Istri Yang Hilang

Istri Yang Hilang
#Sarapan Seru


__ADS_3

"Aaah, tidak, tidak, kami tidak melupakan peri kecil kami, mana mungkin kami melupakanmu," Naira terlihat mendekati putranya yang sedang marah, lalu memeluk putra kecilnya dengan penuh kasih sayang.


"Aku tahu kalian berselingkuh di belakangku! dasar para pengkhianat!" dia masih saja memanyunkan bibirnya sepanjang yang dia bisa.


Anak ini! mengacaukan momen romantisku saja! aku kan juga harus punya yang perempuan!!


"Baiklah, ibu minta maaf padamu, ya, kami tidak berselingkuh, kok, lagi pula kau kan satu-satunya di hati ibu.. hehehe..." Senyum songar yang sangat di paksakan.


Jangan sampai dia membuat aku jauh lagi dengan Ardian!


"Kau tidak mau sarapan?" tawar Ardian penuh senyuman yang juga sebenarnya senyum yang di paksakan.


"Kau yang telah menggoda ibuku! sudah beberpaa malam ibu tidak lagi menemani aku tidur! aku tahu kau lah yang telah membuat ibuku melupakan aku!!" anak ini tergolong pandai dalam berbicara, jadi harap di maklumi saja, ya..


"Aku bahkan tidak merasa kalau dia adalah istriku 💢💢 benar-benar menyedihkan." 😥


Tuhan! tolong lah aku! bantu aku mengatasi putra tunggalku ini! dia hampir mirip seperti orang ketiga dalam hidupku!!! huaaaaaa!! 😭😭😭😭😭😭


"Ahahahaa, baiklah, ayah juga minta maaf, ya, ayah sudah merebut ibumu, karena dia memang istriku, aku yang lebih berhak di bandingkan dengan dirimu.." Puas karena telah berhasil menjatuhkan putranya.


Yes! untuk kali ini aku menang!


"Kau bahkan masih ingin melanjutkan pertandingan dengan putramu? dasar kau!? tidak akan aku temani nanti saat tidur!!" wajah Naira yang sangat panas dan berkobar.


"Ba-baiklah," merasa kecil dan di sudutkan, "aku akan mengalah," terpaksa harus mundur.


Karena kalau tidak, dua iblis itu akan menelannya bulat-bulat.


"Ibu, aku akan bertemu dengan Zhoulin hari ini, aku tahu semalam dia datang, tapi ibu tidak membangunkan aku.." Wajah anak itu nampak berbinar.


Keduanya terlihat kembali duduk di kursi, dan kemudian makan sarapan mereka.


"Oh ya? kau tau dari mana? siapa yang memberi tahu kamu?" tanya Naira dengan lembut.


"Aku tahu dari suster, dia yang memberitahu aku kalau hari ini aku sekolah yang benar, maka aku akan bertemu dengan Zhoulin, ibu, mungkin dia sudah sangat besar sekarang.." Ucapnya penuh keluguan.


"Apa kamu masih ingat bagaimana wajahnya?" tanya Naira sambil menyuapkan makanan ke mulut Shi Yuan.


"Aku masih ingat, dia bahkan sangat manis dan imut, tapi ya tetap saja lebih imut aku.." memasang wajah imut yang tiada banding.


Ardian : 🥱🥱💢💢

__ADS_1


Aku selalu di buat mual dengan anakku sendiri!


Masih menyantap dengan lahap roti lapis yang tinggal satu suapan lagi.


Entah kenapa keturunanku malah seperti ini, dia sangat meniru ibunya, kenapa tidak meniru padaku yang lebih pendiam dan tidak konyol!?


Hap!


Akhirnya roti lapis Ardian berhasil di habiskan.


"Oh!? kau sudah selesai?" tanya istrinya padanya.


"Sudah, makanlah dengan pelan-pelan, tidak perlu terburu-buru untuk menghabiskannya, aku akan menunggu kamu di sini," senyum mengembang sangat lebar.


"Cih! masih saja berusaha memikat hati ibuku! dia tidak akan kau dapatkan! dia kan milikku seorang!" mendadak kembali cemberut.


"Hey, kau! aku akan membuat ibuku memiliki perempuan! itu pasti jauh lebih baik dari anak laki-laki.." masih saja terus tersenyum dengan lebarnya.


