
Beberapa bulan kemudian
Hari ini Alendra akan mengajak Celina pengobatan di Singapura sesuai jadwal beberapa minggu lalu
"Ayo" ajak Alendra dengan nada lembut
"Gak perlu" ucap Celina tiba tiba
"Kenapa" tanya Alendra dengan menatap lembut pada Celina
Celina memejamkan matanya sejenak kemudian menjawab pertanyaan adik ipar nya itu
"Alendra" ucap Celina tiba tiba membuat Alendra terkejut dan bahagia karena hari ini Celina memanggil nya dengan nama Alendra bukan Areksa
"Alendra aku udah ikhlas dengan semuanya,,, aku udah sembuh dari beberapa bulan yang lalu" ucap Celina
"Lalu kenapa kau bersikap.. "
"Karena aku masih berharap jika kau adalah Areksa namun nyatanya tidak" ucap Celina dengan sendu
"Maafkan aku" ucap Alendra.
"Enggak kamu gak salah ,,, aku yang salah" ucap Celina
"Biarkan semuanya berlalu kita jalani kehidupan yang sekarang" ucap Alendra.
"Aku akan pergi sudah cukup aku membebani dirimu" ucap Celina
"Enggak kau adalah kakakku kau tidak boleh kemana mana" ucap Alendra mencegah
"Tapi... "
"Papa dan mama hari ini pulang jadi kakak harus tetep disini" ucap Alendra
Namun baru saja di bahas teriakan mama Alendra terdengar
"Alendra!! Celina sayang kalian di mana" teriak Mama Alendra
"Mama" teriak Celina menghampiri Mama mertuanya
__ADS_1
"Sayang" ucap Mama Raysa
"Mama apa kabar" tanya Celina
"Alhamdulillah baik" jawab Mama Raysa.
"Aku mau tinggal sama mama aja capek tinggal sama Alendra" ucap Celina membuat Alendra melotot tajam
"Hah? Alendra? Kau sudah.. "
"Iya ma" ucap Celina dengan bahagia
"Alhamdulillah" ucap papa Adinata
-
-
-
-
-
Sejak di usir dari rumah, Lela Gio dan juga Tika sekarang tinggal di rumah kecil dan ekonomi mereka menggantungkan restaurant
Itulah harta satu satunya yang Gio miliki setelah semuanya di ambil oleh papa nya
"Aww perut ku sakit" ucap Lela sambil memegangi perutnya yang terasa keram karena kontraksi
"Baby jangan nakal ya" ucap Gio sambil mengelus perut Lela dengan lembut dan penuh kasih sayang
Namun tanpa mereka sadari Arlla sedang melihat kemesraan mereka dari dalam mobil
"Dulu,,, dulu sekali sebelum Lela masuk ke antara kita kau begitu menyayangi ku namun sekarang? hiks apa kau sudah melupakan ku dengan begitu mudahnya" lirih Arlla dengan menahan tangis
Sejujurnya dia merasa sakit dan iri namun dia bisa apa dan sekarang dia hanya berharap bisa mendapatkan kebahagiaan itu juga
"Sayang apa itu mobil Arlla" ucap Lela sambil menunjuk ke arah mobil Arlla yang sedang menepi di taman
__ADS_1
"Iya itu Arlla" ucap Gio
Gio dan Lela berdiri dan berjalan mendekati mobil Arlla.
Tok tok tok
Gio mengetuk kaca mobil Arlla membuat Arlla sedikit terkejut
Dengan cepat Arlla menghapus air matanya kemudian keluar dari dalam mobilnya
"Ada apa" tanya Arlla dengan suara serak
Tanpa Arlla duga Lela bersujud di kaki Arlla membuat Arlla terkejut bukan main
Apa ini mimpi?
"Lela apa yang kau lakukan" tanya Arlla sambil berusaha membangunkan tubuh Lela yang masih bersujud di kakinya
"Maafkan aku Arlla aku tau aku salah namun aku semakin membuat mu sakit hati" ucap Lela dengan berderai air mata
"Tiga bulan ini aku mendapatkan karma yang setimpal" ucap Lela dengan terisak
"Maafkan aku,,, aku hanya butuh maafmu" ucap Lela dengan tulus
"Aku memaafkan mu tapi berdirilah kau sedang hamil" ucap Arlla
Akhirnya Lela berdiri dan memeluk Arlla dengan erat
Bukankah hidup itu harusnya di buat bahagia? Kenapa kita harus selalu bermusuhan
Pikirkanlah terlebih dahulu apa yang kau dapat atas apa yang kau lakukan
Sebelum bertindak berpikirlah dua kali apakah tindakan mu nanti akan menyakiti hati orang lain
Karena karma itu ada
Karma akan berjalan sesuai waktunya
Gio menatap dua wanita yang sedang berpelukan itu dengan senyum bahagia dan haru
__ADS_1