
"Kalau Zillia menyukai Nelson apakah kamu akan setuju ,Mas."Tanya Dania tiba-tiba dan membuat Zillia langsung menoleh kearah Zillan.
Zillia sangat berharap Zillan akan setuju jika Nelson juga menerima cintanya dan tanpa mereka sadari Nelson sedang berdiri di sana mendengar semua perkataan mereka.Nelson kembali ke sana ketika ia sadar ponselnya ketinggalan di sana.
"Saya hanya berharap Zillia akan selalu bahagia."Ucap Zillan.
"Terima Kak."Ucap Zillia langsung memeluk Zillan.
"Semoga Nelson menerima cintamu dan bisa melupakan Dania.Saya juga berharap Nelson akan bahagia."Batin Zillan.
Sedangkan Nelson yang berdiri di sana tidak jadi kembali ke sana ambil ponselnya setelah mendengar pembicaraan Zillan, Dania dan Zillia.Semenjak Dania kembali ke sisi Zillan,Nelson tidak pernah berpikir untuk mendekati wanita lain karena ia masih mencintai Dania.
"Bagaimana Pak, apakah ponselnya sudah ketemu."Tanya Aruna ketika Nelson kembali ke sana mengecek barangnya.
"Belum ."Jawab Nelson singkat.
"Apakah mau saya membantumu untuk mencarinya ,Pak."Tanya Aruna lagi.
__ADS_1
"Gak perlu."Ucap Nelson dengan singkat lagi.
"Baiklah."Ucap Aruna merasa mood dari boss nya tiba-tiba sedang tidak baik-baik dan ia pun tidak banyak bicara lagi.
"Kak Nelson."Panggil Zillia tiba-tiba.
"Ini ponsel kamu ketinggalan di sana tadi."Ucap Zillia.
"Terima kasih, Zillia."Ucap Nelson singkat lalu mengambil ponselnya dan berlalu pergi dari sana karena kebetulan Nelson dan Aruna sudah mengecek barangnya.
Setelah semuanya sudah siap di dekorasi mereka pun bersiap-siap pulang dan besok akan kembali ke sini merayain ulang tahun Sasa.
Tetapi Zillia tidak mendapati Nelson di sana lalu ia pun mencari keberadaan Nelson dan ternyata Nelson dan Aruna sedang duduk di sebuah kursi panjang di dekat pohon, tetapi... Tiba-tiba Zillia merasa hatinya sangat sesak ketika melihat Nelson mencium Aruna lalu ia pun dengan berlari kembali ke tempat di mana mereka semuanya sudah siap-siap pulang.
Tetapi tentu saja sebelum kembali berkumpul bersama mereka Zillia menetralkan hatinya agar kelihatannya tidak terjadi apa-apa.
Lalu tidak lama kemudian Nelson dan Aruna berjalan mendekati mereka yang sedang berkumpul .
__ADS_1
Zillia melihat Nelson dan Aruna begitu dekat hatinya sangat sesak.Tetapi ia berusaha bersikap seperti biasa saja.
Sebenarnya kenyataannya yang Zillia lihat tadi tidaklah seperti itu atau tidak seperti yang dia pikirkan.Kenyataanya ialah Nelson tidak mencium Aruna,tadi soflen yang ada di dalam mata Aruna tergeser agak ke atas dan Aruna kesusahan mengeluarin soflennya lalu Nelson membantunya menggeser ke posisi yang benar baru Aruna bisa mengeluarin soflennya dan membersihkannya lalu memakai kembali.
Karena tadi Zillia berada di posisi belakang punggung Aruna jadi kelihatannya seperti Nelson sedang mencium Aruna.
"Baiklah karena semuanya sudah selesai kami pulang dulu Bu dan besok pagi akan kembali ke sini menyiapkan semua makananya untuk pesta ulang tahun Sasa ."Ucap Zillan kepada ibu panti asuhan.
"Baiklah Zillan,besok kami akan tunggu kalian ke sini sama-sama menyiapkannya."Ucap Ibu panti asuhan.
"Baik Bu, Terima kasih."Ucap Zillan kemudian mereka pun pergi dari sana bersama beberapa karyawan restaurant Zillan.
Zillia mengikuti mobil Zillan dan Dania sedangkan Aruna mengikuti mobil Nelson dan beberapa karyawan Zillan mengikuti mobil yang sudah tersedia.
Sebelum masuk ke dalam mobil Zillia menatap ke arah Nelson bersama Aruna.
"Apakah mereka sedang bersama."Batin Zillia lalu masuk ke dalam mobil kakaknya.
__ADS_1