Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 122


__ADS_3

Hari berganti menjadi bulan kini usia kandungan Arlla sudah memasuki sembilan bulan


Alendra sudah melarang istrinya untuk melakukan aktivitas berat apalagi beban pikiran karena pekerjaan.


Pagi ini rumah Arlla sudah ramai dengan kedatangan Irene, Tari dan Dhira yang datang berkunjung bersama suami mereka


Para wanita duduk mengobrol santai sambil memakan cemilan yang ada di atas meja yang sudah di siapkan oleh Sie


"Awwww" ringis Arlla tiba tiba sambil menggenggam erat perutnya yang tiba tiba terasa sakit


"Lu kenapa" tanya Irene panik.


"Perut gue sakit" ucap Arlla sambil menahan sakit di perutnya


Tak lama kemudian rasa sakit itu perlahan menghilang


"La liat lu sakit perut gue ikutan sakit" ucap Tari


"Alendra" teriak Irene memanggil Alendra


"Hah ngapain" tanya Arlla


"Kek nya lu ama Tari mau lahiran deh gw kemarin baca di internet katanya orang kalau mau lahiran itu... awwww" ringis Irene yang perutnya ikutan sakit


"Lah kalian bertiga ngapa dah" ucap Dhira panik


Alendra dan yang lainnya datang dan langsung cemas karena perut ketiga wanita itu kembali sakit


Alendra, Aheksa, Ario dan Angga membawa istri mereka ke rumah sakit segera

__ADS_1


Di perjalanan perut Dhira ikutan keram membuat fokus Ario yang sedang menyetir menjadi pecah


"Haduuhh kenapa harus barengan sih bisa di tunda dulu gak yang" ucap Ario dan langsung mendapat pukulan dari Dhira


Mana mungkin rasa sakit mau melahirkan bisa di tunda


-


-


-


Pukul sembilan pagi Arlla, Tari, Irene dan Dhira melahirkan secara bersamaan di ruangan yang berbeda


"Bayinya laki laki" ucap sang dokter dengan menggendong putra pertama Arlla


Binar bahagia terpancar dari ibu baru itu seolah rasa sakit sebelumnya hilang dan sirna di gantikan dengan kebahagiaan tiada tara begitu juga dengan Alendra


"Arelandio Angkasa Putra Arjaya Denata Rakhsa" ucap Alendra


"Nama yang bagus" ucap Arlla


"Panggilannya" tanya Arlla


"Arel"


Dokter itu menyerahkan bayi Arel pada suster untuk di bersihkan dan di bawa ke ruang bayi


Satu jam kemudian Arlla di pindahkan ke ruang perawatan di sana sudah ada seluruh keluarga Arjaya, Denata dan keluarga Rakhsa yang menunggu

__ADS_1


Sedangkan Alendra menuju ruang bayi untuk melihat putra nya


"Hey boy" sapa Alendra


Dia benar benar bahagia hari ini dia sudah menjadi seorang ayah saat ini hal itu berarti tanggung jawab nya semakin besar


Alendra mengazani putra nya sambil mendekap nya dalam pelukannya


Setelah selesai mengazani Alendra mengecup sekilas kening putranya


Jika melihat baby Arel dia seolah melihat pantulan nya sendiri di cermin benar benar sangat mirip dengannya di tambah perpaduan Arlla yang cantik


"Suster boleh saya bawa anak saya ke ruangan istri saya" tanya Alendra


"Boleh tuan"


Alendra membawa putranya keluar dari ruangan itu dan bersamaan dengan Aheksa, Angga dan Ario yang hendak masuk


"Selamat ya ndra" ucap Aheksa


"Makasih selamat juga buat kalian" ucap Alendra tulus


"Whoaahhh anak lu ganteng juga" ucap Ario


"Ya ganteng lah kan anak siapa dulu anak gue" ucap Alendra bangga


"Hiihhh ini mah turunan dari Arlla yang cantik bukan lo" goda Angga


"Enak aja" ucap Alendra sewot kemudian pergi menuju ruang rawat istrinya

__ADS_1


Sedangkan ketiga pria itu tertawa setelah berhasil menggoda ayah baru itu


Jangan lupa like dan komen


__ADS_2