Istri Yang Hilang

Istri Yang Hilang
#Pesta Ulang Tahun


__ADS_3

Matanya kini tak terlihat sayup. Sejak percobaan menegarkan hatinya selama berbulan-bulan berlalu, kini Hana akhirnya bisa menjadi seorang wanita kuat dan tangguh.


Ia berubah menjadi wanita yang tak lagi menangis, tak lagi merasa kesepian, tak lagi merasa hidupnya tak pernah mudah.


Hatinya bahkan seolah telah di cor dengan semen hingga terasa kuat dan mengeras. Ia tak akan kembali menjadi bodoh, tak akan kembali menjadi wanita yang hidupnya di penuhi oleh drama percintaan menyakitkan.


Baginya cukup satu kali, dan hanya boleh satu kali saja dia di khianati oleh orang-orang terdekat yang dia cintai. Untuk ke depannya, dia tak ingin lagi menjadi semacam itu.


Kini duduknya nampak sangat tenang dan berwibawa. Menjadi CEO di dalam perusahaan sendiri banyak membuat dia untung, juga membuat dia perlahan-lahan mulai di lupakan dari rasa jenuh dan sakit hati selepas perceraian.


Ada masanya seorang wanita untuk menangis.. karena menangis adalah hal yang sangat lumrah saat hatinya terluka, bagi siapapun, tak peduli laki-laki atau pun perempuan, semuanya akan tetap menangis saat hatinya terluka....


Hanya saja, tak akan ada akhirnya jika terus menangis, jika terus merasa tersakiti, apa lagi merasa menjadi manusia paling sial dalam kehidupan ini, selamanya kita tidak akan bisa bangkit...


Hari itu, aku akui, aku memang menangis, meluapkan isi hatiku yang lara, menghabiskan hari-hariku dengan berteman sepi dan luka...


Tapi aku tak pernah memungkiri, akan ada kekuatan yang datang menghampiriku setelah lama berlarut-larut dalam kesedihan...


Dan kini, di hari ini, aku tahu, aku sadar, aku sadar kalau aku telah mendapatkan kekuatan tersebut, aku bangkit, karena bagiku, kekuatan wanita yang sesungguhnya adalah, saat dia pernah menangis, dan kemudian berhenti dari tangisannya, di situlah kekuatan di hatiku juga mulai bangkit...


Tak ada gunanya menangisi laki-laki yang tak pernah bisa menghargai kita sebagai seorang wanita, menangisinya adalah hal yang paling mahal yang pernah aku lakukan untuk mantan suamiku..


Mempercayakan seluruh hidupku dan juga masa depanku padanya, sampai-sampai aku mampu bersabar mendekam di dalam penjara tanpa dia yang datang untuk sekedar bertanya apa kamu baik-baik saja atau tidak!


Tapi kini barulah aku sadari, betapa bodohnya aku yang tak pernah berpikir kemana kiranya pelarian dia kalau bukan pada pelukan wanita lain...


Ya! namun semuanya kini telah berlalu, aku akan bangkit, menjadi wanita yang pernah mengisi hari-hariku dengan deraian air mata, dan kemudian menjadi wanita yang bangkit setelah badai lama menerpa!


Karena bagiku, kebahagiaan diri sendiri jauh lebih penting dan mahal harganya di banding menangisi laki-laki yang tak pernah bisa menghargai kita!


Mereka berhenti di depan sebuah hotel bintang lima dan kemudian turun saja Hana beserta Zarren dari mobil.


Hana yang nampak anggun berkelas dengan pakaian formal yang di kenakannya, jangan lupakan pula kacamata hitam juga tas mewah di dalam genggaman tangannya.


Wanita itu berjalan santai sambil memegang tas mewahnya menuju ke dalam hotel. Ia ingin menemui klien barunya di sana, tapi ia malah mendapat kejutan besar di sana.


Seorang laki-laki nampak asik berjalan setelah berhasil mendapatkan kamar untuk bersantai malam ini. Ia hendak keluar dari hotel mencari udara segar dulu mumpung masih sore, begitulah pikirnya.


