Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 152


__ADS_3

Keesokan harinya Lichyia bangun dengan wajah cerah. Matanya melihat ke arah jam dinding yang menggantung indah di dinding dan masih menunjukkan pukul empat pagi


"Sholat dulu" gumam Lichyia dan beranjak menuju kamar mandi untuk mandi dan berwudhu setelah itu melaksanakan sholat subuh


Selesai berdoa Lichyia melipat mukenah yang dia pakai dan meletakkannya di atas ranjang bagian samping kanan bawah


Lichyia keluar dari kamar dan menuruni anak tangga satu persatu menuju dapur. Disana mama nya Risa yang sedang membersihkan sayuran di bawah guyuran air bersama pelayan pelayan lain


Meskipun di rumah mewah bertingkat tiga itu banyak pelayan hampir tiga puluh pelayan namun Risa dan Lichyia selalu ikut andil dalam urusan dapur


"Pagi ma" sapa Lichyia


"Pagi sayang jangan lupa hari ini ada janji sama Arlla di butik mama nya" ucap Risa


"Iya ma" ucap Lichyia


"Kau tau Arlla bahkan sudah mempersiapkan gaun pernikahan mu sudah sejak lama dan itu di bantu oleh Mama nya, Sandra dan sekarang butik nya di pegang sama anak bungsu nya" ucap Risa


"Anak bungsu? Adik nya tante Arlla" tanya Lichyia


"Iya oh ya kamu belum tau ya namanya Bella umur nya gak jauh sama kamu sama Arel kok" ucap Risa


"Oh"


Pukul enam pagi seluruh masakan sudah jadi dan satu persatu Risa dengan Lichyia menata nya di atas meja makan. Kini tinggal memanggil satu per satu penghuni rumah itu


"Kak Leon!! Kak Asya!! sarapan yuk" teriak Lichyia


"Bentar" ucap Leon dari dalam


Leon, anak pertama dari Dika Wijaya dan Risa Wijaya yang sudah menikah dengan Asya, putri dari seorang pejabat penting di negara Italia dan kini Leon menjadi salah satu pejabat negara Italia dan menetap disana. Semalam Leon dan Asya terbang menuju Indonesia karena mendapat kabar jika Lichyia akan menikah


Lichyia kembali turun ke lantai satu dan duduk di atas meja makan dengan tenang bersama Dika dan Risa


Tak lama Leon, Asya dan seorang baby sitter keluar dari pintu lift


"Pagi semua" sapa Leon


"Pagi juga"


Seluruh keluarga Wijaya sarapan bersama dengan tenang.


"Kamu beneran mau nikah" tanya Leon membuat Lichyia mengernyit


"Ya bener lah kak masa iya bohong" ucap Lichyia


"Oh kakak kira bohongan" ucap Leon santai.

__ADS_1


"Hush kamu tuh" ucap Asya


"Oh ya Lichyia kamu nikah sama siapa? Anak siapa? Pejabat? Pengusaha? Apa Dokter" tanya Asya


"Sama anak pengusaha disini kak dia juga seorang pembisnis" ucap Lichyia


"Oh baguslah kakak harap semoga kamu bahagia nanti" ucap Asya


"Aamiin"


"Asya nanti kamu ikut ya" ucap Risa


"Kemana ma" tanya Asya


"Fitting baju" ucap Risa santai


"Oh iya ma"


"Mbak siapin perlengkapan nya buat Rino ya" ucap Asya pada baby sitter


Rino, anak dari Asya Sania dan Leon Wijaya yang kini masih berusia tiga bulan


"Iya nyonya"


Pukul sembilan Asya, Risa, dan Lichyia berangkat bersama dengan satu mobil menuju butik milik Sandra Arjaya


"Ini?"


"Oh Arlla kenalin ini Asya menantu ku" ucap Risa


"Asya te" ucap Asya dengan sopan


"Arlla"


"Masuk yuk mama sama Bella udah nunggu" ajak Arlla


Mereka semua masuk ke dalam butik itu dan langsung menuju ke ruangan khusus pemilik yang ada di lantai dua


"Lichyia sini sayang coba gaun ini pasti pas deh sama kamu" ucap Sandra menyambut kedatangan calon cucu menantunya


Lichyia menurut dan mencoba gaun yang di berikan oleh Sandra kepadanya



"Kamu suka gak" tanya Sandra


"Suka tante" ucap Lichyia

__ADS_1


"Panggil oma aja biar sama kaya Arel" ucap Sandra


"Iya o.. oma" ucap Lichyia


"Nah kalau yang ini buat akad nya nanti" ucap Bella



"Wow bagus banget" ucap Asya kegirangan melihat hasil karya Bella dan Sandra


"Ini hasil rancangan siapa" tanya Risa yang juga takjub dengan gaun gaun itu


"Rancangan Bella sama saya" ucap Sandra


"Bagus banget tante" ucap Asya


"Makasih"


"Oh ya si Arel mana kak" tanya Bella


"Tau tuh paling juga lupa" ucap Arlla dan mengambil ponselnya untuk menghubungi Arel


"Kamu dimana" tanya Arlla di balik sambungan telepon


"Ini aku lagi di tangga di butik oma mama sabar napa sih" ucap Arel


Tok... tok... tok


"Assalamualaikum" ucap Arel dan memutus sambungan telepon


"Waalaikumsalam nah ini yang di tunggu tunggu ck kemana aja sih lo" ucap Bella kesal


"Gue baru dateng jangan di omelin tau gitu gak dateng aja sekalian" ucap Arel


"Lo gak dateng gue seret lo kesini" ucap Bella dengan berkacak pinggang


"Astagfirullah punya tante gini amat ya punya tante serasa kaya kakak sendiri" ucap Arel


"Kenapa emang"


"Ya enggak tante gue unik umur nya ama gue cuma beda setahun hahhaha" ucap Arel dan langsung menyambar sebuah jas yang ada di tangan Bella dan masuk ke ruang ganti menghindari serangan dari Bella jika sudah mengamuk


"Oh iya undangannya udah di sebar belum" tanya Sandra


"Rencana nya nanti Oma" ucap Lichyia


"Oh baguslah"

__ADS_1


__ADS_2