdua berdiri di sana, apakah mereka mendengar obrolan saya dan Nelson."Batin Dania.


Deggg...


Hati Nelson tiba-tiba tidak enak mendapati Zillia dan Aruna berdiri di sana, Nelson menatap ke arah Aruna yang hanya diam saja ia pun mempunyai perasaan aneh di dalam hatinya entah perasaan seperti apa dia sendiri tidak mengerti.

__ADS_1


"Mbak,Kak Nelson...Semua tamu sudah pulang dan sekarang kita juga bersiap-siap untuk pulang kakak dan ayah sedang menunggu kita "Ucap Zillia dengan tersenyum dan bersikap seperti biasa.


Nelson dan Dania pun saling pandang sejenak dan akhirnya menganggukkan kepala lalu berjalan mengikuti Zillia dan Aruna di belakang mereka.


Di belakang Zillia dan Aruna,entah kenapa Nelson masih tetap menatap Aruna dari belakang punggung Aruna.Ada perasaan ingin menjelaskan sesuatu tetapi entah mau menjelaskan apa ia sendiri tidak mengerti.


"Mas,ayah."Panggil Dania kepada Zillan dan Estu yang sudah berdiri di sana.


"Sayang ,kamu dari mana.. Apakah capek ,hm."Tanya Zillan kepada Dania dengan rasa sayangnya.


"Ngak capek kok,tadi hanya duduk di belakang sana ngobrol sama Nelson."Ucap Dania dan membuat Zillan langsung menoleh ke arah Nelson dengan tatapan tidak suka.


"Tidak perlu menatapku begitu,kami hanya ngobrol saja.Macam tak tahu saya sama Dania sahabat dekat saja,dasar posesif."Ucap Nelson membuat Zillan kesal dan membuat orang-orang yang ada di sana tersenyum melihat tingkah Zillan yang begitu posesif terhadap Dania.


Seperti biasa Aruna akan duduk di mobil Nelson dan Zillia,Estu dan Dania duduk di mobil Zillan.


Dania yang duduk di samping Zillia di belakang kursi kemudi menatap Zillia yang sedang menoleh keluar dari jendera mobil hanya diam saja seperti sedang memikirkan sesuatu.Tetapi sepertinya Dania tahu apa yang di pikirkan oleh Zillia.


"Semoga kamu bisa menemukan pria yang sama baiknya dengan Nelson."Batin Dania ,Karena Dania tahu sebenarnya tanpa Nelson sadari ia sudah jatuh cinta dengan Aruna.


Sementara di mobil Nelson, Aruna yang duduk di samping kemudi pun hanya diam saja menoleh keluar dari jendera mobil.Nelson yang sedang mengemudi mobilnya sesekali menoleh ke arah Aruna yang hanya diam saja.


"Aruna."Panggil Nelson memecahkan keheningan di antara mereka.


"Ya"Jawab Aruna lalu menoleh ke arah Nelson.

__ADS_1


"Apakah kamu masih lapar..Mau makan sesuatu."Tanya Nelson kepada Aruna.


"Hm..Ngak deh sudah kenyang,Pak.Ini perut sudah tidak bisa berisi lagi"Ucap Aruna dan membuat Nelson tersenyum.


Lalu tak berselang lama mereka pun sudah sampai tujuan mereka dan hari ini Nelson masih memilih nginap di apartmentsnya.


"Pak Nelson."Panggil Aruna ketika mereka berdua sudah berada di depan pintu apartement mereka.


"Ya."Jawab Nelson lalu menoleh ke arah Aruna.


"Selamat malam."Ucap Aruna lalu dengan cepat ia mencium sebelah pipi Nelson dan segera masuk ke dalam apartement nya.


Nelson yang mendadak dapat ciuman dari Aruna di pipinya masih tertegun di depan pintu lalu tangannya memegang pipinya yang tadi di cium oleh Aruna dengan tersenyum.


Haiii ..Baca novel baru Author lagi yoo..Yang judulnya 'Dendam Menjadi Cinta' ...


Gibran Alvado dan Viany Nugraha adalah sepasang pasangan yang saling mencintai yang akhirnya harus berpisah karena Gustian Alvado yang adalah kakak satu-satunya Gibran menjebak Gibran tidur bersama sahabat Viany yang kebetulan juga mencintai Gibran tetapi Gibran tidak mencintainya.


Karena dendam dari orang tua Viany , Gustian sengaja memisahkan Gibran dan Viany agar ia bisa menikahi Viany dan menyiksanya.


Tetapi tanpa Gustian sadari sebenarnya saat pertama kali bertemu dengan Viany, Gustian sudah jatuh cinta sama Viany hanya saja karena dendam dari orang tuanya Gustian menepiskan rasa cinta itu .


Lalu bagaimana cerita selanjutnya baik Gibran maupun Viany mengetahui perpisahan mereka di sebabkan oleh kakaknya sendiri dan Gustian yang sudah menjadi suami Viany ,akankah Viany akan meninggalkan Gustian dan kembali bersama Gibran atau Viany akan tetap bersama Gustian.


Ayokk simak kisah selanjut dengan baca cerita Author ini 🤗

__ADS_1


__ADS_2