Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 26


__ADS_3

Setelah mengantar Irene baru aku kembali pulang ke rumah


Aku menaikkan kecepatan mobilku agar segera sampai di rumah


Tubuh dan otakku sudah sangat lelah seharian ini dan aku berharap saat aku sampai nanti tidak ada masalah lagi


Mobilku sudah memasuki area komplek perumahan yang aku tinggali


Tinggal beberapa blok lagi aku akan sampai pada tujuanku


Tinn..


...Satpam rumah mulai membukakan pagar dan aku segera memasukkan mobilku ke dalam garasi ...


Aku turun dengan langkah lesu wajahku mungkin sudah terlihat tak sesegar aku berangkat tadi


Aku melihat ke arah pekarangan rumah yang di tempati oleh Lela


Disana tidak ada mobil Gio terparkir padahal jam segini biasanya Gio sudah pulang


Aku melangkah keluar dan menuju rumah itu


Kakiku melangkah dengan pelan memasuki rumah itu


Membuka pintu ruang tamu tampak sepi seperti tak ada orang


Dalam benakku apakah mereka pergi,,, tapi kemana


Sayup sayup telinga ku mendengar suara dari lantai atas dan aku segera menghampiri nya


Langkah kakiku ku pelankan agar tak ada yang mendengar


Karena high heels yang ku kenakan sangat; udah menimbulkan suara membuatku harus super hati hati


Ku dengar suara pembicaraan yang kudugaa adalah suara Lela dan ibunya Tika


Aku melihat ke dalam kamar yang pintunya tak tertutup rapat


Dan benar saja itu suara Lela dan Tika yang sedang membicarakan Gio

__ADS_1


Aku melangkah pergi dan mendekati jendela yang ada di samping pintu


Ku keluarkan ponsel dari dalam saku jasku


Ku rekam semua pembicaraan mereka dalam ponselku


Setelah ku rasa cukup aku menyimpannya dan segera beranjak pergi


Senyum sinis mengembang di bibirku kini satu bukti sudah ada di tanganku


Akan ku bongkar semuanya setelah ku temukan bukti bukti lain


Akan ada waktunya itu semua bocor ke tangan Gio


Namun tidak sekarang tentunya


Aku melangkah dengan pelan dan menuruni anak tangga


Aku melihat ke arah belakang dapur tempat peristirahatan para ART


Disana sudah terisi dua orang pembantu berarti Gio sudah menemukan pembantu pengganti


Panik melandaku aku tak ingin ketahuan jika aku berada di dalam rumah ini


Pasti nantinya Gio akan menanyaiku macam macam


Langkah kaki Gio mulai mendekati posisiku membuat tubuhku semakin bergetar hebat


Aku melangkah dengan cepat menuju lemari yang berada di samping dinding


Aku bersembunyi di tengah tengah antara alamari dan dinding


Kakiku sakit karena terjepit namun sebisa mungkin ku tahan


Gio melangkah semakin dekat membuat ritme jantungku semakin berdetak kencang


Kemudian aku berhembus lega setelah kepergian Gio dari sana


Dan dengan buru buru aku keluar dari rumah itu agar tak ada satu pun yang mengetahuinya

__ADS_1


Aku kembali ke dalam rumah ku dan duduk di sofa ruang tamu


"Misa Sie Ila Ani Nina Ratih" panggil ku berharap ada yang datang


"Ada apa non" tanya Ila


"Ambilkan air panas kakiku sakit" ucapku sambil meringis kesakitan


"Kenapa bisa gitu" ucap Ila panik setelah melihat kakiku


Ada sedikit darah yang merembes keluar dari dalam kulitku


"Cepet" ucapku


"Iya iya" Ila segara berlari menuju dapur untuk mengambil air panas untuk mengompres kakiku yang sedikit bengkak


"Huh sakit banget" umpatku


Ila kembali dengan baskom di tangannya yang berisi air panas dan tercampur obat merah


Aku meletakkan kakiku di dalam baskom itu


Sejenak aku merasa sakitku memudar dan merasa rileks


"Kenapa bisa begini non" tanya Ila


"Mmm tadi aku jatuh jadinya ya kayak gini" ucapku berbohong


"Tadi saya dengar mobil non udah sampai kenapa gak langsung masuk" tanya Ila


"Udah jangan banyak tanya dulu aku capek" ucapku


Setelah beberapa saat aku merendam kakiku Ila mulai mengobati kakiku yang sakit


Memberikan obat merah baru kemudian di plester


Tidak masalah sedikit sakit asal aku sudah punya bukti itu batinku


Sejenak kemudian tubuhku menegang aku melupakan sesuatu

__ADS_1


__ADS_2