Berjalan saja kakinya keluar dari area hotel, namun tanpa di sengaja, dia melihat sosok wanita yang nampak familiar di matanya.


Wanita yang sangat anggun, dengan pakaian formal berwarna putih dan abu-abu, entah mengapa wanita itu nampak sangat akrab dalam pandangannya.


Ia menatapi wanita itu dengan seksama, tentunya dari kejauhan, ingin memastikan kalau sosok itu dia benar-benar mengenalnya.


"Selamat sore, Bu.." sapa sang pemilik hotel pada wanita tersebut.


Wanita itu berhenti, lalu melepas kacamata yang sejak tadi menutupi kedua matanya. Wanita berambut pendek sebatas kuping itu terlihat tersenyum, menampilkan gigi-gigi yang rapi di dalam mulutnya. Cantik sekali...


"Selamat sore, Pak!" jawab wanita itu sontak membuat hati Allianz berdegup kencang.


*Itu Hana*...


Ya, dia melihat sosok Hana yang berbeda di depan matanya, sosok Hana yang sangat cantik dan juga berwibawa, dengan sekujur tubuh yang di penuhi barang-barang branded.


Allianz tercengang, tak percaya dengan apa yang dia lihat barusan, seolah berada di alam mimpi, bagaimana mungkin Hana mendadak berubah menjadi wanita yang sangat berbeda dalam jangka waktu dua bulan?


Allianz masih di buat tak percaya. Di gelengkan saja kepalanya, tak ingin mempercayai pemandangan yang bisa saja hanya fantasi dalam otaknya saja, menolak keras apa yang dia pikirkan dalam kepalanya.


"Tidak! tidak mungkin, itu pasti bukan Hana, mana mungkin Hana seperti itu.." gumamnya sambil terus mencoba menghilangkan pemikiran di dalam kepalanya.


"Bu Hana, anda bisa mengikuti saya menuju tempat yang kami persiapkan!" ucap pria yang tak lain adalah pemilik hotel pada sosok wanita itu dengan sangat ramah, seolah Hana adalah tamu besar yang akan meningkatkan kehidupan mereka.


"Apa?" dan lagi-lagi, Allianz kembali di buat terkejut.

__ADS_1


Ia mendengar dengan sangat jelas pria itu memanggil wanita tersebut dengan panggilan Hana, apa mungkin wanita itu benar sosok Hana mantan istrinya?


"Ma-mana mungkin," ucap Allianz tak percaya.


"Baik, Pak!" jawab Hana dengan senyuman manisnya.


Tak lama setelah itu, terlihat dua orang tersebut berjalan menuju ke sebuah tempat khusus yang telah di persiapkan oleh pihak hotel sebelumnya, menyambut kedatangan bos besar dari H.A. Group baginya adalah kehormatan besar, karena dulunya mereka juga bekerja sama dengan Ardian Group, dan mereka tahu H.A. Group masih berada dalam naungan Ardian Group.


Melihat pemandangan yang sangat mustahil baginya membuat Allianz berdiri saja memaku tak mampu bergerak dari tempatnya.


"Sungguh tidak mungkin!"


Berkali-kali dia melontarkan perkataan yang baginya memang pantas menggambarkan betapa mustahilnya melihat pemandangan mengejutkan ini.


"Heng! bukankah yang bernama Hana bukan hanya satu orang saja? aku tidak percaya dia menjadi seperti itu, dia pasti orang lain, bukan dia! lagi pula dia kan Kumal dan tidak berkelas! mana mungkin dia berubah jadi seperti itu dengan sangat cepat!"


Ia memang tak akan pernah percaya. Ia bahkan lupa kalau mantan istrinya pernah memiliki perusahaan yang harus di jual di masa lalu untuk bekal hidupnya merantau bersembunyi darinya beberpaa tahun yang lalu.


Ia bahkan tak pernah mengira kalau istrinya masih memiliki otak yang waras, hingga di detik itu, terkejut saja dia mendapati pemandangan terbaik yang pernah Hana suguhkan.


