Istri Yang Hilang

Istri Yang Hilang
Ep 38 Zillan yang kejam


__ADS_3

Anak buah Zillan mendudukan Azelea kembali seperti sebelumnya.


"Siapa kamu...Beraninya menampar saya,hah."Teriak Azelea tidak terima di tampar oleh seseorang.


Zillan memberi isyarat lagi kepada anak buahnya.


"Memangnya kenapa kalau saya menamparmu."Ucap anak buah Zillan.


"Lepaskan saya.. Kalau tidak kamu pasti akan menyesal."Teriak Azelea lagi.


"Benarkah..."


"Bukankah sudah saya katakan kalau saya adalah calon istri Zillan Don...."


"Ahhh..."


Sekali lagi Zillan menampar Azelea lagi seperti tadi sebelum Azelea habis berkata dan Azelea pun jatuh lagi ke lantai.


"Sekali lagi saya mendengar kamu berkata begitu lagi saya akan membunuhmu."Ucap Zillan dengan aura yang sangat menakutkan.


Deggg....


Suara itu...


Zillan...


"Zillan...Apakah itu kamu"Tanya Azelea ketakutan.


Lalu Zillan memberi isyarat kepada anak buahnya membukakan kain yang menutup mata Azelea tadi.

__ADS_1


Degggg...


Setelah kainnya di buka Azelea yang melihat Zillan berdiri di depannya ia semakin takut karena aura Zillan sangat menakutkan.


"Zi... Zillan,,kenapa kamu..Kamu membawa saya ke ..ke sini.. Dan.. Dan..."Ucap Azelea terbata - bata.


"Lepaskan ikatannya dari kursi."Ucap Zillan lalu anak buahnya pun melakukan apa yang di perintah oleh Zillan.Hanya membuka ikatannya dari kursi tetapi kaki dan tangan masih tetap di ikat.


"Ambilkan saya balok itu."Sambungnya lagi setelah ikatan tali kursinya sudah di lepas.


Azelea yang melihatnya pun menjadi ketakutan.


"Zillan..Ka..kamu mau apa."Tanya Azelea semakin takut.


"Kamu tahu saya siapa, bukan.Kamu juga sangat mengenal saya ,bukan."Tanya Zillan kepada Azelea tetapi Azelea tidak berani jawab.


"Kamu pasti tahu dan juga sangat mengenal saya."Sambungnya lagi.


Degggg...


"Apa maksudnya,, apakah Zillan sudah tahu semuanya." Batin Azelea.


"Dania adalah istri saya,siapa yang memberimu keberanian menyentuhnya,hah."Ucap Zillan dengan nada yang mulai tinggi , Azelea yang mendengarnya semakin bergetar ketakutan.


"Hari ini saya pastikan kamu akan merasakan apa yang pernah Dania rasakan."


Degggg....


"Zi.. Zillan...Sa..Sa....Ahhhhhhh."Teriak Azelea kesakitan ketika Zillan memukul kaki Azelea dengan balok yang ada di tangannya.

__ADS_1


"Bagaimana rasanya..."Tanya Zillan kepada Azelea dan Azelea menggelengkan kepalanya .


"Jangan ...Zillan..Sakit..."Ucap Azelea tidak bisa menahan rasa sakitnya dan ia pun mengeluarkan air matanya tetapi Zillan sama sekali tidak kasihan padanya.


"Sakit...Benarkah.."Tanya Zillan lalu memukul sekali lagi .


"Ahhhhh.."


"Tolong...Jan...Ahhhhhhh"


Kali ini Zillan memukulnya sampai beberapa kali tanpa henti.


Kenzy yang berada di sana menggelengkan kepalanya."Jika kamu tidak mati itu akan sangat menyiksamu , Azelea."Gumam Kenzy.Melihat pukulan Zillan kepadanya begitu kuat sampai Azelea tidak sadarkan diri dan masih terus memukulnya apakah kakinya akan baik-baik saja.Di lihat saja sudah tahu tak mungkin akan baik-baik saja.


"Buang dia ke hutan sana,,hidup atau mati itu sudah nasibnya."Ucap Zillan tanpa belas kasihan walaupun Azelea sudah tidak sadarkan diri.


"Baik Tuan." Ucap anak buah Zillan.Tetapi baru saja mau mengakat Azelea , Zillan menghentikan mereka.


"Tunggu."Ucap Zillan lalu ambil sebuah pisau berukuran kecil kepada anak buahnya.


"Goreskan satu goresan panjang di wajahnya.Jika dia tidak mati dia tidak akan berani bertemu dengan orang lain, pastikan goresan itu akan meninggalkan bekas walaupun sudah sembuh."Ucap Zillan dengan dingin.


"Baik Tuan."


Setelah itu Zillan dan Kenzy pun pergi dari sana.


Sementara di rumah sakit Dania yang sedang main ponselnya tiba-tiba mendapat chat dari Zillan.Lalu Dania membukanya dan ia terkejut melihat photo-photo yang di kirim oleh Zillan.


[ Saya sudah membalaskan apa yang sudah Azelea lakukan padamu 5 tahun yang lalu.]

__ADS_1


[Maaf ,,pada waktu itu saya tidak melindungimu dengan baik.]


__ADS_2