Istri Yang Hilang

Istri Yang Hilang
#Tes DNA


__ADS_3

"Kau pasti sedang berbohong pada kami semua! iya, kan?" desak Naira pada wanita itu supaya wanita itu memberi dia pengakuan kalau ia memang sedang berbohong.


"Aku berani bersumpah, Nyonya, aku tidak sedang berbohong, aku memang sedang mencari keberadaan putraku, tolong beritahu di mana dia sekarang?"


"Kau pasti hanya wanita licik yang ingin merenggut kebahagiaan Zhoulin bersamaku, iya, kan?" tanya Naira sekali lagi, dan sekarang dari nada bicaranya sudah semakin tinggi saja notnya.


Sang suami berusaha menenangkan istrinya, menahan istrinya untuk murka, karena saat istrinya murka, seisi rumah bisa di lahap sesuka hatinya.


Bak monster yang tengah di landa kelaparan, amarah yang muncul dari diri Naira akan sangat berbahaya baginya, dan juga beberapa tamunya.


"Nai, sudahlah, jangan emosi, tenang dulu, kita selesaikan kesalah pahaman ini bersama.." Jelas Ardian dengan lirih.


Sementara itu, dua orang suami istri di depan Ardian dan Naira nampak terdiam memperhatikan perbincangan serius dan juga panas dari tiga orang di depan mereka berdua.


"Tidak Ardian! dia harus diberi pelajaran! sudah mengusik kebahagiaan Zhoulin! lihatlah dia! dari wajahnya saja aku sudah bisa menebak, kalau dia pasti seorang penipu!" ucap Naira tanpa berpikir apa akibat yang akan dia dapat dari ucapannya itu.


"Nyonya!" wanita itu sudah semakin marah, dia akhirnya bangkit dari duduknya, dan mencoba menjelaskan apa yang ingin dia jelaskan pada Naira, "sudah aku katakan, aku datang hanya untuk mengambil putraku! jika anda tidak percaya, kita bisa lakukan tes DNA, aku akan buktikan pada kalian semua kalau ucapan aku ini benar!" ucap wanita itu dengan sangat mantap.


"Oke! kalau kamu berani melakukan tes DNA, mari kita lakukan! tapi untuk urusan dokter, aku yang akan mencarinya sendiri!" jawab Naira lebih mantap lagi.


Dan sekarang semuanya sudah sepakat, tes DNA akan di lakukan, dan yang akan melakukannya adalah Dokter Andrew, dokter itu sudah terlihat brewok, dengan rambut tebal di area dagunya, menjadikan dia terlihat lebih tampan.


Tes DNA sudah selesai di lakukan, Naira sengaja tidak membawa Zhoulin pergi, hanya mengambil satu helai rambut milik Zhoulin saja untuk di tes kecocokan dengan DNA rambut wanita itu.


"Apa hasilnya bisa keluar hari ini juga?" tanya Naira pada Dokter Andrew.


"Sayang sekali, untuk soal itu, aku tidak bisa melakukannya, secanggih apapun teknologinya, tetap saja paling cepat satu Minggu, lebih cepat dari itu tidak bisa.." Jawab Dokter Andrew dengan tegas.


"Baiklah, selama itu pula, harus ada petugas jaga yang menjaga ruangan itu dari siapapun, tidak boleh ada satu orang mencurigakan pun yang bisa masuk ke dalam ruangan itu, kecuali pihak dokter, kau harus memberi pengawasan ketat untuk ruangan itu, sayang.." Ucap Naira semakin terdengar gila.


Aish!


Wanita ini entah kesurupan setan dari mana, sampai-sampai harus mengerahkan beberapa bodyguard untuk berjaga di rumah sakit, hanya untuk sebuah berkas yang takutnya akan di tukar sembarangan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.


Sebegitukah cemasnya kau, Naira? hanya karena takut kehilangan Zhoulin, kau tak mau membiarkan ruang lingkup di rumah sakit bebas, apa itu tidak terlalu berlebihan bagimu?


"Sayang, apa kau sungguh serius?" tanya Ardian hanya ingin memastikan saja ucapan istrinya apa benar-benar serius atau hanya sedang main-main.


