Istri Yang Hilang

Istri Yang Hilang
#Datang


__ADS_3

Seseorang terlihat mengepalkan tangannya dari kejauhan. Dia terlihat mengenakan sweater berwarna coklat tua, dan dengan celana sederhana yang ia punya.


Menatap kebahagiaan keluarga kecil di depan matanya, hatinya amat teriris, ia semakin mengepalkan genggaman tangannya, sampai akhirnya, dengan nekad, dia mencoba untuk berjalan dengan pelan untuk semakin dekat dengan mereka.


Sementara itu, Visha dan Allianz masih menikmati kerinduan yang mereka rasakan dengan putra kecil mereka yang mungil. Anak itu seolah senang sekali saat mendapati kedua orang tuanya yang pulang dari liburannya.


"Sini, Nak! ayah juga merindukan kamu, peluk ayah," ucap ayahnya sambil mengambil Alvis dari gendongan ibunya.


Di peluk dan di mainkan saja anaknya dengan sangat menyenangkan, sampai bayi laki-laki itu tertawa begitu puas merasa bahagia, sampai pada akhirnya, sebuah kejadian di luar dugaan benar-benar membuat lembaran baru yang sangat buruk.


"Allianz!!!"


Panggil seseorang dari suatu arah, memanggil dengan penuh rasa sakit, namun masih juga harus berpura-pura tegar menghadapi semua ini.


Kedua orang itu menoleh ke arah suara, dan mendapati sebuah kejutan yang bisa membuat mereka terkena serangan jantung.


"Hana..."


Panggil Allianz dengan lirih. Berbeda dengan Allianz yang seolah amat terkejut dan gemetar hebat saat mendapati istri pertamanya yang mendadak muncul, Visha malah terlihat biasa saja, seolah dia sudah tahu dan sudah siap untuk kejadian hari ini.


"Hana..." panggil Allianz sekali lagi dengan lirih.


Suster wanita yang sejak tadi berdiri di samping Visha terlihat mengambil Alvis dari dekapan sang ayah, dan membawa anak itu masuk ke dalam rumah, lalu menutup pintu dengan rapat.


Seakan-akan kedatangan Hana benar-benar memberi mereka bencana besar, mereka semua bahkan nampak sangat ketakutan, kecuali Visha yang tetap saja terlihat tenang dan tetap berdiri tegak di tempatnya.


Meski ia menatap Hana dengan ketidak senangnya, namun Hana tetap saja memilih untuk mendekat, dan semakin juga mendekat.


Langkah kaki Hana semakin terlihat mantap. Dua tangan yang sejak tadi terus mengepal dengan erat, kini ia coba renggang kan, berharap semoga saja dia tidak larut dalam amarah yang di sebabkan oleh pemandangan mengejutkan di depan matanya.


"Hana, kau..."


Pria itu terus saja bergumam, seolah tak percaya dengan seseorang yang dia lihat di depan matanya.


Orang yang pernah mengecewakan dia, namun entah dia sadar atau tidak, dia telah membalasnya sepuluh kali jauh lebih menyakitkan di banding yang di lakukan Hana di malam itu.


Plak!!


Tamparan keras langsung mendarat dengan sempurna di pipi kiri Allianz, meninggalkan jejak merah di sana.


Tanpa kata-kata yang bisa terucap, Hana terus saja menatapi suaminya dengan penuh kekecewaan. Ia tak menghadap ke arah Visha, hanya pada arah suaminya, karena wanita hina, baginya tak pantas di tatap oleh dua matanya.


"Hana, aku bisa jelaskan.." ucap Allianz sambil mencoba meraih tangan Hana.

__ADS_1


Plak!


Namun Hana buru-buru menepisnya, tak ingin rasanya dia di sentuh oleh pria yang sungguh menjijikan ini.


"Kalau begitu jelaskan! jelaskan apa yang memang bisa kau jelaskan!" jawab Hana dengan lirih.


"Aku, aku menikahi dia, pada awalnya, karena memang aku ingin membalas semua perbuatan kamu, tapi, aku, aku sungguh tidak menyangka, kau akan kembali secepat ini.."


