
"Tunggu!!" cegah Arlla
"Kenapa" tanya Alendra
"Apa kau akan kembali ke Singapura" tanya Arlla
"Tidak aku akan akan ke Inggris tugasku disini sudah selesai" ucap Alendra
"Hati hati" ucap Arlla
"Iya"
"Makasih banyak" ucap Arlla
"Sama sama kamu jaga diri baik baik" ucap Alendra
Alendra dan kelima pengawal nya keluar dari rumah itu dan pergi
"Sayang" panggil Mama Sandra
"Iya ma" ucap Arlla
"Jika kamu masih hidup lalu yang kita kuburkan waktu lalu itu siapa" ucap Mama Sandra
"Aku gak tau" ucap Arlla
"Sudahlah biarkan" ucap Papa Rendra
"Viko kamu cabut nama makam itu" ucap Papa Rendra
"Iya pa"
Malam ini di gunakan untuk bercengkrama dan berpesta merayakan kembalinya Arlla. Mama Rena, Papa Rai dan juga seluruh pelayan ikut beegabung juga
Keesokan harinya Arlla sudah bersiap rapi dan hendak pergi
__ADS_1
"Nyonya mau kemana? Ke kantor" tanya Ila
"Gak la ada urusan yang lebih penting dari kantor" ucap Arlla dengan gigi bergemelatuk
"Saya pergi dulu"
Arlla berjalan dengan buru buru menuju mobilnya dan menyetir dengan kecepatan tinggi
Satu jam kemudian dia sampai di tempat tujuannya yaitu rumah lamanya
Brak
Arlla membuka pintu dengan kasar membuat sang penghuni yang sedang duduk santai di ruang tamu terperanjat kaget
"A.. A.. Arlla" ucap Gio tebata - bata
"Kenapa? Enak ya santai santai dan bahagia di atas kematianku" ucap Arlla dengan wajah garang
Gio menatap kaki Arlla dan benar kaki itu menapak di atas lantai berarti benar Arlla masih hidup
"Gak bisa gitu dong kita juga punya hak tinggal di sini" bentak Lela tak terima
"Punya hak apa kalian hah!!" bentak Arlla balik
"Apa lagi kamu!!" ucap Arlla dengan menunjuk Lela
"Eits kalian rujuk?" tanya Arlla
"Iya kami rujuk kenapa? Dan sekarang kami menikah secara resmi secara hukum" ucap Lela dengan senyum bangga
"Oh ya bahkan gue pun gak peduli" ucap Arlla dengan nada sinis
"Cocok sih yang satu tukang selingkuh yang satu GATEL" ucap Arlla meremehkan
Lela maju dan hendak menampar Arlla karena tak terima
__ADS_1
"Lu yakin berani maju" tanya Arlla menantang
"Berani kenapa gak berani" ucap Lela dengan percaya diri
"Ok"
Arlla berjalan menuju dapur dan mengambil sebuah pisau dan kembali lagi ke ruang tamu
Saat melihat pisau tubuh Gio dan Lela seketika menegang
Benar benar keluarga tak kenal takut. Kenekatan keluarga Denata bahkan tak pernah di bayangkan oleh siapapun
"Kenapa? Takut?" tanya Arlla.
"Kalian kemarin terluka kan saat di rumahku" ucap Arlla
"Heh!! Bahkan aku yakin hal itu tidak akan pernah ada di pikiran kalian" ucap Arlla sinis dan menodongkan pisau pada Lela
Lela ketakutan karena pisau berada di dagu nya dan sedikit mengangkat dagu nya ke atas
"Jangan pernah macem macem sama keluarga Denata atau kalian akan tau akibatnya" ucap Arlla
"Bahkan yang kemarin itu tidak seberapa"
"Arlla jangan nekad Lela sedang hamil dan kandungannya lemah karena terluka kemarin" ucap Gio waspada
"Apa gue harus peduli" tanya Arlla sinis
**Prang
Pyarr**
Arlla melemparkan pisau itu hingga mengenai lemari kaca hingga pecah
"Gue masih punya hati gak kayak kalian yang bahkan hati kalian sudah jadi batu" ucap Arlla
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen ya