
"Zillan."Teriak Estu dan Kenzy.
"Ayah, Kenzy."Ucap Zillan dengan pelan.
"Mas."Panggil Dania dan membuat Zillan langsung menoleh ke arah Dania.
"Dania."Ucap Zillan dengan pelan.
"Mas..Hisk..."Panggil Dania lalu beranjak dari kursi rodanya dan berjalan mendekati Zillan lalu Dania dan Zillan saling berpelukan.
"Mas..Hisk.."
"Sayang..."
Semua orang yang ada di dalam ruangan itu pun merasa sangat senang karena semuanya baik-baik saja .
Nelson walaupun merasa sesak di hatinya melihat Dania dan Zillan saling berpelukan ia pun sangat senang karena semuanya baik-baik saja.
Zillia tahu walaupun Nelson terlihat baik-baik saja tapi hatinya pasti sakit.
"Sayang.. Apakah kamu baik-baik saja, apakah tanganmu sakit.Maaf saya lalai menjagamu dan Sasa."Ucap Zillan lalu ia pun menyadari keberadaan Sasa tidak ada di sini.
"Sayang, Sasa mana..Apakah ia baik-baik saja, kenapa saya tidak melihatnya."Tanya Zillan melepaskan pelukannya dengan Dania dengan khawatir.
"Mas..Tenang ya,,Sasa gak pa-pa dia baru melewati masa kritisnya dan sekarang baik-baik saja."Ucap Dania.
"Benarkah.." Tanya Zillan dan di angguk oleh Dania.
"Lalu kamu bagaimana Sayang, Apakah kamu baik-baik saja, bagaimana dengan lukamu..Apakah sakit, Sayang."Tanya Zillan lagi.
__ADS_1
"Saya baik-baik saja hanya terdapat beberapa luka saja."Ucap Dania.
"Ngak,,kamu ngak baik-baik saja Dania,Kamu harus hati-hati merawat cucu kedua ku sampai ia datang ke dunia ,Dania."Ucap Estu dan membuat Zillan dan Dania terkejut.
"A..apa maksud ayah."Tanya Zillan.
"Apakah kamu tidak tahu Dania sedang hamil 5 minggu dan sangat bersyukur saat mengalami Kecelakaan Dania juga mengalami pendarahan tetapi anak kalian masih bisa di selamatkan."Ucap Estu.
"Benarkah ayah."Tanya Zillan dan di angguk oleh Estu.
"Sayang,,,Kamu hamil lagi sayang."Ucap Zillan dengan sangat senang dan memeluk erat Dania dengan penuh cinta.
"Iya Mas,saya hamil lagi,Mas..Hisk..."Ucap Dania tak kalah senang.
"Mulai sekarang kamu tak boleh banyak mengerjakan pekerjaan yang berat ya ,Sayang.Pokoknya kamu harus patuh."Ucap Zillan dan membuat semua orang yang di sana tersenyum senang juga.
"Nel."Panggil Dania.
"Bukankah saya sudah bilang saya tidak akan memberimu kesempatan untuk membawa mereka pergi dari ku lagi."Ucap Zillan.
"Ya..Saya masih pegang janji mu "Ucap Nelson dengan santai.
"Ngomong-ngomong kamu harus berterima kasih kepada Nelson,Lan.Karena waktu kamu di ICU Nelson mengancam mu akan membawa istri dan anakmu pergi kamu langsung lewat masa Kritis mu dan sekarang jadi baik-baik saja."Ucap Estu.
"Aku rasa dia ingin membuat Ku kesal sampai mati,Yah."Ucap Zillan dengan kesal karena ia tidak suka Nelson berkata begitu.
"Mas."Panggil Dania dan memukuli Zillan dengan pelan.
"Sungguh manusia tak tahu berterima kasih."Ucap Nelson lagi dan membuat semua orang yang ada di sana tersenyum.
__ADS_1
"Hmm...Maaf mengganggu semuanya."Ucap Aruna tiba-tiba lalu ia menoleh ke arah Nelson.
"Hmm ..Pak Nelson bisa kita bicara di luar saja "Tanya Aruna dan di angguk oleh Nelson.
"Baiklah,,kalau begitu saya permisi dulu."Ucap Nelson dan di angguk oleh semua orang yang ada di sana.
"Dania,jangan banyak bergerak hati-hati rawat janinmu."Ucap Nelson dan di angguk oleh Dania.
"Terima kasih ,Nel."Ucap Dania dan di angguk oleh Nelson lalu Nelson pun hendak beranjak dari sana.
"Tunggu."Ucap Zillia dan Nelson pun menoleh ke arahnya.
"Kak Nelson apakah kamu akan tinggal di sini beberapa hari lagi."Tanya Zillia kepada Nelson.
"Tentu."Ucap Nelson singkat.
"Baiklah kalau begitu jangan lupa jaga kesehatanmu "Ucap Zillia lagi dan di angguk oleh Nelson.
"Kamu juga."Ucap Nelson lalu pamit sama semua orang yang ada di sana.
"Jangan-jangan mereka berdua memiliki hubungan nich."Batin Kenzy curiga.
"Ternyata adik manja ini sudah pandai mulai jatuh cinta.Awas saja kalau Nelson melukainya."Sambungnya.
Jangan lupa klick like,favorit,hadiah, vote dan kommen ya ..🙏🙏🙏
Terima kasih juga sudah dukung Author dengan terus baca Novel Author ini..🤗🤗🤗
Dan maaf ya jika terdapat banyak typo yang Salah 🙏🙏🙏
__ADS_1