
Setelah mengantar Irene baru aku kembali pulang ke rumah
Aku menaikkan kecepatan mobilku agar segera sampai di rumah
Tubuh dan otakku sudah sangat lelah seharian ini dan aku berharap saat aku sampai nanti tidak ada masalah lagi
Mobilku sudah memasuki area komplek perumahan yang aku tinggali
Tinggal beberapa blok lagi aku akan sampai pada tujuanku
Tinn..
...Satpam rumah mulai membukakan pagar dan aku segera memasukkan mobilku ke dalam garasi ...
Aku turun dengan langkah lesu wajahku mungkin sudah terlihat tak sesegar aku berangkat tadi
Aku melihat ke arah pekarangan rumah yang di tempati oleh Lela
Disana tidak ada mobil Gio terparkir padahal jam segini biasanya Gio sudah pulang
Aku melangkah keluar dan menuju rumah itu
Kakiku melangkah dengan pelan memasuki rumah itu
Membuka pintu ruang tamu tampak sepi seperti tak ada orang
Dalam benakku apakah mereka pergi,,, tapi kemana
Sayup sayup telinga ku mendengar suara dari lantai atas dan aku segera menghampiri nya
Langkah kakiku ku pelankan agar tak ada yang mendengar
Karena high heels yang ku kenakan sangat; udah menimbulkan suara membuatku harus super hati hati
Ku dengar suara pembicaraan yang kudugaa adalah suara Lela dan ibunya Tika
Aku melihat ke dalam kamar yang pintunya tak tertutup rapat
Dan benar saja itu suara Lela dan Tika yang sedang membicarakan Gio
__ADS_1
Aku melangkah pergi dan mendekati jendela yang ada di samping pintu
Ku keluarkan ponsel dari dalam saku jasku
Ku rekam semua pembicaraan mereka dalam ponselku
Setelah ku rasa cukup aku menyimpannya dan segera beranjak pergi
Senyum sinis mengembang di bibirku kini satu bukti sudah ada di tanganku
Akan ku bongkar semuanya setelah ku temukan bukti bukti lain
Akan ada waktunya itu semua bocor ke tangan Gio
Namun tidak sekarang tentunya
Aku melangkah dengan pelan dan menuruni anak tangga
Aku melihat ke arah belakang dapur tempat peristirahatan para ART
Disana sudah terisi dua orang pembantu berarti Gio sudah menemukan pembantu pengganti
Panik melandaku aku tak ingin ketahuan jika aku berada di dalam rumah ini
Pasti nantinya Gio akan menanyaiku macam macam
Langkah kaki Gio mulai mendekati posisiku membuat tubuhku semakin bergetar hebat
Aku melangkah dengan cepat menuju lemari yang berada di samping dinding
Aku bersembunyi di tengah tengah antara alamari dan dinding
Kakiku sakit karena terjepit namun sebisa mungkin ku tahan
Gio melangkah semakin dekat membuat ritme jantungku semakin berdetak kencang
Kemudian aku berhembus lega setelah kepergian Gio dari sana
Dan dengan buru buru aku keluar dari rumah itu agar tak ada satu pun yang mengetahuinya
__ADS_1
Aku kembali ke dalam rumah ku dan duduk di sofa ruang tamu
"Misa Sie Ila Ani Nina Ratih" panggil ku berharap ada yang datang
"Ada apa non" tanya Ila
"Ambilkan air panas kakiku sakit" ucapku sambil meringis kesakitan
"Kenapa bisa gitu" ucap Ila panik setelah melihat kakiku
Ada sedikit darah yang merembes keluar dari dalam kulitku
"Cepet" ucapku
"Iya iya" Ila segara berlari menuju dapur untuk mengambil air panas untuk mengompres kakiku yang sedikit bengkak
"Huh sakit banget" umpatku
Ila kembali dengan baskom di tangannya yang berisi air panas dan tercampur obat merah
Aku meletakkan kakiku di dalam baskom itu
Sejenak aku merasa sakitku memudar dan merasa rileks
"Kenapa bisa begini non" tanya Ila
"Mmm tadi aku jatuh jadinya ya kayak gini" ucapku berbohong
"Tadi saya dengar mobil non udah sampai kenapa gak langsung masuk" tanya Ila
"Udah jangan banyak tanya dulu aku capek" ucapku
Setelah beberapa saat aku merendam kakiku Ila mulai mengobati kakiku yang sakit
Memberikan obat merah baru kemudian di plester
Tidak masalah sedikit sakit asal aku sudah punya bukti itu batinku
Sejenak kemudian tubuhku menegang aku melupakan sesuatu
__ADS_1