Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 9


__ADS_3

Satu minggu kemudian Arlla tampak bersemangat hari ini


"Ani.. " panggilku


"Iya nyonya" ucap Ani saat di hadapanku


"Minta Misa sama Nina masak kesukaan Mas Gio ya hari ini Mas Gio akan pulang" ucapku dengan bahagia


"Baik nyonya" ucap Ani patuh kemudian beranjak pergi ke dapur


Aku berjalan keluar dan menemui Pak Budi


"Pak Budi bersihkan halaman dan taman rumah ya sampai bersih" ucapku


"Siap nyonya" ucap Pak Budi kemudian menjalankan aktivitas nya


Aku berjalan menaiki anak tangga dan masuk ke dalam kamar


Aku bahagia sekali hari ini Mas Gio akan pulang


Tiga minggu aku menunggu nya kini rasa rinduku sebentar lagi akan terobati


Senyum ku mengembang tanpa pudar sedikit pun dari pagi


Pukul sembilan Gio sudah berada di bandara bersama Lela dan Bryan


"Kita langsung pulang sekarang" ucap Gio


Bryan menyetir mobil sedangkan Lela dan Gio duduk di belakang


Tentunya atas permintaan Lela untuk duduk bersama Gio


Empat puluh lima puluh menit perjalanan dari bandara menuju rumah Gio


Perlahan mobil masuk ke halaman rumah dan di teras rumah sudah ada Arlla yang menunggu kedatangan dirinya

__ADS_1


Membuat rasa bersalah pada Gio semakin membesar


Gio dan Lela turun dari dalam mobil sedangkan Bryan menurunkan barang barang Gio dan Lela


Senyum mengembang yang ku pamerkan sedari tadi kini hilang sesaat namun tak lama aku kembali tersenyum menyambut Gio


"Assalamualaikum Mas" ucapku sambil memeluk Gio dengan erat


Mataku memandang Lela dengan rasa heran namun segera ku tepis


"Waalaikumsalam sayang" ucap Mas Gio sambil melepas pelukanku


Gio mencium keningku dengan dalam dan lama


"Aku kangen" ucapku manja


"Aku juga kangen sama kamu" ucap Mas Gio kemudian dengan tiba tiba menggendong ku dan masuk ke dalam rumah


Aku merasa bahagia di perlakukan seperti ini oleh Mas Gio


Dengan pelan pelan dan penuh hati hati Mas Gio menurunkan diriku di atas sofa ruang tamu


"Kalian duduklah" ucap Mas Gio


Mas Gio duduk di sampingku sambil memeluk pinggangku


Terlihat Lela sangat tidak suka dan aku mampu menangkap hal itu dari raut wajahnya


"Sayang ada yang mau aku bicarakan sama kamu" ucap Mas Gio dengan serius


Detak jantungku tiba tiba berdebar kencang


Aku menatap mata Mas Gio kemudian menatap Lela lalu Bryan


Seolah bertanya ada hal apa ini namun tak ada yang menjawab

__ADS_1


Jika Mas Gio ingin berbicara hal pribadi pastinya tidak akan ada Lela dan Bryan disini


Namun hal ini berbeda pasti ada hubungannya dengan Lela dan Bryan


Sesaat aku berfikiran negatif namun kemudian aku berusaha berfikir positif mungkin ini ada hubungannya dengan pekerjaan


Mungkin hak biasa dan tidak terlalu penting


Tapi mengapa raut wajah Mas Gio sangat serius jika hal itu tidak terlalu penting


Aku berinsiatif memanggil Ani


"Ani,, " panggilku namun tak ada tanda tanda kedatangan Ani


Kemudian aku mencoba memanggil Nina


"Nina.." panggilku


"Iya nya ada apa" ucap Nina


"Tolong buatkan minuman buat kami" ucapku mencoba meredam suasana yang sedikit panas dan canggung


Nina menuju ke dapur untuk membuat minuman


Lima menit kemudian Nina kembali dengan membawa empat gelas teh dan meletakkan di hadapan kami masing masing


"Terima kasih" ucapku


"Nina" panggilku lagi membuat langkah Nina terhenti


"Ada apa nyonya" tanyanya


"Saya minta kamu, Ani, Misa dan seluruh pekerja disini untuk meninggalkan rumah ini terlebih dahulu" ucapku membuat Nina mengernyit


Aku tau apa yang ada di pikirannya saat ini

__ADS_1


"Jangan lupa tutup gerbang nya" ucapku mengingatkan


"Siap nya" ucap Nina patuh kemudian pergi


__ADS_2