Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 66


__ADS_3

Beberapa hari kemudian


Kini hari Arlla lebih lega setelah perdamaian beberapa hari yang lalu


"Aku berangkat dulu ya" ucap Arlla


"Hati hati nya" ucap para pelayan dengan serempak


"Siap" ucap Arlla dengan tersenyum manis



Arlla berangkat menuju kampusnya dalam waktu dua puluh menit


"Arlla" teriak Irene


"Apaansih teriak teriak" ucap Arlla sambil keluar dari mobilnya


"Gue... gue semalem jadian sama Aheksa" ucap Irene dengan binar bahagia di wajahnya


"Wah wah Dhira udah sama Ario sekarang kamu sama Aheksa tinggal gue sama Tari doang dong" ucap Arlla


"Hehehe udahlah move on aja" ucap Irene


"Ngaco kamu!! Aku udah move on dari dulu tau" ucap Arlla dengan cemberut


"Hai" sapa seseorang dari belakang Irene


"Farel" ucap Arlla.


"Hai ini buat kamu" ucap Farel sambil memberikan buket bunga pada Arlla


"Thanks you" ucap Arlla dengan bahagia


"Sama sama gue ke kelas duluan ya" ucap Farel dan berlalu meninggalkan kedua wanita itu

__ADS_1


"Irene" teriak Arlla histeris


"Uhuk yang pipinya merah" goda Irene


"Dasar!!"


"Kamu tuh kayaknya sebentar lagi ada yang nyusul nih" ucap Irene


"Awww" teriak Irene karena mendapat cubitan di lengannya


"Kamu ya awas" ancam Irene sambil berjalan menuju Arlla yang sudah kabur duluan


"Arlla" teriak Irene histeris karena melihat Arlla hampir saja terjatuh ke lantai dasar


"Huh lu bikin gue jantungan tau gak" ucap Irene kesal.


"Hahahah palingan tadi gue jatuh terus mati hhhh" ucap Arlla sambil tertawa seakan nyawanya tidak berharga


"Arlla" panggil seseorang dengan tatapan tajam


"Areksa? Kamu disini? Mana Aheksa" tanya Irene beruntun


"Ck"


"Hai" sapa Aheksa yang baru saja sampai.


"Sayang kita ke kantin aja yuk di bawah" ajak Irene


"Ayo" ajak Aheksa sambil menggandeng Irene pergi


"Ck ada pacar sahabat di lupain" gerutu Arlla


"Kamu ngapain kesini" tanya Arlla pada Areksa


"Mmm gak apa apa aku.. aku.. aku cuma mau nanya kabar kamu aja" ucap Areksa dengan terbata membuat Arlla mengernyit bingung

__ADS_1


"Hah? Hanya nanya kabar doang? Gue baik" ucap Arlla singkat


Tanpa mereka sadari dua pasang mata menatap mereka dengan tatapan yang sulit di artikan


"Aku mau pulang aja ndra" ajak Celina


"Kakak yakin" tanya Alendra


"Yakin" ucap Celina kemudian pergi dan di susul oleh Alendra.


Alendra tak menyangka jika kakak nya kenal juga dengan Arlla


Dan rencananya Celina ingin melihat Arlla dan meminta untuk datang ke Indonesia


Namun kenyataan lain harus dia lihat jika suaminya dekat dengan wanita yang sangat dia ingin temui


Celina menangis di dalam mobil dan menghabiskan seluruh isi kotak tisu yang ada di dalam mobil


"Apa perlu aku belikan tisu lagi" tanya Alendra


"Kau? Ck" decak Celina kesal


"Kau bahkan menghabiskan semua tisu di dalam mobilku kak" ucap Alendra.


"Bukannya kau khawatir dengan diriku kau malah khawatir dengan stok tisu mu" ucap Celina kesal.


"Iya iya" ucap Alendra serba salah


"Alendra perutku lapar" rengek Celina


"Hah? Kau baru saja makan kak dua jam yang lalu" ucap Alendra tak percaya


"Tapi aku lapar lagi" ucap Celina


Sedetik menangis sedetik lapar nanti apa lagi

__ADS_1


Astaga


Alendra memutar arah mobilnya menuju salah satu restaurant yang ada di pinggir jalan


__ADS_2