
Saat kaki kami hendak melangkah sebuah mobil hampir saja menyerempet ku dan berhenti di depan kami
Keluar lah sosok wanita dengan angkuh nya dan berjalan ke arah kami
Wajahku yang semula tersenyum kini ku rubah menjadi datar
"Pagi... maduku" bisik Lela di telingaku
"Gimana? Bahagia" tanyaku
"Tentu dong Gio perhatian banget tau" ucap Lela berusaha memanas manasi ku
Hatiku semula terbakar sejenak kemudian aku tenangkan
Aku berusaha tak perduli di hadapannya
"Oh baguslah" ucapku kemudian berlalu pergi
"Bahagia hasil ngerebut punya orang" sindir Irene sambil pergi menyusulku
Lela berdecak kesal dan memalingkan muka
Pukul satu siang aku makan siang bersama Irene di salah satu restaurant
"Habis ini mau kemana" tanya Irene
"Ke kantor" jawabku singkat
"Gue ikut ya pengen kerja di tempat lu capek tau ngurus usaha sendiri" ucap Irene menggerutu
Aku hanya terkekeh bila semua orang ingin memiliki usaha sendiri kini Irene malah ingin bekerja di kantor orang
"Yaudah kamu jadi apa" tanyaku
"Manager pemasaran" ucap Irene
__ADS_1
Memang bagian itu kosong sejak beberapa hari yang lalu dan aku tak menyangka jika dia memilih di bagian itu
"Yaudah mau bareng gak" tanyaku sambil menyendokkan nasi ke dalam mulutku
Brakk
Aku terkejut dan terbatuk batuk karena tersedak
Irene segera menyodorkan air minum ke hadapanku
Aku meminum air yang ada di gelas itu hingga setengah
Aku menatap siapa yang sudah menggebrak meja ku tadi
Tika,,, ibu Lela
Huh aku malas sekali berurusan dengannya
"Ekhemm ren udah selesai kan" tanyaku
Aku menggandeng tangan Irene dan pergi meninggalkan Tika sendirian dengan wajah kesal
Saat aku pergi tak sengaja aku menyenggol gelas air minum tadi hingga jatuh mengenai kaki Tika
Aku dan Irene menuju parkiran dan berangkat ke kantor bersama
Pov Author
Tika masih berada di dalam restaurant dengan memasang wajah kesal
"Maaf ini pembayaran mohon di selesaikan" ucap sang pelayan restoran sambil menyodorkan sebuah kertas ke arah Tika
"Whatt tapi bukan saya yang makan" ucap Tika membela diri
"Tapi disini tinggal ibu jadi ibu harus bayar" ucap sang pelayan
__ADS_1
Tika menahan kesal dan sakit akibat pecahan kaca yang mengenai kakinya
"Gak mau,,, bukan saya yang makan kenapa harus saya yang bayar" ucap Tika
"Ibu harus bayar atau saya laporkan pada pihak berwajib" ucap sang pelayan
"Yaudah" akhirnya Tika mengalah dan membayar semua makanan yang di makan Irene dan Arlla yang menghabiskan hampir sepuluh juta
Setelah menyelesaikan pembayaran Tika pergi dari restaurant itu dengan perasaan kesal
Pov Arlla
Di dalam mobil aku tertawa puas melihat rekaman CCTV yang ada di restaurant milikku yang tadi ku tempati makan
"Dia siapa sih" tanya Irene
"Mertua Gio" ucapku singkat
"Lu ngerjain dia" tanya Irene sambil tertawa
"Iya"
Memang aku meminta pelayan untuk meminta bayaran atas makanan yang ku makan tadi
Sekali kali aku memberi pelajaran pada wanita itu bukan
Bukankah uang yang ada padanya pastinya uang dari Gio
Jadi wajar saja jika Gio membayar semua kebutuhan ku
Dan sudah kuduga pasti jumlah nya jutaan rupiah semua makanan itu
"Biarin lah kasih aja pelajar tuh salah sendiri gangguin kita" ucap Irene
"Hahahah"
__ADS_1
Aku tertawa hingga mengeluarkan air mata begitu juga dengan Irene