Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 40


__ADS_3

Kini kami berada di dalam gedung bioskop dan film sedang di putar


Mataku memandang layar depan dengan serius namun tatapan ku nanar memikirkan hal lain hingga tak serius mengamati alur cerita film tersebut


Pov Areksa


Ku tatap wajah wanita di sampingku dengan lekat


Memang, dia menatap layar namun tatapannya itu kosong


Apa dia ada masalah?


Ah aku bahkan tidak peduli dengan wanita yang baru saja ku kenal itu


Pov Author


"Dia kenapa" tanya Aheksa pada Irene


Irene menatap Arlla kemudian mengernyitkan dahinya


"Dia lagi serius nonton emang kenapa" tanya Iren sambil menatap Aheksa


"Coba lihat lagi dia memang serius nonton tapi tatapannya kosong seakan pikirannya berada di lain tempat" ucap Aheksa kemudian mendengus sebal


Irene sekali lagi menatap sahabatnya itu yang tepat duduk di sampingnya


"Biarkan dia lagi ada masalah jangan ganggu" ucap Irene lirih


"Masalah apa" tanya Aheksa


"Kepo" sahut Tari


...****************...

__ADS_1


Satu jam kemudian film telah selesai dan semua orang bergantian keluar dari gedung tersebut


"Lu kenapa" tanya Irene


"Gue? Gue gak apa apa gue baik baik aja" ucap Arlla santai padahal dalam hatinya sedang kacau balau


Tujuan Irene dan Tari menyetujui ide Aheksa untuk jalan jalan agar Arlla melupakan sejenak masalahnya namun ternyata mereka salah


"Pulang yuk" ajak Arlla


"Capek" tambahnya lagi


Mereka berlima berjalan menuju lift untuk ke lantai dasar


Saat berjalan karena tidak hati hati Arlla terpeleset karena lantai baru saja di pel


"Aww" pekik Arlla


"Kau bisa tidak hati hati bagaimana kalau tadi kepeleset" ucap Areksa dengan nada tinggi


"Makasih" ucap Arlla lalu pergi tanpa memperdulikan ocehan dari Areksa


"Sial!!" umpat Areksa


Kini mereka sampai di parkiran dan dengan langkah cepat Arlla berjalan menuju mobilnya


Namun sebuah mobil melaju mengarah ke arah Arlla dan dengan sigap Aheksa menangkap tubuh Arlla dan membawanya ke tepian


"Kamu kenapa? Dari tadi ngelamun" ucap Aheksa dengan nada lembut


Berbeda dengan Areksa yang memarah marahi Arlla


"Gak apa apa" ucap Arlla lalu masuk ke dalam mobil

__ADS_1


"Hiks" isak tangis Arlla


"Kenapa sih harus begini" lirihnya sambil mengusap air matanya yang sudah menetes di pipinya


Banyak sekali beban pikiran yang di tanggung oleh Arlla


Irene dan Tari masuk ke dalam mobil dan dengan cepat Arlla menghapus air matanya agar sahabatnya itu tidak tau


Namun dia salah,,, Irene dan Tari merupakan sahabat baiknya jadi apapun yang di rasakan Arlla mereka pasti tau


Irene memeluk Arlla dengan erat sedangkan Tari hanya bisa melihat dari belakang karena posisi duduknya yang berada di belakang


"Biar gue aja yang nyetir" ucap Tari


Akhirnya Arlla dan Tari bertukar posisi dan kini Arlla menyandarkan punggungnya berharap bisa rileks


Namun bayangan kenangan nya dengan Gio seakan berputar lagi di dalam otaknya


Memori kenangan manis saat pertemuan mereka dulu seakan muncul di dalam matanya


Mobil berjalan keluar dari area parkir dan melaju memecah jalanan kota


Arlla menatap jendela dengan tatapan nanar


Keindahan kota tersebut tak menggugah hatinya untuk melihat dan menikmati nya


Bagaimana bisa dia bahagia di saat dirinya kacau


Memang benar,,, bahagia di saat kita sedih memanglah sulit namun apakah kita harus bersedih terus


Tentu saja tidak akan ada waktunya kesedihan itu berlalu dan di gantikan dengan kebahagiaan


Namun pada waktu yang sudah di tentukan oleh yang maha kuasa

__ADS_1


__ADS_2