Ia mencoba mengabaikan soal wanita berkelas tadi. Di langkahkan saja kakinya menjauh dari tempat itu, sambil mencoba meyakinkan hatinya kalau itu bukanlah Hana mantan istrinya di masa lalu.


Di jauhkan saja tubuhnya dari sana, dan tak lama setelah itu, ia akhirnya bisa keluar dari area hotel dengan pikiran yang masih membingungkan.


*Apa mungkin itu Hana? mengapa dia bisa sampai secantik dan semenawan itu*?


...----------------...


Dua hari telah berlalu, ini adalah hari Minggu, waktu di mana perusahaan Lu Zafier merayakan ulang tahunnya yang ke sekian kali, entah sudah berapa, tak terhitung rasanya.


Banyak tamu undangan yang hadir pada malam itu, tak terkecuali Ardian dan juga Naira yang sudah standby sejak beberapa saat yang lalu di depan gedung besar tempat pesta itu di selenggarakan.


"Sayang, apa aku terlihat cantik hari ini?" tanya sang istri pada suaminya dengan nada lirih..


"Kau tetap cantik meski memakai daster, jadi jangan minder, di pesta ini, kau yang akan paling terlihat cantik di antara semua wanita.." jawab suaminya di kuping istrinya.


"Nanti dia juga pasti akan datang, aku hanya cemas dia tidak memiliki pasangan untuk berdansa, semoga malam ini dia menemukan laki-laki yang tepat untuk teman berdansanya.."


"Aish, kau ini! jangan mengada-ada, dia pasti masih sibuk menata hatinya selama ini, aku tidak yakin apa dia masih bisa membuka hatinya untuk orang lain atau tidak.."


Asik mereka tengah berbincang-bincang, datanglah Tuan Muda Lu Zafier dengan istrinya, Falisa dari arah depan, menyambut kedatangan sepupu jauhnya itu.


"Saudaraku, kau datang juga.." datang dan langsung memeluk Ardian, "bagaimana kabarmu? aku pikir kau sedang program anak ketiga.." ucap Lu Zafier sambil terkekeh.


"Dasar orang sipit! buka matamu, kasihan istriku kalau terus di paksa melahirkan, sekali-kita laki-laki juga melahirkan, biar impas.." jawab Ardian dengan senda guraunya.


"Hahaha.. baiklah, nikmati pestanya..."


"Aku dengar kau ingin bekerja sama dengan Grup H.A. apa itu benar?" tanya Ardian pada sepupunya.


Sementara itu, Naira terlihat di gandeng oleh Falisa menjauh dari perbincangan suaminya, "ayo, Nai, kita bicara soal shopping saja, aku punya banyak baju yang bagus buatmu, siapa tahu kamu berminat.." ucap Falisa pada Naira.


"Kau benar, kita pergi saja.."


Keduanya pun terlihat mulai bergerak menjauh.


"Iya, kau benar, aku menang berniat menaruh sahamku dalam perusahaannya, aku dengar CEO yang baru lebih baik darimu," ucap Lu Zafier sambil menyambar satu gelas minuman dari meja.


"Iya, asal kau tahu saja, itu sahabat baikku, dulu perusahaan itu juga miliknya, sebelum dia menjual semuanya padaku, kini aku berinisiatif untuk mengembalikannya," mengambil satu gelas juga.


Gluk!


Menenggak sedikit.

__ADS_1


"Sungguh? apa kau sebaik itu?" ledek Lu Zafier pada Ardian.


Tak!


Ardian meletakkan gelasnya kembali di atas meja, "kau kenal Hana, mungkin kau juga bisa menilainya.."


"Apa maksud kamu?" tanya Lu Zafier masih tidak paham.


"Dia CEO barunya," jawab Ardian.


"Apa? Kak Hana yang dulu jualan kue itu?" tanya Lu Zafier tidak percaya.


