Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 10


__ADS_3

Aku menunggu lima menit untuk memulai pembicaraan


Aku melihat jam tangan yang melingkar di tangan kananku


"Apa yang mau kau bicarakan" tanyaku


Gio menarik nafas dalam kemudian melirik Lela lalu menatapku dalam


"Sayang.. " ucap Gio melembut membuatku merasa aneh


"Ada apa" tanya ku lembut


"Maafin aku" ucap Gio sambil menunduk membuatku mengernyit bingung


"Maaf untuk apa" tanyaku


Gio menarik nafas dalam


"Di Australia.." aku mencoba bersabar mendengar kata kata Gio yang terputus putus


"Aku... aku... " ucap Gio terbata bata menguji kesabaran ku


"Aku.. melakukan kesalahan" ucap Gio membuatku terpaku


"Kesalahan apa yang kau maksud" tanyaku


"Aku... aku... melakukan kesalahan dengan Lela"


Lela? Aku mencoba mencerna ucapan Gio yang berbelit belit


"Maksud kamu" tanyaku


"Aku khilaf sayang" ucap Mas Gio dengan penuh penyesalan


Semua pertanyaan di dalam benakku terjawab sudah


Aku tidak bodoh untuk mengerti arti kata kata itu


"Aku kecewa sama kamu" ucapku


"Sayang maafin aku" ucap Mas Gio

__ADS_1


"Kamu menghianati aku" teriakku


Senyum puas terukir di bibir Lela


"Apa maumu sekarang"


"Aku... aku harus menikahinya" ucap Gio


Deg


jantungku serasa berhenti berdetak sesaat


Aku duduk dengan lemas


Hari yang ku kira bahagia kini menjadi kacau balau


Hatiku? entah apa yang ku rasakan


Amarah, kecewa, sedih, semua melebur menjadi satu


Tak ada lagi kata rindu dalam benakku semua sirna begitu saja


Aku berdiri dan menatap Lela dengan tajam


"Apa mau mu hah!!" teriakku


"Aku? Aku hanya korban" ucap Lela


"Licik" umpatku


"Heh!! Kalau kau mau marah silahkan tapi Gio tetap harus menikahiku atau..." ancam Lela


"Atau aku akan membocorkan hal ini pada media" ancam Lela


Aku berlalu begitu saja tak menghiraukan panggilan Gio


Menaiki anak tangga tujuanku adalah kamar utama


Aku mengambil tas, ponsel, dan kunci mobil


"Sayang dengerin penjelasan aku dulu" ucap Gio menyusul diriku

__ADS_1


Aku acuh tak menjawab ucapannya sama sekali


Aku berlalu pergi menuruni anak tangga kemudian keluar dari rumah ini


Menghiraukan keberadaan Lela dan Bryan di ruang tamu aku berjalan menuju garasi


Membuka pagar rumah kemudian aku masuk ke dalam mobil dan melajukan memecah jalanan kota


Aku mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi agar Gio tak bisa menyusulku


Tujuan utama ku adalah rumah pribadi ku yang tak ada satu orang pun yang tau


Tinnn.


Pagar terbuka dan aku memasukkan mobil ku ke halaman rumah


Meletakkan mobil di garasi aku berjalan masuk ke dalam rumah


"Nona tumben kesini" ucap salah satu pelayan


"Iya" ucapku singkat


Aku melangkah menuju kolam renang dan merendam kakiku disana


"Jus nya nona sangat pas buat temani nona" ucap Ila


Aku menghela nafas kasar mengingat kejadian tadi


"Ada apa nona" tanya Ila padaku setelah meletakkan jus di sampingku


Aku menatap Ila ragu untuk menceritakan semuanya


"Nona gak perlu ragu saya tidak pernah keluar dari rumah ini jadi saya tidak akan pernah membocorkan rahasia nona" ucap Ila


Ila lima tahun lebih tua di atas ku menikah dengan penjaga rumah ini


Disini ada dua puluh pekerja salah satunya Ila


"Suamiku selingkuh" ucapku mengawali cerita


Kemudian aku menceritakan semua kejadian tadi pada Ila dan Ila hanya mendengar tanpa menyela sedikit pun

__ADS_1


__ADS_2