"Cih! kau terkejut melihatku? begitukah? kau berharap aku masih mendekam di dalam penjara, dan tidak melihat semua kebusukan yang kau lakukan dengan.. sahabat baikku?" ucapnya sedikit melirik ke arah tubuh Visha yang mengenakan aksesoris mahal, "kau bahkan mengajaknya jalan-jalan, sedangkan aku? bagimu aku hanya barang rongsokan, yang bisa kau buang sesuka hatimu? hah?!" mendadak emosinya meluap.


Air matanya perlahan-lahan mulai menetes, air mata yang sudah sejak tadi dia tahan-tahan. Lama dia menunggu kedatangan Allianz, berniat untuk memberi kejutan pada suaminya, tapi lihatlah apa yang dia dapat sekarang!!


Dia hanya mendapat pahitnya, pahitnya empedu yang bisa dia dapat, sedangkan Visha, wanita itu terlihat amat mewah, wanita itu juga berkelas, menikmati keberhasilan suaminya, sedangkan dia di buang, di telantarkan di dalam penjara, ini sungguh tidak adil!!


"Bodohnya aku, yang selalu mempercayai kamu, dua setengah tahun aku mempercayai kamu, mengira kau masih marah padaku, dan memberi kamu kesempatan untuk tenang, tanpa ada aku di sampingmu, tapi lihat apa yang aku dapat, aku malah melihat sahabat baikku sendiri yang berada di rumahmu, aku malah melihat dia berdiri di sampingmu sebagai istri keduamu, ck, ck, ck, kau pernah mengatakan padaku, betapa hinanya aku, yang tidur dengan pria lain di rumah suamiku sendiri, tapi lihatlah kau! kau jauh lebih menjijikan dariku, All! kau menikahi wanita lain saat aku berada di dalam jeruji besi, membutuhkan dukungan, dan juga harus berjuang seorang diri di sana, kau bahkan tak pernah datang mengunjungi aku," Hana menggelengkan kepalanya, "sekarang aku paham, kau memang tidak pantas aku hargai!"


Plak!


Tangan Allianz mendarat dengan sempurna di pipi Hana, membuat wanita itu harus menahan rasa sakit yang luar biasa di pipinya.


"Jaga bicara kamu! aku menikah dengan Visha, karena kamu yang mengecewakan aku! jadi semua ini bukanlah salahku! tapi kesalahan kamu!" ucap Allianz sambil terus mencoba menahan emosinya.


Mendengar ucapan dari Allianz, membuat Visha seolah punya kekuatan, dan punya sedikit harapan untuk bisa bersama Allianz, menandingi Hana.


Wanita itu tersenyum memiringkan sudut bibir bagian kirinya, lalu berjalan mendekat ke arah suaminya.


Tak lupa juga dia menggandeng tangan suaminya, dan mencoba menenangkan Allianz dengan lembut, lebih lembut dari yang dulu biasa Hana lakukan.


"Sayang, kau jangan marah-marah, bukankah kita baru saja liburan, kalau kau marah-marah, liburan kita tidak berarti apa-apa, iya, kan?" ucap Visha sambil terus mengelus lengan suaminya, dan menggandeng tangannya.


Mendengar ucapan dari istri keduanya membuat Allianz beralih mundur, dan mencoba untuk lebih tenang. Ya, sekarang setiap ucapan yang keluar dari mulut Visha bak mantra yang bisa menghipnotis Allianz hanya dalam waktu sekejap.


"Hah, kau lihat, dia baru saja datang, kenapa tidak mengajak dia masuk? bukankah dia juga istrimu?" tanya Visha dengan lembut.


"Apa kau gila?" namun Allianz tentu saja menolaknya.


Laki-laki itu berpikir tak pantas bagi Hana untuk ikut masuk ke dalam rumahnya yang di beli dari hasil kerja kerasnya bersama Visha.


"Sayang, kau tak boleh bicara begitu, kita memang harus membicarakan semuanya dengan jelas, supaya semuanya tidak menimbulkan salah paham.."


Wanita buaya itu sungguh pandai dalam berakting, hingga rasanya perut Hana di buat mual olehnya.


