
Kini kami berada di dalam gedung bioskop dan film sedang di putar
Mataku memandang layar depan dengan serius namun tatapan ku nanar memikirkan hal lain hingga tak serius mengamati alur cerita film tersebut
Pov Areksa
Ku tatap wajah wanita di sampingku dengan lekat
Memang, dia menatap layar namun tatapannya itu kosong
Apa dia ada masalah?
Ah aku bahkan tidak peduli dengan wanita yang baru saja ku kenal itu
Pov Author
"Dia kenapa" tanya Aheksa pada Irene
Irene menatap Arlla kemudian mengernyitkan dahinya
"Dia lagi serius nonton emang kenapa" tanya Iren sambil menatap Aheksa
"Coba lihat lagi dia memang serius nonton tapi tatapannya kosong seakan pikirannya berada di lain tempat" ucap Aheksa kemudian mendengus sebal
Irene sekali lagi menatap sahabatnya itu yang tepat duduk di sampingnya
"Biarkan dia lagi ada masalah jangan ganggu" ucap Irene lirih
"Masalah apa" tanya Aheksa
"Kepo" sahut Tari
...****************...
__ADS_1
Satu jam kemudian film telah selesai dan semua orang bergantian keluar dari gedung tersebut
"Lu kenapa" tanya Irene
"Gue? Gue gak apa apa gue baik baik aja" ucap Arlla santai padahal dalam hatinya sedang kacau balau
Tujuan Irene dan Tari menyetujui ide Aheksa untuk jalan jalan agar Arlla melupakan sejenak masalahnya namun ternyata mereka salah
"Pulang yuk" ajak Arlla
"Capek" tambahnya lagi
Mereka berlima berjalan menuju lift untuk ke lantai dasar
Saat berjalan karena tidak hati hati Arlla terpeleset karena lantai baru saja di pel
"Aww" pekik Arlla
"Kau bisa tidak hati hati bagaimana kalau tadi kepeleset" ucap Areksa dengan nada tinggi
"Makasih" ucap Arlla lalu pergi tanpa memperdulikan ocehan dari Areksa
"Sial!!" umpat Areksa
Kini mereka sampai di parkiran dan dengan langkah cepat Arlla berjalan menuju mobilnya
Namun sebuah mobil melaju mengarah ke arah Arlla dan dengan sigap Aheksa menangkap tubuh Arlla dan membawanya ke tepian
"Kamu kenapa? Dari tadi ngelamun" ucap Aheksa dengan nada lembut
Berbeda dengan Areksa yang memarah marahi Arlla
"Gak apa apa" ucap Arlla lalu masuk ke dalam mobil
__ADS_1
"Hiks" isak tangis Arlla
"Kenapa sih harus begini" lirihnya sambil mengusap air matanya yang sudah menetes di pipinya
Banyak sekali beban pikiran yang di tanggung oleh Arlla
Irene dan Tari masuk ke dalam mobil dan dengan cepat Arlla menghapus air matanya agar sahabatnya itu tidak tau
Namun dia salah,,, Irene dan Tari merupakan sahabat baiknya jadi apapun yang di rasakan Arlla mereka pasti tau
Irene memeluk Arlla dengan erat sedangkan Tari hanya bisa melihat dari belakang karena posisi duduknya yang berada di belakang
"Biar gue aja yang nyetir" ucap Tari
Akhirnya Arlla dan Tari bertukar posisi dan kini Arlla menyandarkan punggungnya berharap bisa rileks
Namun bayangan kenangan nya dengan Gio seakan berputar lagi di dalam otaknya
Memori kenangan manis saat pertemuan mereka dulu seakan muncul di dalam matanya
Mobil berjalan keluar dari area parkir dan melaju memecah jalanan kota
Arlla menatap jendela dengan tatapan nanar
Keindahan kota tersebut tak menggugah hatinya untuk melihat dan menikmati nya
Bagaimana bisa dia bahagia di saat dirinya kacau
Memang benar,,, bahagia di saat kita sedih memanglah sulit namun apakah kita harus bersedih terus
Tentu saja tidak akan ada waktunya kesedihan itu berlalu dan di gantikan dengan kebahagiaan
Namun pada waktu yang sudah di tentukan oleh yang maha kuasa
__ADS_1