Istri Yang Hilang

Istri Yang Hilang
#Kerasukan


__ADS_3

Tepat pada sepertiga malam, Allianz dan Visha terlihat tiba di rumah Visha. Wanita itu terlihat memapah Allianz yang sedang tertidur dalam keadaan yang mabuk berat menuju ke dalam rumahnya.


Dengan tergopoh-gopoh, dia membaringkan tubuh Allianz di sofa ruang tamu.


Brak!


"Huhh!" Visha terlihat membuang nafasnya dengan sangat kasar.


Dia membuat sup di dapur, sambil menunggu Allianz tersadar, dia juga membereskan kamarnya.


Senyumannya sesekali terlihat amat senang, mungkin dia merasa puas karena telah berhasil membuat pria ini masuk dalam perangkap mautnya.


Dia membawa sup buatannya menuju arah Allianz, dan membangunkan pria itu dengan segera.


Puk! Puk!


"All, bangun, makan sup dulu, biar kamu lebih segar!" ucap Visha sambil menepuk-nepuk Allianz dengan lirih.


Pria itu perlahan mulai membuka matanya, dan kemudian menatapi wajah Visha lebih jelas.


Allianz bangkit dari Sofanya, dan beralih untuk duduk.


"Aku ada di mana sekarang?" tanya pria itu.


"Kau ada di rumahku, aku hendak meminta seseorang untuk mengantar kamu pulang, tapi aku tidak tahu kemana harus mengirim kamu, aku kan tidak tahu alamat rumah kamu," ucap Visha sambil terduduk di samping Allianz.


"Arkh!" dia terlihat merentangkan kedua tangannya.


"Ini, makanlah, biar lebih cepat segar!" ucap Visha sambil memberikan satu mangkuk sup pada Allianz, "atau mau aku saja yang menyuapi kamu?" tanya Visha terlihat menawarkan diri.


"Tidak perlu," dia menerima sup nya, "aku bisa sendiri!"


Bahkan dalam keadaan segenting itu pun, dia masih saja berusaha untuk acuh tak acuh. Jujur saja, Visha semakin di buat tertantang dengan sikap yang sangat menyenangkan dari Allianz ini.


Allianz mulai menyuapkan sup ke dalam mulutnya, lalu dengan santai dia bahkan menghabiskan sup buatan Visha dengan lahap.


"Apa kau akan pulang malam ini?" tanya Visha mencoba menjebak.


"Aku bingung apa aku bisa pulang dan bicara dengan istriku atau tidak," ucap Allianz masih dengan kekecewaan di hatinya.


"Baiklah, tidur saja di sini, kau juga boleh menggunakan kamar tidurku, biar aku yang tidur di sofa!" ucap Visha agak ramah.


Mungkin dia punya maksud lain mengatakan hal itu pada pria ini.


"Tidak, aku yang seharusnya tidur di sofa, jadi biarkan saja aku di sini!"


"Tidak, kau juga boleh menggunakan kamarku, lagi pula aku lebih sering tidur di sofa di banding di atas kasur."


Sejenak Allianz terdiam memikirkan perkataan Visha, namun pada akhirnya, dia pun menjadi anjing penurut.

__ADS_1


Laki-laki itu berjalan membuntuti Visha menuju lantai dua, dan akhirnya tibalah di kamar Visha yang amat hangat.


"Kau boleh tidur di sana!" ucap Visha dengan lembut.


Namun entah rasa apa yang kemudian membuat Allianz berkeringat. Dia bahkan tidak sungkan membuka bajunya, dan membuat pemandangan erotis menyejukkan mata Visha di sana.


"Fuhh! apa hanya aku saja yang merasa udara di sini agak panas?" tanya Allianz sambil membuka kemejanya.


"Aku suka kamar yang hangat, lagi pula ini musim penghujan, akan sangat menyenangkan kalau tidur dengan hawa panas seperti ini.." Jawab Visha sambil membersitkan senyumannya.


"Tapi.." Allianz mulai merasa sedikit aneh.


"Tidur saja! jangan mandi malam-malam begini, kau bisa masuk angin nanti!" ucap Hana memberi saran.


Karena kalau kau mandi, obat itu tidak akan bereaksi.


Benak Visha berbicara dengan lirih.


"Kau benar, apa lagi ini sudah dini hari, ada baiknya aku langsung saja tidur!" ucap Allianz lagi, lalu setelah itu, dia terkapar di atas ranjang.


Yes! aku berhasil, tinggal menunggu waktu saja untuk beraksi.


