Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 172


__ADS_3

Arel buru buru mengangkat tubuh Lichyia dan memasukkannya ke dalam mobil di ikuti oleh Risa yang akan menemani Lichyia sedangkan Leon dan Asha menggunakan mobil lain. Dengan kecepatan penuh Arel menembus jalanan kota yang cukup lenggang


Dalam waktu sepuluh menit akhirnya mereka sampai di sebuah rumah sakit terdekat dan disana mereka sudah di sambut oleh jejeran tim medis yang sudah siaga di depan ruang UGD. Saat di perjalanan dengan panik Arel menghubungi pihak rumah sakit yang kebetulan salah satu milik keluarga Denata


Tubuh Lichyia di letakkan di atas brankar dan di dorong masuk ke dalam ruang UGD. Arel, Risa, Leon dan Asha terpaksa menunggu di luar karena dilarang masuk oleh tim medis


Arel berjalan mondar mandir di depan pintu membuat Leon mengepalkan tangannya saat mengingat Lichyia yang menjadi korban sasarannya hanya untuk melindungi laki laki itu. Rasa bersalah dan marah bercampur menjadi satu di hati laki laki berstatus kakak dari wanita yang kini terbaring di ranjang rumah sakit dan sedang di tangani oleh para dokter


Brak...


Leon menggebrak kursi yang dia duduki dengan keras sebagai salah satu lampiasan amarah nya. Langkah kaki laki laki itu berjalan mendekati Arel yang masih berjalan kesana kemari di depan pintu UGD


Bug...


Satu pukulan kembali mendarat di perut Arel. Tubuh Arel jatuh ke lantai karena tidak siap saat mendapat serangan dadakan dari sang kakak ipar


"Mas" teriak Asha mencegah Leon yang hendak memukul kembali suami adik iparnya itu

__ADS_1


"Leon" peringat Risa


"Beruntung lo hari ini,, papa belum tau soal ini kalau dia tau sudah habis lo di tangan papa" ucap Leon dan kembali duduk di kursi samping istrinya


Arel sedikit meringis sambil memegang perutnya bukan karena pukulan Leon tapi rasa bersalah kian membesar saat melihat Lichyia terbaring di ranjang rumah sakit hanya karena melindungi dia dari pukulan Leon


Maafin aku batin Arel


Ceklek


Pintu ruang UGD terbuka lebar dan memperlihatkan seorang dokter yang menangani Lichyia berdiri tegak di balik pintu itu


"Bagaimana keadaan adik saya"


"Putri ku gimana dok"


Tiga pertanyaan terlontar bersamaan menuju pada sang dokter

__ADS_1


"Alhamdulillah luka nya tidak cukup serius hanya sedikit memar di bagian pipi kanan nya saja saat ini pasien masih pingsan nanti setelah siuman bisa di bawa pulang" ucap dokter itu membuat semuanya lega mendengar nya


"Alhamdulillah apa saya bisa masuk" tanya Arel penuh harapan


"Silahkan" Dokter itu berjalan pergi meninggalkan keluarga pasiennya


Arel, Risa dan yang lain segera masuk ke dalam ruang UGD tersebut. Disana Lichyia masih terbaring lemas di brankar


Hati Arel sedikit tercubit saat melihat luka memar di bagian pipi sebelah kanan istrinya. Luka itu istrinya dapatkan karena melindungi dirinya sedangkan dirinya sudah menyakiti sang istri


Arel berjalan mendekati Lichyia. Arel menekuk lututnya untuk mensejajarkan wajah nya dengan wajah cantik milik wanita yang berstatus sebagai istri sah nya. Perlahan tangan Arel menyentuh pipi kanan Lichyia dan mengusap pelan luka itu


Risa hanya bisa menatap datar pada menantu nya itu sepertinya dia harus bicara pada Arel dan menegaskan tentang sesuatu


"Arel ikut mama" ucap Risa dan berjalan keluar dari ruangan itu


Arel mendongak dan menganggukkan kepalanya. Kaki yang semula menekuk kini mulai berdiri dan mengikuti langkah kaki mama mertuanya

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE , KOMEN N VOTE


__ADS_2