Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 46


__ADS_3

Pukul tujuh malam ketiga wanita itu baru pulang dari kantor setelah menyelesaikan setumpuk pekerjaan


"Huh" Tari membanting tubuhnya di atas kasur


"Kan udah selesai semua tuh besok jalan jalan ya" ucap Irene


"Yoi" ucap Tari


"Terserah kalian mau kemana aku ngikut aja" ucap Arlla


"Laper" ucap Irene


"Delivery aja" ucap Arlla


"Yaudah"


Mereka bertiga mandi di kamar masing masing sembari menunggu pesanan mereka yang masih berada di perjalanan


Suara bel berbunyi dan dengan cepat Irene membuka pintu dan mengambil pesanan daro kurir


"Arlla Tari makanan nya udah sampe" teriak Irene


"Hashh gausah teriak" ucap Arlla dari arah dapur


"Woyy sejak kapan lo disana" tanya Irene


"Sejak taun kemarin" ucap Arlla


"Apasih berisik tau" ucap Tari sembari menuruni anak tangga


"Kuy makan pesenannya udah sampe" ajak Arlla


Mereka bertiga makan bersama di meja makan namun tiba tiba seseorang memencet bel membuat Irene harus menghentikan makannya sejenak dan membuka pintu


"Aheksa" ucap Irene


"Ngapain kesini" tanya Irene


"Hai. gue bawain makanan buat lo" ucap Aheksa sambil memberikan kantong plastik berwarna hitam pada Irene


"Buat gue doang" tanya Irene

__ADS_1


"Iya" ucap Aheksa sambil menganggukkan kepala


"Oh temen gue?" tanya Irene membuat wajah Aheksa seketika pasi


"Gue lupa" ucap Aheksa


"Dasar amnesia" ucap Irene lalu menutup pintu begitu saja


"Aelah mau juga pdkt eh udah buyar aja" gerutu Aheksa


"Kasian" sindir Areksa yang bersandar pada pintu dan menatap Aheksa dengan nada mengejek


"Kakak gak ada akhlak" gerutu Aheksa


"Ada apa ren" tanya Tari


"Aheksa" ucap Irene


"Ngapain" tanya Arlla


"Ngasih makanan tapi cuma satu" ucap Irene


"Yaudah sini biar gue makan gue masih laper" ucap Tari


"Nonton yuk" ajak Irene pada Arlla


"Nonton apaan" tanya Arlla


"Udah ikut aja" ucap Irene


"Bentar gue belum abisin makanan gue" ucap Tari sambil mengunyah makanan di dalam mulutnya


"Salah sendiri abisin tuh nanti mubazir" ucap Arlla


Irene dan Arlla duduk di sofa ruang tamu dan Irene menyalakan laptop nya yang sudah sengaja di taruh di atas meja itu


"Oyyy tungguin" teriak Tari


"Uhukk..uhukk"


"Rasain keselek kan lo makanya kalau makan gausah banyak ngomong" teriak Irene sambil tertawa

__ADS_1


"Sialan lo"


Tak lama kemudian Tari berlari menyusul Arlla dan Irene di ruang tamu


Bug


Tari mendudukkan tubuhnya dengan kasar membuat sofa sedikit terguncang


"Pelan pelan napa" omel Irene


"Hushh tuh udah di mulai" ucap Arlla dan semuanya fokus dengan film yang sedang berputar di layar laptop Irene


"Film horor" tanya Arlla


"Iya hehehe"


"Udah ah gue gak ikut" ucap Arlla sambil berdiri


"Ayolah sekali kali" ucap Irene


"Yaudah deh" ucap Arlla lalu kembali duduk lagi


Lima belas menit film di putar masih belum terjadi apa apa karena masih belum ada scene menampakkan hantu


"Huaaaaa" teriak ketiga wanita itu bersamaan sambil berlari berhamburan


Jlebb


Lampu apartemen seketika mati membuat kepanikan mereka bertambah


"Irene Tari kalian dimana" teriak Arlla sambil meraba raba mencari keberadaan kedua sahabatnya


"Gue disini la,,, lu dimana" teriak Irene dengan suara ketakutan


"Eh awww" ringis Tari yang terbentur dinding karena tak melihat ada dinding di depannya


"Tar lu kenapa" tanya Arlla


Pyarr


"Huaaa" teriak Irene karena terkejut ada suara pecahan gelas di dekatnya karena tangannya tak sengaja menjatuhkan gelas yang ada di atas meja

__ADS_1


Mereka bertiga berjalan tanpa arah dan tanpa melihat dengan jelas apa yang ada di depannya


__ADS_2