Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 31


__ADS_3

"Kenapa dia terlihat marah" tanya Ario


"Mungkin karena tadi tuan membatalkan janji meeting dengannya" jawab Max sambil menunduk


"Whatt jadi pertemuan itu dengan dirinya" tanya Ario tak percaya


"Iya tuan" ucap Max singkat


"Kenapa gak bilang"


"Saya sudah bilang tapi tuan menyela" ucap Max jujur


"Ah bodo amat" ucap Ario santai sambil melangkah keluar dari lobby


...****************...


Setelah sampai di lantai atas aku keluar dari dalam lift dan berjalan menuju ruanganku dengan wajah masam


"Kenapa" tanya Tari yang melihatku


"Gak ada" ucapku singkat


"La tadi Ario kesini dan udah meeting karena kamu gak ada jadi aku yang gantiin" ucap Dira


"Hmm" ucapku singkat


Kepalaku benar benar pusing dan aku melangkah menuju ruanganku


Masuk ke dalam ruanganku aku merebahkan tubuhku di aras sofa


Sebenarnya ada sebuah kamar di ruanganku namun aku sudah malas berjalan


Pukul lima sore aku sudah selesai bekerja dan hendak pulang


Aku mengemasi barang barangku dan keluar dari ruanganku

__ADS_1


Ini mungkin menjadi kesibukan paling padat yang terakhir setelah beberapa minggu terakhir


Dua perusahaan yang baru saja ku bangun kini sudah berkembang sangat pesat dan aku tak menduga secepat ini


Biasanya membutuhkan waktu satu tahun namun ini hanya satu bulan


Mungkin karena bantuan dari papa dan Kk Viko yang ikut berkecimpung


"Sore" sapa Irene


"Hmm"


Aku berjalan mendahului mereka menuju lift khusus


Beberapa menit kemudian aku sudah sampai di lantai dasar dan dengan cepat melangkah menuju mobil yang sudah terparkir rapi


Drtt...


Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel milikku namun ku biarkan


Sekarang tujuanku saat ini adalah rumah mama Rena


Lima belas menit aku telah sampai karena jarak yang tidak terlalu jauh


Namun aku seketika terkejut setelah mendengar jawaban salah satu pelayan yang bekerja disana


"Jadi mama dan papa pergi ke rumahku? Dan bersama mama dan papa ku" tanyaku


"Iya tadi bilangnya gitu mau ke rumah Non Arlla sama Tuan Rendra dan Nyonya Sandra" ucap nya


Aku mengambil ponsel ku dan benar mama Rena sudah mengirimi ku pesan bahwa dia yang akan kesana


"Mampus" ucapku


Kepalaku semakin pusing lagi mengapa tiba tiba berubah acara

__ADS_1


Aku melajukan mobilku dengan kecepatan tinggi menuju rumahku


Sepuluh menit waktu ku tempuh dari biasanya karena aku yang ngebut


Dan benar disana sudah ada mobil mama Rena dan mama Sandra


Aku memarkirkan mobilku ke dalam rumah ku sendiri. Baru kemudian aku berjalan menuju rumah itu


Ku langkahkan kakiku masuk ke dalam rumah dan dari teras rumah sudah ku dengar suara ribut yang ada di dalam ruang tamu


"Ma" panggilku


Keributan berhenti sejenak dan ku lihat Gio sudah babak belur dan di sampingnya sudah ada papanya dengan tangan berdarah


"Sayang" panggil Mama Rena sambil menghampiri ku dan memelukku


Aku tau apa yang sudah terjadi terlihat dari mata Lela yang berair pastinya Mama Rena sudah memaki maki dirinya


Apalagi yang sepintas ku tau Mama Rena sangat membenci yang namanya pelakor


Ku lihat sekali lagi wajah Gio yang sudah hancur dan sangat memprihatinkan


"Ma Pa udah" ucapku


"Gak bisa Gio sudah melukai hatimu dia sudah menghianati dirimu Arlla" ucap Mama Sandra dengan keras


"Dia wanita murahan gak pantas di bela" ucap Lela dengan keras


"Kamu yang murahan" bentak Mama Rena Mama Sandra Papa Rai Papa Rendra dan juga Gio


Aku tak menyangka jika Gio juga mengatakan hal seperti itu. Ku kira dia sudah mencintai Lela terlihat dari sikapnya


"Ceraikan Arlla dan akan ku bawa dia pergi" ucap Mama Sandra


"Ma,,, enggak" ucapku

__ADS_1


"Kenapa?"


__ADS_2