Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 29


__ADS_3

"Gimana" tanya Dira


"Batal" ucapku singkat


"Hah? Batal" ucap Dira nyaring


"Gak usah teriak" ucapku


Aku melangkah menuju mobil dan segera masuk di kursi samping kemudi


Tak lama Dira menyusulku dan segera masuk ke dalam mobil


Dira menjalankan mobil tersebut keluar dari area perusahaan Ario


Ikut memecah jalanan kota yang cukup ramai dan sedikit padat membuat waktu sedikit terulur


"Buang buang waktu aja" ucapku kesal


"Tau tadi bilangnya sekarang pas di datengin orang nya gak ada nyebelin" ucap Dira tak kalah kesal nya sama dengan diriku saat ini


Beberapa menit perjalanan kami sampai di depan gedung perusahaan milikku yang menjulang tinggi


"Aku mau ke kampus" ucapku


Setelah Dira turun aku mengambil alih kemudi dan melajukan menuju kampus


Beberapa menit kemudian aku sampai di parkiran kampus


"Irene belum dateng" gumamku


Mataku menyusuri semua parkiran dan aku menemukan sebuah mobil milik Irene


"Berarti dia udah duluan" ucapku

__ADS_1


Kakiku melangkah memasuki gedung kampus masih dengan rasa kesal


Bug


Ku dengar sebuah suara seperti sedang baku hantam


Beberapa mahasiswa dan mahasiswi mulai mendekati ke arah sumber suara tersebut


Aku juga ikut mendekati kerumunan tersebut yang sudah berdempet dempetan


Setelah bersusah payah berjalan di tengah kerumunan aku melihat seorang laki laki sedang baku hantam dengan seseorang yang ku kenali


"Ardan" gumamku


Aku berjalan melangkah semakin ke depan berusaha menengahi


Karena sekian banyak mahasiswa mereka hanya sibuk menonton


Sedangkan keadaan Ardan sudah sangat parah wajahnya sudah babak belur dan mulutnya mengeluarkan darah segar


Namun karena posisiku yang salah lawan Ardan yang hendak menerjang Ardan lagi menabrak tubuhku


Hampir saja aku teejatuh namun ku lihat lengan kekar seseorang menahan tubuhku agar tidak terjatuh


Aku mendongakkan wajahku dan ku tatap wajah seseorang yang menolong diriku


Ternyata dia lawan Ardan tadi


Sejenak mata kami saling berpandangan satu sama lain kemudian aku tersadar dan aku meronta untuk berdiri


Namun bukannya berdiri aku terpeleset dan hendak jatuh lagi


Tubuhku terhuyung ke belakang dan tanpa sengaja aku menarik kerah baju laki laki itu

__ADS_1


Hingga kami jatuh bersamaan dengan posisi dia menindih tanganku


Aku menatap wajahnya yang terlihat memerah menahan amarah


Mungkin karena terlibat perselisihan dengan Ardan tadi


Aku memalingkan wajahku dan berusaha bangkit untuk duduk


"Maaf" ucapku


"Maaf" ucapnya lirih


Aku tak menyangka jika dia juga akan meminta maaf padahal jelas jelas aku yang salah


Aku yang berusaha menghentikan mereka hingga menariknya dan tanpa sengaja terjatuh


Dia bangun dari duduknya dan berusaha berdiri lagi. Tampak dia membersihkan bajunya yang sedikit kotor hingga kemudian dia mengulurkan tangannya padaku


Aku menerima uluran tangannya tersebut dan berusaha berdiri


"Makasih" ucapku


"Sama sama" ucapnya


Aku membersihkan bajuku yang sedikit kotor karena debu debu yang menempel saat aku terjatuh tadi


"Farel" ucapnya sambil mengulurkan tangannya


"Arlla" jawabku dan membalas uluran tangannya


Kemudian aku teringat pada Ardan yang terluka dan aku menoleh ke arah belakang namun Ardan sudah tidak ada


"Kamu ada masalah apa sama dia" tanyaku kemudian aku menutup mulutku menyadari kesalahan ku yang seharusnya tak ikut campur

__ADS_1


Kemudian aku pergi meninggalkan Farel sendiri dan bertanya pada salah satu mahasiswi dan ternyata Ardan berada di klinik kampus


__ADS_2