Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 136


__ADS_3

Sebuah mobil mewah berwarna hitam mengkilap berhenti di sebuah rumah kecil yang menjadi tempat tinggal dua orang wanita


Tok... tok... tok..


Arel mengetuk pintu rumah itu hingga tak lama kemudian menampakkan seorang gadis dengan rambut berantakan seperti orang habis tidur dan tersenyum pada Arel


"Kesini kok gak bilang bilang" ucap Kinara


"Hmm sengaja kejutan buat kamu" ucap Arel


"Ohh mau minum apa masuk dulu yuk" ajak Kinara mempersilakan Arel masuk dan membuka pintu lebar lebar


"Air putih aja" ucap Arel


"Jangan dong masa iya kamu jauh jauh kesini cuma aku kasih air putih" ucap Kinara kemudian terkekeh


"Terserah kamu aja kalau gitu oh ya mama kamu ada" tanya Arel


"Ada mau aku panggilin" tanya Kinara


"Iya"


Kinara masuk ke dalam rumahnya dan memanggil Lela yang sedang sibuk di dalam kamarnya


"Ma" panggil Kinara sembari mengetuk pintu kamar mama nya


"Iya ada apa"


"Ada Arel di depan ma" ucap Kinara


"Oh iya bentar" ucap Lela


Setelah memanggil mama nya, Kinara pergi ke dapur untuk membuat teh

__ADS_1


Lela keluar dari dalam kamarnya dan pergi ke ruang tamu untuk menemui Arel yang sudah menunggu beberapa menit yang lalu


"Eh Arel ada apa kesini" tanya Lela lembut


"Mmm gini te... "


"Nih minum dulu" ucapan Arel terpotong dengan kedatangan Kinara yang membawa dua cangkir teh


"Makasih Nar" ucap Arel dan tersenyum lembut pada Kinara


Arel meminum sedikit dari teh itu kemudian meletakkannya kembali.


"Saya kesini dengan tujuan tertentu" ucap Arel membuat Kinara dan Lela mengernyit bingung


"Tujuan? Apa?" tanya Lela


"Sudah dua tahun aku dan Kinara saling mengenal dan saya kesini bertujuan untuk melamar Kinara sebagai istri saya" ucap Arel


Sedangkan Kinara menunduk bingung untuk menjawab haruskah dia menerima atau menolak nya


"Rel" panggil Kinara dan menatap Arel


"Iya Nar ungkapkan saja apapun keputusan kamu aku terima" ucap Arel dengan perasaan cemas


"Bukannya aku nolak tapi..." ucap Kinara


Deg


Jantung Arel seolah keluar dari tempatnya dan kini seperti berhenti berdetak karena dia mengira Kinara akan menerima lamarannya


Dua tahun? Apakah kurang lama dalam waktu pengenalan satu sama lain?


Arel mengira Kinara akan memiliki perasaan yang sama seperti dirinya selama ini

__ADS_1


"Tapi... kalau menjadi istri aku belum siap gimana kalau kita pacaran atau tunangan dulu gitu" lanjut Kinara


Arel menatap Kinara tak menyangka dan senyum nya terbit kembali di bibir manis nya hingga menampilkan lesung pipi yang begitu manis


"Aku setuju aku mau kita tunangan dulu biar hubungan kita jelas" ucap Arel semangat


Arel mengeluarkan kotak berwarna merah dan menyematkan sebuah cincin emas pada jari manis Kinara


"Kita tunangan?" tanya Arel tak percaya dan Kinara mengangguk sebagai tanda jawaban


Arel langsung menarik tubuh kekasih nya itu ke dalam pelukannya dan memeluk nya erat begitu juga dengan Kinara


Senyum haru dan bahagia tak pernah luntur di bibir Arel kini cinta nya terbalas dan tentunya tidak bertepuk sebelah tangan


Kinara menatap dinding dengan nanar matanya berkaca kaca tanpa tau sebab nya


Arel melepaskan pelukan nya dan menatap wajah kekasih nya lekat


"Hey kenapa nangis" tanya Arel


Kinara hanya menggelengkan kepala tanpa berkata


"Apa kamu gak suka" tanya Arel


"Bukan aku hanya... hanya kangen sama papa" ucap Kinara


"Kamu jangan sedih dong papa kamu udah bahagia di sana ok" ucap Arel dan Kinara hanya mengangguk


Lima tahun yang lalu Gio meninggal karena mengidap penyakit kanker otak dan karena tidak memiliki biaya untuk pengobatan Gio hanya bisa pasrah dengan hidup nya


Restaurant peninggalan papa nya satu satu nya sudah bangkrut karena pengeluaran dan pemasukan berbanding jauh


Seluruh biaya penjualan restaurant digunakan untuk menutup hutang hutang Tika, ibu Lela yang suka hutang dimana mana

__ADS_1


__ADS_2