"Apa maksud kamu? tentu saja aku serius, aku tidak mau dia datang, atau pun mengirim orang untuk memanipulasi hasilnya, jadi kita harus memastikan ruangan ini aman dari siapapun! kau mengerti?" kekang istrinya pada Ardian.

__ADS_1


"Baiklah, terserah kau saja, kalau begitu, apa tidak keberatan kalau aku kerahkan beberapa bodyguard untuk berjaga di depan ruangan ini?" tanya Ardian pada Dokter Andrew.


"Tidak masalah, lagi pula ruangan itu hanya orang tertentu saja yang bisa masuk, selain dokter dan petugas, tidak ada yang boleh masuk ke dalamnya, jadi aku rasa, tidak akan mengganggu aktivitas rumah sakit.."


"Baguslah, kalau begitu, kami akan kembali lagi setelah satu Minggu," ucap Ardian sambil bangkit dan menggandeng istrinya untuk keluar dari ruangan tersebut.


Sementara sang wanita yang asing itu terlihat membuntuti Naira dan Ardian di belakang, tak bisa berkutik ataupun melakukan apapun, karena memang tidak ada yang bisa dia lakukan, dia mempercayai sepenuhnya pada Naira, dan merasa semua yang di lakukan olehnya benar..


"Hei, kau!" mendadak Naira menghentikan langkah kaki wanita itu, dan menghadangnya di depan pintu.


Wanita itu tersentak, pun memaksa diri untuk segera berhenti, lalu memandang Naira masih dengan kedua mata sembab yang dia miliki.


"Ada apa Nyonya?" tanya wanita itu dengan gugup, masih terkejut dengan panggilan mengejutkan dari Naira.


"Awas saja kalau kamu sampai menipu kami! aku tidak akan segan-segan untuk melaporkan kamu ke polisi!!" ucap Naira dengan tegas, tanpa takut pada apapun.


Suaminya bergegas menahan Naira untuk berhenti bertingkah konyol di depan umum, mengingat dia tak bisa mengendalikan wanita ini kalau sudah marah, bisa-bisanya gila dia di buat wanita ini.


"Sudah, Nai! jangan buat rusuh di sini, kita pulang saja, ya?!" ajak Ardian dengan penuh kelembutan.


"Awas kau!"


Dengan tatapan menantang, seolah mengajak wanita itu untuk berperang, Naira menatap wanita itu dengan tatapan membunuhnya sambil terus berlalu meninggalkan rumah sakit.


"Nak, kau akan kembali pada ibu, ibu janji..."


Hanya kata-kata itu yang bisa membuat dirinya tegar menghadapi semua ini. Takdir kelam yang memang harus menuntun dirinya untuk meninggalkan sang putra tercinta, karena ia memilih lari dari suaminya yang hanya bisa judi dan mabuk-mabukan, ia akhirnya terpaksa meninggalkan putra yang baru saja ia lahirkan, demi untuk mencari pekerjaan yang bisa menghidupi dia dan putranya kelak.


Sampai pada akhirnya, setelah dia berhasil berpisah dari mantan suaminya, dan menemukan pekerjaan yang tepat sebagai pelayan di cafe, dia berinisiatif untuk mengambil anaknya kembali dari panti asuhan itu.


Namun hal yang tidak pernah dia duga terjadi. Anaknya di bawa dan di adopsi oleh seorang wanita yang notabene adalah wanita berkelas, pun berpendidikan tinggi.


Ia tersentak, air mata jatuh menetes di pipinya, saat dia membaca sebuah riwayat surat adopsi anak yang di lakukan oleh wanita bernama Naira, atas putra kandungnya, bahkan foto putranya pun ada.


Ia menangis sejadi-jadinya, dan sejak saat itulah perjalanan pencarian sang putra ia lakukan, berkeliling kota, mencari ke sana kemari, sambil terus berharap ia akan segera menemukannya.


Dan kini, putranya sudah berada di depan mata, memberi dia secercah harapan untuk bisa berkumpul kembali dengan putranya, dan hidup bahagia bersama anak kandungnya itu.