Merasa muak dengan sikap Visha yang sangat menjijikan baginya, Hana lekas bangkit dari posisinya, dan menatap dua orang itu dengan gagah berani.

__ADS_1


"Lihatlah, kau! sudah aku anggap sebagai sahabat baikku, selalu aku cemaskan selama berada di dalam penjara, tapi kau! kau memang pantas di sebut wanita tak tahu malu!!"


Mendengar ucapan dari Hana, sontak saja Visha marah. Namun dia mencoba untuk menahan emosinya, sekalipun ingin sekali dia menjambak rambut wanita itu, dan menginjak wajah serta mulutnya dengan high heels nya yang runcing.


Wanita itu ingin menunjukkan sisi baiknya yang berbeda di banding dengan omongan Hana yang keras. Mungkin hal itu bisa membuat Allianz semakin menyukainya, dan itu artinya, peluang dia untuk menjadi satu-satunya Nyonya Allianz, akan segera terwujud..


"Sudah aku bilang untuk menjaga ucapan kamu!!" namun sang suami malah terlihat membela istrinya.


"Allianz!!!" teriak Hana seolah tak terima dengan pembelaan yang di lakukan oleh Allianz untuk istri mudanya.


"Lihatlah dirimu! kau lebih tak tahu malu di banding dia! kau tak pantas menginjakkan kakimu yang kotor di rumah kami! sebelum aku mengatasimu dengan cara kasar, pergilah kau dari rumah kami! wajahmu sungguh membuat tempat kami menjadi buruk!!" itulah ucapan yang terlontar dari mulut Allianz pada Hana, yang kemudian akhirnya di anggukkan saja oleh Hana dengan senyuman kecutnya.


Hana mengangguk saja, menerima setiap perlakuan yang di berikan oleh sang suami padanya.


"Itu ucapan kamu, jadi jangan salahkan aku, kalau setelah ini, rumahmu akan jadi lebih buruk!!!"


Hanya satu bait kalimat itulah yang menjadi penutup pembicaraan mereka bertiga di tempat itu, sampai pada akhirnya, terlihat dengan jelas Hana yang mulai beranjak pergi dengan tangisannya yang pedih meninggalkan tempat neraka itu.


Dia mengusap air matanya yang jatuh berlinang di pipi, namun seolah tak ada habisnya air matanya jatuh, semakin dia usap, semakin deras pula kesedihan di wajahnya.


Tak bisa di pungkiri, hatinya benar-benar sakit saat mendapati sang suami yang telah memperistri wanita lain, yang tidak lain dan tidak bukan adalah sahabat baiknya sendiri.


Hiks hiks hiks...


Tangisannya bahkan terus saja mendera, seiring kakinya melangkah menyusuri jalanan. Bak orang gila, yang sudah kehilangan akal sehatnya, persis lah dia seperti itu.


Memang benar kalau pengkhianatan bisa membuat seseorang merasa gila. Ya, begitulah kiranya yang di rasakan oleh Hana. Wanita yang setia menanti suaminya membukakan pintu maaf untuk kesalahan yang sebenarnya bukanlah sepenuhnya dia lakukan.


Namun setelah bertahun-tahun berlalu, dia akhirnya mendapat jawaban yang menyedihkan, mendapati pengkhianatan yang menyakitkan yang di lakukan oleh suaminya bersama dengan istri mudanya, yang tak lain adalah Visha.


Swosh!!


Mendadak hujan badai menerpa, di musim yang seharusnya panas ini, entah mengapa tiba-tiba turun hujan yang sangat lebat, hingga terlihat dengan jelas pepohonan yang seakan-akan bisa saja roboh menimpanya di jalanan.


Namun apakah dia peduli akan nyawanya?


Tidak!


Mati biarlah mati, untuk apa terus hidup, kalau hatinya sendiri, sebenarnya telah mati sejak sekian lama!


Tuhan, haruskah aku menyerah dengan takdir yang engkau berikan? apa aku memang harus berhenti, dan kembali padamu sebagai wanita yang tersakiti akibat sebuah pengkhianatan!?


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2