"Dia sebenarnya bukan orang biasa, dia menjual semua sahamnya untuk menjauh dari suaminya, ouh, sekarang sudah jadi mantan suami, dia dulunya juga orang yang berkompeten, jadi sekarang, aku memutuskan untuk mengembalikan apa yang memang sudah seharusnya aku kembalikan.."


"Aku jadi semakin yakin ingin bekerja sama dengannya, dia wanita yang sangat bisa di andalkan, tidak di ragukan lagi.." ucap Lu Zafier dengan senang.


Bukan hanya Ardian dan juga Naira yang menghadiri acara ulang tahun perusahaan Lu Zafier itu.


Dari kejauhan, nampak pula pasangan Allianz dan juga Visha yang kemudian datang bergandengan tangan memasuki ruangan besar di sana, memecah keramaian, membuat semua pasang mata menyorot ke arah mereka berdua.


Seketika beragam pujian langsung terlontar, memuji penampilan Visha yang sangat elegan, tak membuat malu berada di sisi suaminya yang juga memiliki nama di perusahaan Lu Zafier.


Bahkan kedatangan Lu Zafier pun tak di sambut seperti ini, semua orang sungguh mengagumi sepasang suami istri itu.


"Waaahhh, apa itu istrinya Tuan Allianz? cantik sekali, beruntung sekali Tuan Allianz memilikinya.."


"Dia sangat cantik, pakaian dan juga tas nya juga sangat mahal, Tuan Allianz pasti selalu memanjakan istrinya.."


"Mereka pasangan suami istri yang sangat cocok, sama sekali tidak ada bandingannya.."


Ya, dan masih banyak dan juga beragam komentar dari semua orang, seolah sangat iri dan ingin seperti Visha yang memiliki rumah tangga bahagia dengan Allianz.


Meskipun di balik senyuman lebar di bibir Visha, rupanya tak bisa terlukiskan betapa hatinya yang marah, namun sayangnya, perasaan itu tak mampu dia utarakan, ia hanya bisa memendam semua kepedihan di hatinya untuk sang suami.


Mereka berdua bahkan terus berjalan hingga tibalah mereka berhadapan dengan Tuan Lu Zafier dan juga Ardian.


"Selamat malam, Tuan, senang sekali bisa berjumpa dengan anda di pesta ini.." ucap Allianz sambil mencoba menjabat tangan Lu Zafier.


"Terima kasih atas partisipasinya, silahkan dinikmati jamuannya.." jawab Lu Zafier dengan ramah.


Allianz hanya tersenyum, di lirik sosok Ardian di samping Lu Zafier tengah memandang lantai gedung dengan kosong, atau memang Ardian melakukannya dengan sengaja agar tidak di sapa olehnya, ia tak pernah tahu.


Melihat Ardian yang masih saja memasang wajah dingin padanya, membuat Allianz sontak bergeming, mencoba menjauh dari dua orang itu dengan perasaan canggung.


"Kau tidak menyapa adik iparmu, mas?" tanya Visha sambil berjalan di samping suaminya.


"Apa kau tidak lihat? dia masih saja mengacuhkan aku, mana bisa aku menyapa dia di saat seperti itu?" namun Allianz menjawab pertanyaan dari istrinya dengan nada yang sangat kasar.


Mendengar jawaban dari suaminya, membuat Visha seketika terdiam. Di tahan saja air matanya agar tidak terjatuh dan mengenai pipinya, ia tak mau anggapan semua orang soal rumah tangganya yang harmonis jadi hancur gara-gara tangisnya di depan umum.


"Dia siapa?"


Namun pertanyaan dari semua orang membuat Visha membangunkan diri dari luka hatinya.


Ia juga terlihat memandang di sekitar pintu masuk utama mencoba melihat seseorang yang berhasil memikat mata semua orang di dalam pesta.


"Lihatlah! dia sangat cantik..."


"Tapi dia datang seorang diri.."


"Aku yakin dia punya kekasih hati orang kaya.."


"Coba lihat! dia adalah wanita paling cantik di pesta ini.."

__ADS_1


*Siapa si yang di maksud mereka*?


...****************...


__ADS_2