Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 175


__ADS_3

Arel meletakkan tubuh Lichyia di atas ranjang tempat tidur di kamar milik pria itu dengan hati hati. Arel membiarkan kamar Lichyia kosong dan saat ini Lichyia tidur dengan nyenyak di kamar Arel. Tangan Arel terulur untuk menarik selimut hingga menutupi sebagian tubuh istri nya


"Maafin aku ya" gumam Arel sambil mengusap lembut pipi yang masih memerah karena melindungi dirinya


Arel berjalan ke sisi lain ranjang dan tidur karena malam sudah larut. Arel tertidur dengan memeluk tubuh istrinya dari samping dan menenggelamkan wajah nya di bahu putih milik Lichyia


Sedangkan di rumah Alendra


Sang nyonya besar dan tuan besar pemilik rumah itu baru saja pulang karena meeting yang harus mereka hadiri hingga larut malam seperti ini


Suasana rumah tampak sepi karena semua penghuni nya sudah berada di alam mimpi nya masing masing


"Aku mau ke ruang kerja dulu mas ada beberapa hal yang harus aku kerjakan" ucap Arlla


"Besok pagi aja lihat tuh mata kamu udah kaya panda" ucap Alendra sambil mengusap lembut rambut istrinya yang sedikit berantakan karena ulah nya


Tap... tap... tap...


Suara langkah kaki di tengah kegelapan ruang tamu itu membuat Arel dan Alendra langsung waspada

__ADS_1


"Siapa itu? Apa ada maling" tanya Arlla sambil menatap suami nya


Alendra hanya mengedikkan bahu nya karena dia sendiri pun tak tau jawabannya. Mata keduanya menajam seketika untuk menembus ruangan yang minim cahaya


"Nyonya" ucap Ani membuat Arlla menghembuskan nafas lega


"Ani!! Ngapain belum tidur malem. malem kelayapan bikin orang jantungan saya kira maling tadi" gerutu Arlla dan duduk dengan kasar di atas sofa ruang tamu tersebut


"Maaf nya eh tadi nyonya udah di telfon sama tuan muda?" tanya Ani


Dia melupakan janji nya pada Arel untuk tidak menanyakannya pada Arlla


"Sama aku juga gak" ucap Alendra sambil duduk di samping istrinya


"Emang kenapa bi" tanya Arlla


"Oh enggak tadi tuan muda tanyain kabar nyonya sama tuan terus tadi... tadi tanya ada siapa aja di rumah" ucap Ani


"Ohh kirain ada apa" ucap Alendra sambil meletakkan kepalanya di atas pangkuan Arlla

__ADS_1


"Kamu bisa balik ke kamar kamu" ucap Arlla datar


Setelah Ani pergi Arlla diam termenung memikirkan ucapan Ani tadi. Feeling nya mengatakan ada sesuatu di balik pertanyaan Arel


Untuk apa dia menghubungi Ani jika tanya kabar kenapa tidak salah satu anggota keluarga misal Alina. Lalu kenapa dia menanyakan ada siapa saja di rumah bukankah itu tidak penting bagi nya


"Ada apa hey" tanya Alendra


"Mmm enggak tidur ihh udah malem" ucap Arlla


Alendra segera mengangkat tubuh Arlla dan membawa ke dalam kamar. Tubuh lelah mereka setelah bekerja seharian penuh langsung terbaring nyenyak di atas tempat tidur


Memang perusahaan Rakhsa sudah berada dalam genggaman Arel namun perusahaan milik Alendra yang lain masih dia pegang sendiri. Sedangkan Arlla perusahaan keluarga Denata sudah jatuh ke tangan putra tunggal Viko kakak nya dan itu tidak masalah bagi Arlla karena perusahaan milik nya sendiri sudah berkembang jauh lebih pesat dari perusahaan keluarga


Perusahaan Asyila milik Arlla akan menjadi milik Alina sang putri bungsu dan perusahaan keluarga Arjaya akan di pegang oleh Bella anak terakhir Sandra dan Rendra


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN


MAAF DIKIT DULU

__ADS_1


__ADS_2