Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 25


__ADS_3

"Tari" pekik Irene Aku dan Dira


"Kalian" ucap Tari tak kalah bahagia


Kami saling berpelukan sejenak kemudian aku meminta untuk duduk


"Kalian apa kabar" tanya Tari


"Kami baik kamu tuh habis keluar dari SMA udah gak ada kabar" ucap Irene


"Hehehe"


"Kenapa Wisuda SMA kemarin gak ikut" tanyaku


Karena beberapa hari sebelum wisuda Dira dan Tari seolah menghilang


"Kan bukan gue doang ada Dira juga noh" ucap Tari


"Iya kalian kenapa gak ikut wisuda" tanya Irene


"Hehehe soalnya waktu itu kita berdua pergi ke luar kota berharap dapet kerjaan tapi ternyata gagal" ucap Dira


"Dan beberapa bulan ini kamu baru ngelamar di perusahaan aku karena gagal" tanyaku


"Iya"


"Eh makan yuk laper nih" ucap Irene


Makanan sudah tersaji di hadapan kami namun hanya tiga porsi akhirnya Tari memesan makanan terlebih dahulu


Beberapa menit kemudian makanan pesanan Tari datang


Kami makan bersama dengan lahap karena perut kami sudah lapar sedari tadi


"Lu tinggal dimana tar" tanya Dira


"Di kos" ucap Tari singkat


"Lah mending bareng gue" ucap Dira


"Emang lu tinggal dimana" tanya Tari balik

__ADS_1


"Di apartemen itung itung lu hemat uang iya kan" ucap Dira


"Bilang aja nyari temen takut sendirian iya kan" ucap Irene menyindir


"Lu tempe aja" ucap Dira


"Tahu" seru Irene


"Boleh juga gue juga sendirian gak enak bosen" ucap Tari


Selesai makan aku membayar semua makanan ini kemudian kami pergi bersama


"Tar mending lu kerja bareng gue aja" ucap ku


"Sebagai apa" tanya Tari


"Sekretaris" ucapku


"Nah iya tuh jadi kita bisa barengan ama Irene juga" ucap Dira semangat


"La gue pindah jadi sekretaris lu aja ya" ucap Irene memelas


"Lah kan kamu sendiri yang minta di bagian itu" ucapku


Dan Tari ikut bersama kami karena tadi dia naik ojek online saat ke restaurant


"Pindah ya boleh ya" mohon Irene


"Yaudah deh terserah" ucapku


"Gimana tar" tanyaku


"Terus di perusahaan lama gimana resign gitu" tanya Tari


"Gak usah rolling aja kamu sama aku nanti sekretaris aku yang kesana" ucapku


"Kayak perusahaan milik sendiri aja main pindah sana sini" ucap Tari


Aku hanya terkekeh


Kami memasuki mobil dan aku menyetir membelah jalanan kota

__ADS_1


"Itu emang perusahaan mama" ucapku


"Hah bener?" tanya Tari tak percaya


"Dibilangin gak percaya" ucap Dira


"Yaudah deh gak papa biar bisa dekat ama kalian" ucap Tari


Aku menghubungi seseorang dan meminta mengurus semuanya


"Nanti disana ada Keysa sebagai rekan kalian" ucapku


"Keysa gak dipindah" tanya Dira


"Enggak gue butuh tiga sekretaris" ucapku singkat


"Emang mama lo udah ngijinin" tanya Tari


"Ya pasti udah lah kan mereka dulu emang sekretaris mama" ucapku


"Kok bisa" tanya Tari


"Hushhh diem aja gak usah banyak ngomong" ucap Dira


"Gue cuma tanya emang salah?" tanya Tari


"Salah telinga gue pengeng nih" ucap Dira


"Udah udah kenapa pada berantem sih" ucapku


"Hehehe"


Aku menghentikan mobil saat berada di depan lobby apartemen Dira


Dira dan Tari turun lalu aku melanjutkan perjalanan untuk mengantar Irene


"Berarti gue besok kerja dimana" tanya Irene


"Katanya tadi mau jadi sekretaris" ucapku


"Berarti gue langsung kesana" tanya Irene

__ADS_1


"Hmm"


__ADS_2