"Ah? iya, aku lupa, aku juga ingin punya adik perempuan, bisakah ibu memberikannya untukku?" tanya Shi Yuan dengan polosnya.


"Ah? ahahaha.. soal itu, ya," ekspresi bingung yang tidak bisa di sembunyikan dari wajahnya.


Duh, bagaimana aku akan menjelaskan semua ini padanya?


"Ah?!" Shi Yuan terlihat terkejut dengan kedua mata yang membulat sempurna.


"Kalau kau ingin asik perempuan, maka ayahmu ini juga harus berperan penting, kau tau kan, kamu juga berasal dari ayah?!" licik sekali ucapan ayah yang satu ini.


"A?" berpikir dalam, "benarkah!? jadi kalau Shi Yuan ingin punya adik ayah juga harus terus bersama ibu?" tanya anak itu dengan sangat polos.


"Benar sekali! ibumu harus selalu bersama ayah, dan kau tidak boleh mengacaukannya.." percaya diri dan kemampuan licik yang sangat luar biasa.


Juara satu kelas kelicikan!


"Kalau begitu, Shi Yuan tidak usah punya adik!"


"Ah?!"


💢💢💢🌚🌚


Anak ini terlalu pandai untuk aku kalahkan!!

__ADS_1


"Kalau dengan ayah terus menerus, bagaimana kalau yang lahir lebih dari satu adik perempuan!? aku tidak suka saat haru memiliki banyak adik, jadi lebih baik, jadi anak tunggal saja, ini sangat baik bagiku.. iya, benar kan ibu?" si polos yang tak berdosa.


"Hahaha, kau benar, ada kalanya harus menikmati waktu sendiri, jauh lebih nyaman tentunya di banding punya adik, tapi asal kau tahu saja.." bicara yang sangat halus dan juga lembut.


"Apa Bu?" terlihat terus menatap ke arah ibunya, sambil terus melahap sisa-sisa roti lapis di tangan.


"Kadang hidup juga membutuhkan saudara, dan orang lain, ibu harap, kau harus punya banyak saudara di masa depan, supaya saat kamu merasa kesusahan, kamu masih punya teman untuk menghadapi kesulitan itu, kau tahu apa maksud ibu, kan?" ucap Naira memberi petuah dengan caranya yang halus dan juga lembut.


"Ehm, aku mengerti, ibu benar-benar sangat pandai, ibu, aku harus punya saudara, dan juga teman yang banyak, supaya bisa menghadapi setiap kesulitan yang aku hadapi di masa depan nanti, begitu kan maksud ibu.."


"Pintarnya anak ibu ini," mencubit pipi menggemakan dari anaknya.


"Jadi ayah dan ibu bisa berdua dan memberimu adik, kan?" tanya Ardian mencoba mengambil celah antara percakapan mereka di sana.


"Boleh saja, asalkan jangan mencoba menindas ibuku, ya, aku tidak suka saat ibuku tertindas olehmu!" jual mahal yang sangat tinggi.


"Baiklah, baiklah, setidaknya aku sudah mendapat persetujuan darimu.." Ardian terlihat begitu senang.


"Baiklah, karena kita sudah mengambil keputusan, bagaimana kalau kau berangkat sekarang juga? ini sudah sangat siang, kita menghabiskan waktu hampir setengah jam hanya untuk sarapan dan berbincang, segera ambil tas kamu, dan bergegaslah pergi!" ucap Naira pada putranya.


"Iya, ibu, Shi Yuan akan segera berangkat," bangun dari kursinya, "dah ibu," melambaikan tangan, "aku sayang ibu!!!"


"Kau lupa mencium ibu, sayang..." teriak Naira dari tempat makan.


Tak tak tak tak tak tak


Anak itu terlihat berlari ke arah Naira, dan mengecup pipi Naira.


Cup!


"Dah ibu, aku sayang ibu..." pergi dengan cepat.


"Dah sayang, ibu menyayangimu, hati-hati di jalan, jangan berlarian seperti itu....."


"Iya ibu, aku bukan lagi anak kecil!!"


"Pokoknya harus hati-hati!!!!"


"Bye!!"


Dan setaman itu, tidak terdengar lagi suara putranya. Mungkin anak itu sudah masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Lihat? anak kamu bahkan sudah menyetujuinya!!" tatapan licik yang luar biasa mematikan.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2