Istri Yang Hilang

Istri Yang Hilang
Ep 47 Azelea ingin melukai Dania lagi.


__ADS_3

Plak...


"Aduhh..Sakit Mbak."Ucap Zillia mengelus lengannya karena di pukuli oleh Dania dengan pelan."


"Lebay...Jangan gitu teriak Sasa,bisa kaget dia nanti."Ucap Dania dan memukul pelan lengan Zillia lagi.


"Hehehe maaf Mbak,maaf.Habis Sasa menyebalkan banget sich "Ucap Zillia.


"Astagaaa tante,kok sualanya kayak petil sich."Ucap Sasa mengelus dadanya menandakan ia kaget.


"Tuhh lihat kaget dia."Ucap Dania lalu mendekati Sasa dan menggendongnya.


"Iya maaf deh,maaf ya ponakan tante."Ucap Zillia juga berjalan mendekati Sasa dan Dania lalu mengelus kepala Sasa.


"Okey..Di maafkan."Ucap Sasa dengan gayanya.


"Sasa main sendiri ya,tante mau bicara sama Mamy."Ucap Zillia.


"Baiklah."Ucap Sasa dengan patuh.


"Ayo Mbak kita ke ruang tamu bicara."Ajak Zillia dan Dania pun mengikutinya berjalan keluar dari taman belakang tetapi Dania meminta Bi Ima mengawasi Sasa di taman belakang.


Setelah mereka duduk di ruang tamu Dania menatap Zillia dengan senyum-senyum.


"Kenapa Mbak senyum-senyum menatapku,apakah wajahku ada sesuatu."Tanya Zillia memegang pipinya dengan kedua telapak tangannya.


"Ada."Jawab Dania.

__ADS_1


"Hah..Apa itu."Tanya Zillia lalu mengambil cermin kecil dari dalam tasnya melihat wajahnya.


"Tuhh muka mu merah banget,kayak tomat aja."Ucap Dania dan membuat Zillia merasa semakin malu ketika melihat pipinya.


"Tak anak tak ibu ..menyebalkan banget sich."Ucap Zillia dengan cemberut lalu memyimpang kembali cermin kecil ke dalam tasnya.


"Baiklah,,ada apa kamu tanya tentang Nelson."Tanya Dania serius.


"Sebenarnya gak pa-pa sich,hanya merasa apakah dia baik-baik saja setelah pulang ke amerika sendiri."Ucap Zillia.


"Tentu saja dia akan baik-baik saja."Ucap Dania.


"Oo..Apakah Mbak tidak khawatir."Tanya Zillia.


"Khawatir."Tanya Dania dan di angguk oleh Zillia.


"Kenapa khawatir,dia akan baik-baik saja walaupun pulang sendiri."Ucap Dania dengan santai.


"Ngak kok,di sana dia tidak sendirian kok."Ucap Dania dan membuat Zillia langsung menatapnya dengan serius.


"Ngak sendirian,emang di sana ada siapa lagi."Tanya Zillia kepada Dania.


"Ada calon istrinya lah."Ucap Dania.


"Hah..Segitu cepat sudah punya calon istri."Ucap Zillia tidak percaya.


"Ya semoga saja Nelson bisa secepatnya menemukan calon istrinya."Ucap Dania.

__ADS_1


"Huft..Mbak ni.."Tiba-tiba Zillia merasa lega karena Nelson belum mempunyai calon istri.


"Hmmm...Mbak..Menurut Mbak Nelson suka wanita seperti apa."Tanya Zillia kepada Dania dan Dania mengernyitkan keningnya menatap Dania.


"Kenapa kamu tanya begitu."


"Hmm ..Itu...Mungkin saja saya bisa membantunya mencari calon istri biar Nelson tidak terluka lama karena Mbak ."


Dania hanya diam saja dan tidak menjawabnya, karena apa yang di katakan Zillia memang benar, Nelson terluka karena dirinya.


Sadar diamnya Dania , Zillia merasa bersalah karena berkata begitu.


"Hmm ..Maaf Mbak,, Maksud saya bukan begitu,,Saya..Saya..."


"Gak pa-pa,lagian yang kamu katakan memang benar, Nelson terluka karena saya."Ucap Dania menundukkan kepalanya.


"Maaf Mbak."Ucap Zillia juga menundukkan kepalanya.


"Gak pa-pa Lia,santai saja."Ucap Dania tersenyum.


Sementara di rumah sakit Azelea yang masih merasa tidak terima dengan apa yang di alaminya semakin membenci Dania.Lalu ia mengambil ponselnya dan menelepon seseorang di seberang sana.


"Kali ini saya ingin langsung melihat mayatnya dan pastikan ia benar-benar sudah mati."Ucap Azelea dengan seseorang di seberang di sana.


"Baiklah,,serahkan pada kami asalkan uangnya akan segera kami terima."Ucap seseorang di seberang sana.


"Baiklah saya akan segera transfer ke rekeningmu."Ucap Azelea dan langsung menutup teleponnya.

__ADS_1


"Dania Wijaya ,saya pastikan kali ini kamu akan mati."Batin Azelea dengan penuh kebencian terhadap Dania.


"Zillan,kamu tunggu saja.Setelah Dania mati kita akan hidup bersama selamanya."Batin Azelea lagi dengan tersenyum.


__ADS_2