Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 179


__ADS_3

"Tuan sama nyonya mau kemana" tanya Dea


Arel langsung menatap sinis pada pelayan nya yang satu ini yang menurutnya terlalu banyak ikut campur dalam urusannya


"Urusannya apa dengan kamu kita mau kemana" sinis Arel sedangkan Lichyia hanya diam dengan wajah datar


"Bukan gitu tuan tapi nanti kalau ada tamu terus tuan sama nyonya belum pulang kita bisa jawab kalau tuan kemana" ucap Dea mencari alasan


"Bilang saja saya sama ISTRI saya keluar" ucap Arel dan melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti karena Dea


Sesampainya di depan rumah sebuah mobil pajero hitam milik Arel sudah terparkir rapi. Arel membukakan pintu untuk Lichyia lalu beralih pada kursi kemudi


"Rel" panggil Lichyia kini mereka berada di dalam mobil perjalanan menuju pantai


"Hm kenapa" tanya Arel dengan menaikkan alis sebelah tanpa menoleh pada orang yang memanggil namanya


"Kamu merekrut Dea dari mana?" tanya Lichyia


"Dari Yayasan kenapa memang" tanya Arel


"Gak papa cuma tanya doang" ucap Lichyia


Hening sejenak setelah pembicaraan singkat yang di mulai oleh Lichyia


"Lichyia"


"Ya"


"Kaya nya kita harus ubah nama panggilan kita deh masa iya manggil nama doang gak lucu" ucap Arel dengan dahi mengkerut


"Terus mau panggil apa emang" tanya Lichyia


"Mas sayang by atau apalah yang penting jangan nama" ucap Arel tak suka


"Mas aja ya boleh ya kalau sayang kan ya.... "


"Ya kenapa? Gak ada yang larang" ucap Arel dengan menyembunyikan wajah nya yang memerah


"Udah mas aja dari pada aku panggil Arel katanya gak boleh" ucap Lichyia


"Itu tadi manggil nama" ucap Arel kesal


"Oh maaf keceplosan" ucap Lichyia dengan tertawa pelan


Perjalanan selama dua puluh menit akhirnya mereka sampai di sebuah pantai yang cukup ramai pengunjung meskipun bukan hari libur


Arel mengendarai mobilnya dengan pelan mencari tempat parkir yang pas setelah menemukan tempat parkir mereka turun dari mobil


"Barang barangnya di bagasi" ucap Lichyia mengingatkan

__ADS_1


"Biar aku aja yang ambil kamu tunggu dulu disini" ucap Arel dan beralih pada bagian belakang mobil milik nya


"Yuk" Arel merengkuh pinggang Lichyia mesra dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanan nya membawa sebuah tas berwarna merah


"Bagus banget kamu pernah kesini" tanya Lichyia


"Pernah dulu waktu kecil satu kali sama papa sama Alina" ucap Arel


"Mama Arlla?" tanya Lichyia


"Ikut tapi cuma nonton doang gak mau ikut turun buat renang" ucap Arel


"Oh"


Lichyia langsung berlari menuju gelombang air yang tidak terlalu besar dan menceburkan diri ke dalam air


"Astaga Lichyia buru buru amat sih" ucap Arel


Arel berjalan mendekati istrinya namun tidak ikut masuk ke dalam air melainkan duduk di tepi pantai


"Kenapa?" tanya Lichyia yang berenang mendekati Arel


"Panas nanti aku gosong" seloroh Arel


"Biarin gosong biar gak ada yang mau dari pada putih ganteng banyak yang nempelin" ketus Lichyia


Arel tersenyum tipis lalu dengan sekali tarikan Arel membawa Lichyia masuk ke dalam pelukannya. Pria itu mendaratkan satu kecupan yang lembut dan lama di kening istrinya


Posisi keduanya sangat dekat hingga menjadi pusat perhatian orang orang disana namun keduanya tidak memperdulikan mereka


