Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 11


__ADS_3

"Menurut kamu saya harus gimana" tanyaku


"Maaf ya nona tapi menurut saya lebih baik nona ijinkan saja pak Gio menikah dengan si.. si.. siapa tadi nona"


"Lela"


"Iya si Lela biarkan Pak Gio menikah dengan si Lela jangan biarkan perempuan penghianat itu menang" ucap Ila memberi saran


Menurutku ide nya bagus juga aku tidak akan pernah meninggalkan Gio begitu saja


Kali ini Lela begitu keterlaluan


"Terima kasih La" ucapku tulus


"Sama sama nona saya yakin nona bisa menghadapi ini semua" ucap Ila tulus


"Iya"


Aku meminum jus yang di sediakan Ila tadi hingga habis tak tersisa


Setelah itu aku masuk ke dalam kamar untuk mandi agar pikiran ku jernih


Kemudian aku turun untuk makan siang


"Ini makanan kesukaan nona bukan" ucap Ila


"Masih ingat aja kamu" ucapku sambil tersenyum


"Tentu dong" ucap Sie pelayan lain


"Kita harus inget apa kesukaan nona kami" ucap Sie lagi


Aku mengambil nasi dan lauk ke piringku kemudian aku mulai melahap makanan tersebut


Di tengah aku mengunyah aku berfikir apa yang saat ini terjadi di rumah itu


Namun aku tak perduli yang penting saat ini dia menenangkan diri disini terlebih dahulu


__ADS_1


Setelah makan aku menuju ruang keluarga untuk mengerjakan tugas tugas ku


Membuka laptop dan mulai berkonsentrasi belajar


Dua jam aku berada disana semua tugasku telah selesai


Aku terfikir dengan Handphone ku yang sengaja ku matikan


"Ila,, Sie" panggilku


"Iya nona ada apa" tanya Ila


"Belikan saya Handphone baru" ucapku


"Memangnya kenapa dengan handphone nona" tanya Ila


"Stt.. " kode dari Sie


"Baik nona" ucap Sie


Aku memberikan beberapa lembar uang kepada mereka kemudian mereka pergi ke sebuah mall untuk membeli ponsel baru


"Gimana kalau aku buat usaha lagi" gumamku


Mengambil ponsel ku yang mati di atas meja aku mulai menyalakannya lagi


Namun ku urungkan karena pasti Gio mencoba menghubungiku


Dua puluh menit kemudian Ila dan Sie sudah kembali dengan membawa satu kotak berisi ponsel baru


"Makasih kembaliannya buat kalian berdua" ucapku kemudian membuka kotak tersebut


Menyalin no papa, mama dan Irene ke ponsel tersebut


Kemudian aku menghubungi papa namun tak pernah di angkat


Papa tidak akan pernah mengangkat panggilan dari no yang tak di kenal


Aku mengetikkan sesuatu pada bilah pesan

__ADS_1


"Ini Arlla" pesan singkat tersebut kemudian di baca oleh papa dan tak lama kemudian papa menelfon ku


"Arlla kenapa pake no baru" ucap papa


"Heheh ponsel lama rusak pa" ucap ku berbohong


Bukan saat ini untuk menceritakan semuanya pada papa


Aku akan menunggu waktu yang tepat untuk menceritakan semuanya pada papa, mama dan kk Viko


"Pa,, Arlla hubungi papa mau ngomong sesuatu" ucapku


"Apa ngomong aja sayang" ucap papa


"Aku mau buat usaha lagi" ucapku


"Kenapa? bukankah kamu udah punya perusahaan emas, butik, sama restoran dan sudah berkembang baik kan" tanya papa heran


"Hehe iya tapi mau buat usaha lagi" ucapku


"Buat usaha apa"


"Perusahaan kosmetik sama perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara" ucapku


"Ya udah nanti papa yang urus" ucap papa


"Tapi pa biar aku yang bekerja sendiri untuk mengembangkan usaha itu sampai sukses" ucapku


"Bukankah itu udah dari dulu" ucap papa


"Heheh cuma ngingetin" ucapku sambil terkekeh


"Oh ya pa satu lagi" ucapku


"Apa"


"Jangan kasih tau no ini sama siapapun ya" ucapku


"Ok" ucap papa tanpa banyak bertanya

__ADS_1


__ADS_2