Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 44


__ADS_3

Sesampai di rumah sakit Areksa turun dari dalam mobil dengan membawa Arlla begitu juga dengan Aheksa yang membawa Irene


Arlla dan Irene masuk ke dalam IGD dan sedang di tangani oleh tim medis


"Huh" ucap Aheksa sambil menyandarkan punggung nya pada sandaran kursi yang berada di ruang tunggu


Beberapa saat kemudian dokter yang memeriksa Arlla dan Irene keluar


"Bagaimana keadaan mereka dok" tanya Aheksa


"Mereka baik baik saja dan sebentar lagi akan kami pindahkan ke ruang perawatan" ucap sang dokter lalu pergi


"Biar aku urus administrasi" ucap Areksa sambil berlalu


"Huekk" tiba tiba Tari merasa mual pada perutnya


"Kamu kenapa" tanya Aheksa


"Huek" Tari berlari menuju toilet dan di ikuti oleh Aheksa di belakang nya


Setelah berada di dalam toilet Tari memuntahkan semua isi perutnya hingga puas


"Kamu hamil?" tanya Aheksa tiba tiba membuat Tari terkejut


"Ngaco" ucap Tari setelah mengelap mulutnya


Tari mengambil tisu dan membersihkan mulutnya dengan tisu lalu membuangnya ke tempat sampah


"Terus kalau bukan hamil apa" tanya Aheksa

__ADS_1


"Aneh!! Orang mual bukan karena hamil doang" sungut Tari


"Ya kan gue taunya gitu" ucap Aheksa sambil mengerucutkan bibirnya


"Gue masuk angin kecapean kerja apalagi tadi kena angin malam" ucap Tari


"Maaf nona Arlla dan nona Irene sudah di pindahkan ke ruang rawat VIP 3" ucap seorang suster


"Oh makasih" ucap Tari


Tari dan Aheksa berjalan menuju lift untuk sampai ke lantai sepuluh


Ceklek


Tari membuka pintu ruang rawat Arlla dan Irene dan ternyata disana sudah ada Areksa yang sedang duduk di atas sofa dan tidur



"Jika kau mau kembali ke apartemen kau bisa balik ajak kakakmu juga biar mereka aku yang jaga" ucap Tari


"Bagaimana kau bisa menjaga mereka sedangkan kau juga lagi sakit" ucap Aheksa


"Aku bisa" ucap Tari kekeh


"Udah biarkan kami disini" ucap Aheksa dan tidur di sofa dekat sofa tempat Areksa tidur


Empat jam kemudian mereka semua masih belum terbangun padahal matahari sudah terbit kecuali Arlla


"Kasihan mereka" gumam Arlla

__ADS_1


Setelah melakukan sholat subuh Arlla duduk di atas brankar sambil makan makanan yang sudah di antar oleh perawat


"Permisi" ucap seorang perawat wanita


"Kita periksa dulu ya" ucap suster tersebut


"Kapan saya bisa pulang" tanya. Arlla


"Nanti jika semuanya sudah normal anda sudah bisa pulang" ucap sang suster sambil melakukan pemeriksaan pada Arlla


Berganti dari Arlla ke Irene yang masih terlelap dalam alam mimpinya. Setelah tugasnya selesai suster tersebut keluar dari ruangan Arlla


Karena masih merasa ngantuk Arlla kembali terlelap dalam alam mimpinya


Pukul sepuluh pagi tangannya terasa berat dan membuat Arlla terbangun dan mendapati Areksa yang sedang menggenggam tangannya


"Kau sudah bangun" tanya Areksa dingin sambil melepas tangan Arlla


"Udah,, makasih sudah bantuin aku kemarin" ucap Arlla


"Siapa juga yang mau bantu kamu itu juga terpaksa" ucap Areksa


"Huammm" Aheksa mulai terbangun dan perlahan membuka matanya begitu juga Tari dan Irene


"Ada apa sih masih pagi ribut ribut" ucap Aheksa


"Gak ada apa apa" jawab Arlla


"Kata suster kamu sudah bisa pulang" ucap Areksa

__ADS_1


"Hmm udah tau" ucap Arlla kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk berganti pakaian dan segera pulang


__ADS_2