
Setelah dari rumah sakit Arlla benar banar langsung ke kantor bagitu juga dengan Irene dan Tari
"Kalian yakin" tanya Aheksa mencegah
"Kita yakin" ucap Arlla yakin dan melajukan mobil dengan kecepatan tinggi
Dalam waktu beberapa menit mereka bertiga sudah berada di sebuah perusahaan cabang untuk melakukan meeting dengan beberapa manager
"Kalian siapa? Kalian di larang masuk" ucap seorang security
"Saya CEO dari Asyila Group" ucap Arlla
"Bohong mana mungkin seorang CEO pakaiannya seperti ini pastinya elegan bukan gembel" ucap security itu menghina
Ya memang mereka menggunakan pakaian non formal dan itu terlihat sangat sederhana karena tak ada persiapan ke rumah sakit
Dan itu pula pakaian yang di belikan bawahan Areksa secara asal karena waktu yang sangat mepet
Meeting yang seharusnya di lakukan pada pukul sembilan di undur menjadi pukul setengah sebelas karena kejadian tak terduga itu
"Tapi itu memang benar" ucap Irene
"Bohong gak usah ngayal deh jadi CEO" ucap sang security
"Pakaian kalian aja kaya gini kucel lusuh" ucap security itu melebih lebihkan padahal hal itu tidak benar sama sekali
"Sekarang biarkan saya masuk sekarang lagi ada meeting dan saya tak punya banyak waktu" ucap Arlla masih sabar
__ADS_1
"Kalian di larang masuk" ucap security itu tegas dengan pandangan meremehkan
"Kamu!!" ucap Irene yang geram dengan security itu
Arlla mengambil ponselnya dan menghubungi salah satu orang kepercayaan Keenan yang sudah mengenalnya
"Turun sekarang" perintah Arlla
"Ada apa nona" tanyanya
"Turun atau kamu tidak perlu masuk kerja lagi" ancam Arlla yang sudah jengah dan emosi nya sudah hampir meledak
Beberapa menit kemudian orang itu turun dan melihat keributan di pintu utama
"Ada apa ini" tanya seseorang dengan suara baritonnya
"Cih" Tari tampak jengah dengan sikap security itu
"Dia benar kamu siapa berani menghalanginya masuk" ucap Kevin dengan nada tinggi
"Udahlah kamu saya pecat dengan tidak hormat" ucap Arlla dengan nada tinggi
Sang security tercengang dengan apa yang dia dengar dan di detik berikutnya dia berlutut dan memohon ampun
"Maafkan saya,, saya tidak tau saya janji kejadian itu tak akan terulang lagi" ucap nya sambil memohon mohon
"Udah lepas" ucap Arlla
__ADS_1
"Saya minta maaf"
"Udahlah saya capek dan asal kamu tau aku Arlla Ratu Asyila Denata pemilik Asyila Group camkan itu dan jangan sampai hal ini terulang lagi jika kau kerja di tempat lain" ucap Arlla dengan tegas
"Silahkan pergi" ucap Arlla
"Nona" teriak sang security
"Salah kamu sendiri bukan jadi jangan salahkan dia kalau mecat kamu" ucap Irene lalu berlalu pergi mengikuti Arlla yang berjalan menuju lift
"Terima aja nasib salah sendiri di kasih tau ngeyel" ucap Tari dan menyusul kedua sahabatnya
Saat sang security hendak pergi dengan langkah lesu tiba tiba Kevin datang mencegatnya
"Ada apa pak" tanya sang security
"Saya tau ini memang salah saya,, saya terlalu sombong dan merendahkan mereka saya terima jika saya di pecat" ucap sang security
"Bukan saya cuma mau ngasih ini atas perintah nona Arlla" ucap Kevin
"Apa ini pak"
"Pesangon dan ini kamu sudah di terima kerja di salah satu perusahaan cabang Asyila Group atas perintah dari nona muda Arlla juga" ucap Kevin
"Bener pak? Saya bersyukur banget nona Arlla masih mau membantu saya" ucap sang security
"Masih untung kamu,,, jarang ada atasan seperti dia" ucap Kevin lalu berlalu pergi
__ADS_1