"Maaf" lirih Arel


"Enak ya cuma bilang maaf doang tapi aku... sakit hati tau cemburu liat kamu sama si Kinara itu apalagi mau cium dia mana di depan mata aku lagi" ucap Lichyia dengan bibir mengerucut


Arel tersenyum senang di dalam hatinya jika Lichyia cemburu artinya ada cinta di dalam hati wanita cantik itu


"Berarti udah cinta dong sama aku huh!! Emang ya pesona seorang Arel itu mudah banget buat menaklukkan hati wanita gak perlu susah susah kamu udah jatuh cinta duluan sama aku" ucap Arel dengan senyum jahil


"Astagfirullah nasib ya punya suami pd nya kebangetan" ucap Lichyia membuat senyum Arel pudar seketika


"Jadi nyesel nih nikah sama aku" tanya Arel dengan alis naik sebelah


"Sedikit sih" ucap Lichyia


"Ihhh nyebelin ya aku gak nyangka loh kamu bisa nyebelin kaya gini" ucap Arel


"Kenapa? Kalau nyebelin kenapa emang?" tanya Lichyia


"Kenapa ya enaknya di apain kalau nyebelin kaya gini" ucap Arel dengan senyum jahil

__ADS_1


"Arel.... gak... jangan rel" teriak Lichyia menahan geli karena Arel menggelitiki pinggang nya


"Udah udah"


"Minta maaf gak"


"Gak mau" ucap Lichyia dengan tersenyum laci


"Oh lanjut nih" Arel melanjutkan menggelitiki pinggang istrinya


"Iya iya udah aku minta maaf udah" Lichyia mengatur nafas nya karena tertawa sambil menahan geli di pinggang nya


Tanpa mereka sadari keduanya sudah berada di dalam air yang cukup dalam. Pria itu langsung memeluk tubuh istrinya karena air yang cukup dalam dan sudah mengenai leher Arel apalagi Lichyia yang tingginya tidak seberapa dari dirinya


"Diem diem jangan gerak" ucap Arel panik


Lichyia pun menurut dan diam. Wanita itu langsung mengalungkan tangannya di leher Arel tanpa tau kenapa dia harus diam


"Kenapa" tanya Lichyia polos


"Kita hampir mau tenggelam" ucap Arel membuat Lichyia panik dan langsung mengalungkan kedua kaki nya di pinggang suaminya


"Tuan!!! Cepet kepinggir ada ombak besar" teriak orang orang yang ada di pinggir


"Rel ada ombak gimana ini" Lichyia panik sendiri sedangkan Arel berusaha tenang


"Ck manggilnya Ral Rel Ral Rel" ucap Arel kesal


Lichyia memukul pelan bahu Arel bagaimana bisa di saat genting seperti ini laki laki itu masih bisa marah hanya karena salah memanggil


"Kita mau tenggelam kamu masih ribut soal itu doang" ucap Lichyia kesal


"Biarin kita tenggelam bareng bareng" Arel mendekatkan wajahnya pada wajah Lichyia hingga hidung keduanya bersentuhan


"Sayang kita kepinggir dulu aku masih mau hidup" ucap Lichyia


Arel tersenyum lalu mencium sekilas pipi Lichyia dan berenang pelan menuju tepi pantai. Karena Lichyia berada di gendongannya membuat dia harus hati hati jika tidak Lichyia bisa terjatuh dan tenggelam


Saat di tepi pantai mereka langsung di bantu oleh orang orang untuk naik dari air. Lichyia bernafas lega setelah selamat dari bahaya itu


Arel berjalan mendekati Lichyia dan merapikan anak rambut istrinya yang sedikit berantakan. Arel melepas ikat rambut istrinya dan mengikatnya hingga rapi


"Masih mau lanjut renang atau pulang hm" tanya Arel lembut


Lichyia menggelengkan kepalanya


"Mau pulang aja" rengek Lichyia


"Yaudah ganti baju dulu" Arel menggandeng tangan istrinya menuju kamar mandi untuk mengganti pakaian mereka yang basah

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN


1000 KATA NIH MOGA SUKA YA


__ADS_2