
Alendra masih terus menunggu di depan pintu apartemen Arlla tanpa beranjak sedikit pun
Pukul lima sore Irene, Tari dan Dhira mengunjungi Arlla sepulang dari kantor
Mereka di kejutkan dengan keberadaan Alendra di depan apartemen
"Alendra" ucap Irene
"Kenapa kalian gak ngasih tau aku kalau Arlla selama ini ada disini" ucap Alendra
"Dia baru pindah hari ini sebelumnya dia tidak tinggal di sini" ucap Tari
"Aku gak percaya"
"Gak percaya yaudah" Ketiga wanita itu memencet bel dan tak lama kemudian pintu terbuka
"Masuk" ucap Arlla dan membuka pintu selebar mungkin. Sebelum dia masuk Arlla melirik sekilas ke arah Alendra
Arlla kemudian masuk ke dalam apartemen dan menutup pintu dengan rapat
"Kalian mau minum apa" tanya Arlla
"Gausah kita cuma sebentar disini" ucap Irene
Arlla akhirnya duduk di sofa tunggal samping sofa yang di duduki oleh Irene dan Tari
"La sejak kapan Alendra tau jika kamu pindah kesini" tanya Dhira
"Mana ku tau tiba tiba dia kesini aku udah usir dia tapi dia gak mau pergi yaudah" ucap Arlla cuek
__ADS_1
"Lo udah maafin dia" tanya Tari
"Gue terlanjur kecewa Tar" ucap Arlla
Selama satu jam mereka mengobrol bersama kemudian terhenti saat gema azan magrib berkumandang
Mereka melakukan sholat magrib terlebih dahulu sebelum kembali pulang ke rumah mereka masing masing
"Kalian hati hati ya" ucap Arlla saat mengantar para sahabat mereka sampai pintu
Setelah Irene, Tari dan Dhira pergi Arlla menghampiri Alendra yang masih setia menunggu
"Arlla maafin aku" ucap Alendra terus memohon
"Kamu udah sholat" bukannya menjawab kini Arlla membalas nya dengan pertanyaan juga
"Udah tadi aku ke masjid dekat sini" ucap Alendra
"Arlla.. " panggil Alendra saat Arlla berdiri dan hendak meninggalkan dirinya lagi
"Apa? Bukankah aku sudah meminta mu untuk pergi lebih baik sekarang kau pergi!! Kau MANGGANGGU DIRIKU" ucap Arlla dengan nada tinggi kemudian masuk ke dalam apartemen dan membanting pintu
Sedangkan Alendra kembali duduk dan kini rasa putus asa hampir menyerang dirinya
"Enggak aku nggak boleh nyerah" ucap Alendra
"Aku yang salah aku juga yang harus bertanggung jawab" gumam Alendra
Tengah malam Arlla merasa ingin sesuatu hingga membuat dirinya beranjak dari tempat tidur
__ADS_1
Perlahan tangannya mengambil jaket tebal dan memakainya kemudian turun dan keluar dari apartemen
"Kau mau kemana" tanya Alendra dengan suara khas bangun tidur
"Aku mau keluar mencari sesuatu" ucap Arlla datar
"Kau tidur lah biar aku yang keluar dan mencarinya" ucap Alendra
"Kau yakin" tanya Arlla tak yakin
"Yakin katakan apa yang kau inginkan" ucap Alendra dengan semangat karena ini akan menjadi permintaan kedua istrinya saat hamil setelah memasak kan mie instan waktu itu
"Aku ingin bakso" ucap Arlla
"Baiklah biar aku cari dulu" ucap Alendra
"Ini uangnya" ucap Arlla membuat hati Alendra mencelos sakit
"Apakah meminta sesuatu pada suami sendiri harus menggunakan uang mu" tanya Alendra
"Mmm terserah" ucap Arlla kemudian masuk kembali ke apartemen dan menunggu di sofa ruang tamu
Alendra pergi menyusuri jalanan mencari bakso sesuai permintaan istrinya
"Mana ada pedagang yang buka malam malam begini" gumam Alendra
Sedetik kemudian dia menatap jalanan datar
"Lalu selama ini siapa yang memenuhi permintaan Arlla jika dia sedang mengidam" ucap Alendra
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen