Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 4


__ADS_3

"Lela" lirihku


"Kamu kenal sama dia" tanya Gio padaku dan aku pun mengangguk


"Dia temen SMA ku dulu" jawabku


"Oh"


"Dia siapa" tanyaku pada akhirnya


"Dia sekretaris aku baru satu bulan yang lalu" ucap Gio sambil duduk di sofa


"Malam pak maaf mengganggu tadi ada berkas yang belum bapak tanda tangani" ucap Lela dengan nada manja


Entah kenapa aku merasa ada firasat buruk


Setelah selesai kemudian Lela akhirnya pulang sedangkan aku langsung masuk kamar


Tiba tiba nafsu makanku hilang begitu saja karena kehadiran Lela


"Ada apa kenapa gak makan" tanya Gio yang ternyata menyusulku ke kamar


"Bagaimana dia bisa menjadi sekretaris kamu" tanyaku


Hatiku tiba tiba gelisah


"Dia anak temen papa aku jadi ya mau gimana lagi katanya dia disuruh bekerja biar ada pengalaman" jawab Gio


"Kamu gak suka" tanya Gio


Sebenarnya aku ingin menjawab iya namun aku harus menyembunyikan ketidaksukaanku pada Lela bagaimanapun ini urusan pekerjaan


"Enggak kok yaudah makan yuk" ajakku karena aku tahu jika Gio belum makan malam


Saat di meja makan


"Lusa aku harus pergi ke Australia" ucap Gio tiba tiba


"Berapa hari" tanyaku


"Kira kira satu bulan" ucapnya


Satu bulan? waktu yang cukup lama sedangkan pernikahan kami baru dua hari dan dia akan pergi?

__ADS_1


"Kenapa lama sekali" tanyaku


"Ada proyek disana dan aku harus awasi sampai selesai" ucap Gio


"Kenapa enggak bawahanmu aja" ucapku karena tak rela jika Gio harus pergi


"Enggak bisa" ucapnya membuatku kecewa


"Apa Lela juga akan ikut" tanyaku


"Iya"


Deg


Tubuhku menegang seketika


"Boleh kan"


"Yaudah iya nanti aku bantu buat persiapan" ucapku


Setelah selesai makan aku mulai menyiapkan semua persiapan untuk lusa


Memasukkan baju baju Gio ke koper


...****************...


Aku pergi ke kampus setelah Gio berangkat bekerja


"Kenapa wajahmu lesu banget kayak gitu" tanya Irene


"Lusa,,, mas Gio pergi ke Australia" ucapku


"Terus apa masalahnya" tanya Irene


"Dia pergi sama Lela" ucapku


"Lela? lela musuh kamu itu" tanya Irene


"Iya"


"Bagaimana bisa" tanya Irene


"Dia ternyata sekretaris mas Gio dan aku baru tau kemarin" ucapku

__ADS_1


"Whatt!!" pekik Irene


"Kok bisa" tanyanya


"Katanya Lela itu anak temennya papa mertua aku dan dia di suruh bekerja supaya dapet pengalaman" ucapku sambil menghembuskan nafas kesal


"Ck" Irene mencebik tampak tak suka dengan apa yang aku katakan


"Gimana kalau Lela berbuat sesuatu sama suami kamu" ucap Irene


Ucapan Irene membuatkan tak mengerti


"Maksudnya"


"Ck gimana kalau Lela berniat merebut suami kamu,,, dia kan musuh kamu dan gak suka banget sama kamu" ucap Irene


"Gak mungkin aku percaya sama suami aku" ucapku walaupun sedikit ragu tapi aku harus berusaha yakin dan percaya


Bukankah kepercayaan adalah hal yang penting


"Ya juga sih kamu juga harus percaya dan yakin sama Gio" ucap Irene membuatku sedikit tenang


"Hai" sapa seseorang di belakangku


Saat ini kami sedang berada di kelas meskipun kelas sudah selesai


"Ardan" ucap Irene membuatku membalikkan badan


"Ardan kamu kuliah disini juga" ucapku


"Iya,, kamu apa kabar" tanya Ardan


"Alhamdulillah kami baik" ucap Irene


"Aku denger denger kamu udah menikah ya" ucap Ardan


"Iya dua hari yang lalu" ucapku


"Kenapa kamu gak ambil.. "


"Enggak aku gk mau nunda nunda kuliah aku maunya cepet selesai" ucapku


"Kamu gk ada niatan buat honeymoon gitu" tanya Ardan

__ADS_1


Entah kenapa aku merasa sedang di interogasi


"Ah maaf cuma nanya aja,,, gue balik dulu ya" ucap Ardan kemudian pergi


__ADS_2