Tanpa menunggu menit, Allianz langsung terlihat tertidur, meski dalam tidurnya dia begitu gusar. Dia tidak tahu apa yang terjadi padanya, dia terlelap, tapi sungguh ada hawa yang bergejolak, yang rasanya entah kenapa ingin sekali di puaskan.


Dia bahkan terlihat membuka resleting celananya, melepas dan membuangnya, lalu hanya meninggalkan celana pendek berwarna hitam sebagai penutup saja.


Visha terlihat membersitkan senyumannya di atas sofa. Wanita itu berpura-pura tertidur dan menutup tubuhnya menggunakan selimut.


Namun dia sama sekali belum memejamkan matanya, dia ingin melihat bagaimana reaksi Allianz setelah meminum obat yang dia campurkan bersama sup buatannya.


Sedikit lagi kau akan masuk dalam perangkap ku!


"Arkh!"


Tubuh pria itu makin menggelinjang, merasakan sesuatu yang sangat panas, dan dengan perlahan, adik besar miliknya terlihat membuat celananya sesak.


Dia terlihat terus mencoba menggosoknya, secara sembunyi-sembunyi, dan kemudian merasakan betapa berat apa yang dia rasakan.


Dia tak lagi mampu menahannya. Bangkitlah dia dari tidurnya, lalu mendapati Visha yang tertidur di atas sofa.


Entah kerasukan setan yang seperti apa, hingga membuat pria itu melupakan segalanya.


Allianz berjalan cepat menuju Visha, dan tanpa aba-aba lagi, dia menindih tubuh wanita itu di sana.


"Uhm, All!" pekik Visha berpura-pura menolak.


"Vish, aku tidak tahu apa yang terjadi padaku, tapi.. ah... aku sungguh tidak tahan lagi!"


"Jangan gila kamu All!" wanita itu benar-benar munafik.

__ADS_1


"Maafkan aku, Vish!"


Maafkan aku, Hana....


Cup!


"Umh... agh...."


Keduanya saling berciuman, saling mem*gut dan saling menyalurkan hasrat mereka.


Baju tidur berbahan tipis yang di kenakan Visha di sobek saja secara paksa, membuat seluruh tubuh Visha benar-benar terlihat dengan jelas.


"Agh!"


Dua buah kenyal nan putih dengan ujung berwarna pink menggemaskan itu menyembul keluar, dan langsung menonjok ke wajah Allianz yang tengah kerasukan.


Tangan Allianz dengan nakal meremasnya, lalu menggigit kecil ujungnya, memberikan sentuhan geli pada Visha.


Wanita itu menggelinjang nikmat. Dia memejamkan mata, menikmati mulut Allianz yang selalu lihai memainkan sekujur tubuhnya.


Entah di malam itu, atau pun malam ini, rasanya tetap saja nikmat. Nikmat yang tidak ada duanya.


"Agh!!"


Keduanya mend*sah nikmat, memejamkan mata, dan menikmati setiap sentuhan dan belaian tangan mereka.


Tubuhnya menjadi sangat panas, dia bahkan bisa merasakan senjata miliknya telah basah, tapi entah mengapa dia masih saja terus menggempur Visha membuat wanita itu semakin di buat mabuk.


Dia beralih menuju ke bawah. **** * yang tidak lagi tertutup segitiga bermuda, dengan hiasan hutan lebat nan rimbun, memberi sensasi geli tersendiri.


Allianz bahkan tidak ragu mengecup dan memberi sedikit permainan asik di sana. Dia terus saja memberi sentuhan manja, dan sesekali menggigit ujung pink nya yang menggelora.


"Arkh!"


Hingga akhirnya, wanita itu pun merasa basah. Banyak yang keluar dari bagian itu, hingga rasanya, pelumas pun membuat jalannya begitu indah dan mengkilat.


Allianz tak lagi bermain mulut di sana. Di buka saja si hitam yang masih menutupi bagian bawahnya, lalu dengan cepat memainkan adik besar nan tegak berdiri di sana.


Sebentar saja dia memainkan senjatanya, hingga dia akhirnya memutuskan untuk menggempur liang kenikmatan Visha tanpa berpikir panjang.


Bles!


"Arkh!!"


Wanita itu kembali menggelinjang. Pemanasan yang baru saja selesai bahkan membuat dirinya seolah di buat tak berdaya, tapi lagi-lagi, dia harus merasakan kenikmatan hakiki yang tercipta dari senjata besar nan kokoh yang di masukkan oleh Allianz ke dalam lubang miliknya.


"Ugh.."


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2