
"Gimana" tanya Dira
"Batal" ucapku singkat
"Hah? Batal" ucap Dira nyaring
"Gak usah teriak" ucapku
Aku melangkah menuju mobil dan segera masuk di kursi samping kemudi
Tak lama Dira menyusulku dan segera masuk ke dalam mobil
Dira menjalankan mobil tersebut keluar dari area perusahaan Ario
Ikut memecah jalanan kota yang cukup ramai dan sedikit padat membuat waktu sedikit terulur
"Buang buang waktu aja" ucapku kesal
"Tau tadi bilangnya sekarang pas di datengin orang nya gak ada nyebelin" ucap Dira tak kalah kesal nya sama dengan diriku saat ini
Beberapa menit perjalanan kami sampai di depan gedung perusahaan milikku yang menjulang tinggi
"Aku mau ke kampus" ucapku
Setelah Dira turun aku mengambil alih kemudi dan melajukan menuju kampus
Beberapa menit kemudian aku sampai di parkiran kampus
"Irene belum dateng" gumamku
Mataku menyusuri semua parkiran dan aku menemukan sebuah mobil milik Irene
"Berarti dia udah duluan" ucapku
__ADS_1
Kakiku melangkah memasuki gedung kampus masih dengan rasa kesal
Bug
Ku dengar sebuah suara seperti sedang baku hantam
Beberapa mahasiswa dan mahasiswi mulai mendekati ke arah sumber suara tersebut
Aku juga ikut mendekati kerumunan tersebut yang sudah berdempet dempetan
Setelah bersusah payah berjalan di tengah kerumunan aku melihat seorang laki laki sedang baku hantam dengan seseorang yang ku kenali
"Ardan" gumamku
Aku berjalan melangkah semakin ke depan berusaha menengahi
Karena sekian banyak mahasiswa mereka hanya sibuk menonton
Sedangkan keadaan Ardan sudah sangat parah wajahnya sudah babak belur dan mulutnya mengeluarkan darah segar
Namun karena posisiku yang salah lawan Ardan yang hendak menerjang Ardan lagi menabrak tubuhku
Hampir saja aku teejatuh namun ku lihat lengan kekar seseorang menahan tubuhku agar tidak terjatuh
Aku mendongakkan wajahku dan ku tatap wajah seseorang yang menolong diriku
Ternyata dia lawan Ardan tadi
Sejenak mata kami saling berpandangan satu sama lain kemudian aku tersadar dan aku meronta untuk berdiri
Namun bukannya berdiri aku terpeleset dan hendak jatuh lagi
Tubuhku terhuyung ke belakang dan tanpa sengaja aku menarik kerah baju laki laki itu
__ADS_1
Hingga kami jatuh bersamaan dengan posisi dia menindih tanganku
Aku menatap wajahnya yang terlihat memerah menahan amarah
Mungkin karena terlibat perselisihan dengan Ardan tadi
Aku memalingkan wajahku dan berusaha bangkit untuk duduk
"Maaf" ucapku
"Maaf" ucapnya lirih
Aku tak menyangka jika dia juga akan meminta maaf padahal jelas jelas aku yang salah
Aku yang berusaha menghentikan mereka hingga menariknya dan tanpa sengaja terjatuh
Dia bangun dari duduknya dan berusaha berdiri lagi. Tampak dia membersihkan bajunya yang sedikit kotor hingga kemudian dia mengulurkan tangannya padaku
Aku menerima uluran tangannya tersebut dan berusaha berdiri
"Makasih" ucapku
"Sama sama" ucapnya
Aku membersihkan bajuku yang sedikit kotor karena debu debu yang menempel saat aku terjatuh tadi
"Farel" ucapnya sambil mengulurkan tangannya
"Arlla" jawabku dan membalas uluran tangannya
Kemudian aku teringat pada Ardan yang terluka dan aku menoleh ke arah belakang namun Ardan sudah tidak ada
"Kamu ada masalah apa sama dia" tanyaku kemudian aku menutup mulutku menyadari kesalahan ku yang seharusnya tak ikut campur
__ADS_1
Kemudian aku pergi meninggalkan Farel sendiri dan bertanya pada salah satu mahasiswi dan ternyata Ardan berada di klinik kampus