"Ibu tidak boleh menyerah, hasil tes DNA itu akan menunjukkan kalau kamu memang putra ibu, Nak! tunggu saja, kita akan kembali bersama dalam balutan kebahagiaan.."

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Sayang, aku mau berangkat meeting, kamu mau minta aku belikan apa?" tanya Allianz pada istrinya sambil terus membenarkan jasnya yang terlihat lebih rapi.


"Ummm.. mau apa, ya? aku lagi makan camilan, jadi tidak mau apapun, mas! nanti kalau aku mau apa-apa, aku pasti kabarin kamu, kok!" jawab Visha sambil tersenyum bahagia.


"Baiklah, kalau begitu, aku pergi dulu, ya," Allianz mendekati istri keduanya di sofa, lalu mengecup keningnya dengan begitu mesra.


"Hati-hati, ya, mas..."


"Oke, bye!"


"Bye..."


Keduanya melambai tangan tanda perpisahan, dan pada akhirnya, setelah itu perpisahan pun benar-benar terjadi.


Di tengah-tengah perjalanan Allianz meninggalkan Visha di sofa ruang tengah, wanita itu membersitkan senyuman manisnya, merasa senang dengan keadaan rumah tangganya dengan Allianz yang semakin hari semakin membaik saja, dan seolah mereka semakin lengket, bak tidak ada hambatan apapun selama pernikahan mereka berdua.


Rekan kerja, sahabat-sahabatnya, para tetangga, dan semua orang yang mengenali mereka memang selalu memuji mereka karena mereka sangat romantis dalam hubungan perkawinan tersebut.


Hingga akhirnya, kepuasan itu di rasakan sendiri oleh Visha. Dia yang mulanya hidup di kontrakan kecil, hanya bergantung pada Hana, dan lebih sedihnya lagi, tidak ada yang mengerti akan perasaannya yang kesepian, butuh teman, dan juga butuh sentuhan kehangatan.


Semua yang ia rasakan, tidak pernah ada yang tahu, bahkan Hana sekalipun. Apalagi soal kesedihan di hatinya yang seolah tak kunjung usai di masa lalu.


Namun, sekarang dia amatlah puas, semua yang terjadi masa lalu membuat dia menjadi pribadi yang tangguh, bahkan bisa menghancurkan kehidupan orang-orang yang dia benci.


Bangkit dari keterpurukan, lalu mengejar semua yang menjadi mimpinya, kemudian ia nikmati puncak kejayaan atas semua jerih payahnya bersama orang yang dia cintai, siapa yang tidak bahagia coba..


Hanya saja, dia terlalu dangkal, tidak berpikir sampai sejauh mana dia melangkah, padahal dia hanya menggunakan tongkat sebagai penopang kakinya.


Ia tak pernah berpikir kalah suatu hari nanti tongkat yang ia gunakan sebagai penopang itu patah, dan menjatuhkan dirinya di atas jalanan berbatu, dia sendiri yang akan kesakitan oleh lukanya.


Dia sama sekali tidak berpikir selama ini dia mengambil jalan yang salah untuk mendapatkan semua yang dia mau. Karena yang ia pikirkan hanyalah, ia bisa menggapai apa yang dia impikan.


Ya, sekarang dia terlihat bersenang-senang, menikmati dunia yang dia gapai dengan cara instan, menghancurkan hidup orang lain, dan juga memanipulasi data miliknya, sekarang dia memang masih senang akan keberhasilan yang ia gapai. Tapi tidak tahu besok, atau mungkin beberapa jam setelah ini, masih bisakah dia bertahan untuk berdiri dengan bantuan tongkatnya?


Atau mungkin akan terjatuh, dan terluka akibat tongkat yang ia pegang patah?


Entahlah, yang jelas, untuk saat ini, Visha memang masih menikmati keindahan hidup yang bergelimang harta dan kasih sayang yang di berikan oleh Allianz.

__ADS_1


"Lihatlah, Hana! baru satu tahun lalu aku bersumpah, akan merebut semua yang kau punya, sekarang kau akan terkejut saat melihat semua yang kau miliki, jatuh dengan mudahnya di tanganku!"


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2